{"id":344051,"date":"2025-06-30T11:21:31","date_gmt":"2025-06-30T04:21:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=344051"},"modified":"2025-06-30T11:42:33","modified_gmt":"2025-06-30T04:42:33","slug":"gaji-umk-kendal-harga-kost-semarang-derita-perantau-di-kawasan-industri-kendal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gaji-umk-kendal-harga-kost-semarang-derita-perantau-di-kawasan-industri-kendal\/","title":{"rendered":"Gaji UMK Kendal, Harga Kost Semarang: Derita Perantau di Kawasan Industri Kendal"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, waktu SMA, saya kira pindah ke kota buat kerja itu hidupnya bakal keren. Bangun pagi, naik motor, pakai seragam kerja, gajian tiap bulan, dan bisa jajan sepuasnya. Tapi itu dulu. Sebelum saya dengar cerita tentang bagaimana susahnya hidup sebagai perantau di Kawasan Industri Kendal (KIK).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah tahu, ternyata kerja di pabrik itu nggak sesimpel yang kelihatan. Apalagi buat orang-orang dari luar kota yang nekat merantau demi sesuap nasi dan segelas teh es.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kawasan Industri Kendal (KIK) ini letaknya di Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu, dan sebagian masuk Kecamatan Brangsong. KIK ini jadi salah satu <a href=\"https:\/\/www.kendalindustrialpark.co.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kawasan industri paling besar<\/a> di Jawa Tengah. Isinya macam-macam ada pabrik elektronik, makanan, otomotif, tekstil, dan entah apalagi. Investornya dari mana-mana, pekerjanya juga dari mana-mana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada yang dari Magelang, Temanggung, Banjarnegara, Blora, sampai yang paling niat datang dari Jawa Timur. Lumayan banyak juga yang dari Surabaya, Jombang, bahkan Pacitan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, makin banyak pabrik berdiri, makin banyak pekerja masuk, tapi tempat tinggalnya nggak nambah. Hasilnya? Derita massal bernama susah cari tempat kost.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kost di Kendal sekarang mahal, kamar mandi luar pun jadi rebutan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba cari kost di Kaliwungu atau Brangsong sekarang. Silakan. Pasti jawabannya: \u201cMaaf, penuh.\u201d Dan itu bukan penuh ala-ala pura-pura, tapi\u00a0 beneran. Bahkan kamar mandi luar yang biasanya kurang diminati pun sekarang jadi rebutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dulu tahun 2019-an, harga kost masih masuk akal. Kamar mandi luar cukup bayar 300.000 &#8211; 400.000 ribu per bulan. Kalau mau kamar mandi dalam, tinggal nambah dikit, 500.000-700.000 ribu juga dapat. Sekarang? Jangan mimpi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamar mandi luar sekarang sudah naik jadi 700.000-750.000 ribu. Kamar mandi dalam? 950.000 ribu sampai 1,150,000. Kalau pengin gaya-gayaan pakai AC, siap-siap bayar 1,950,000. Itu belum listrik dan air. Ini harga-harga yang dulu cuma kita temukan di pusat Kota Semarang, sekarang nongol di gang-gang kecil Kaliwungu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal UMK Kabupaten Kendal tahun ini cuma 2.783.455. Belum dipotong BPJS, belum makan, belum transport. Kalau kost aja udah hampir separuh gaji, kapan nabungnya? Kapan makan nasinya? Kalau tidak ada lembur para pekerja perantau ini dipastikan bakal pusing setiap pertengahan bulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untungnya di Kaliwungu, makanan masih banyak yang murah. Modal 10-15 ribu sudah bisa dapet nasi, lauk, sambal, dan segelas teh es. Tapi ya itu, murahnya makanan nggak bisa menutupi mahalnya tempat kost.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ngontrak jadi jalan pintas, tapi butuh waktu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena kost udah makin langka dan mahal, banyak pekerja akhirnya cari solusi yaitu dengan ngontrak. Ngontrak memang lebih murah kalau sudah kerja beberapa bulan dan punya temen satu frekuensi. Bisa patungan, bisa masak bareng, dan bisa tidur tanpa takut kena over kapasitas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi nggak semua orang langsung bisa ngontrak. Mereka yang baru pertama kerja pasti belum punya temen, apalagi duit buat bayar kontrakan yang biasanya dibayar setahun langsung. Sialnya lagi, tempat kontrakan yang strategis juga ikut-ikutan langka. Banyak kontrakan yang cuma bisa diisi 4 orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadinya, banyak perantau terpaksa mencari kost sampai ke luar Kaliwungu dan Brangsong. Ada yang ngekost di Kecamatan Kendal, Patebon, sampai Cepiring. Perjalanan dari sana ke KIK bisa 15-20 menit pakai motor. Lumayan bikin pantat pegal tiap hari, apalagi kalau shift pagi dan harus jalan jam 5 subuh.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kalau nggak dapet kost di Kendal, ya pulang tiap hari<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah dengar cerita orang yang kerja di Kendal tapi pulang ke Pekalongan tiap hari?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedengerannya absurd, tapi itu nyata. Temennya temen saya kerja di PT Borine Technology Indonesia, ngak dapet kost sama sekali. Akhirnya dia PP Pekalongan\u2013Kendal tiap hari. Total perjalanan bisa lima jam. Kayak mudik mini setiap hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kebetulan dapet shift pagi, dia kadang numpang tidur di kost temennya. Tapi karena kostnya udah padat, ya gantian. Hari ini tidur di A, besok di B, lusa di masjid. Kadang tidur di atas tikar mushola, yang penting bisa buat istirahat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika ditanya kenapa nggak kost bareng temennya aja, dia cuma bisa bilang \u201cTemen saya udah kost rame-rame, nggak bisa nambah orang lagi.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya emang gitu kenyataannya. Banyak kost yang udah diisi lebih dari 1 orang dalam satu kamar, padahal kapasitas ideal cuma 1-2?orang. Tapi mau gimana? Selama pemilik kost nggak marah, semua sah-sah saja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cerita miris di malam hari<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita paling bikin nyesek datang dari sekelompok perantau asal Banjarnegara. Mereka datang ke Kaliwungu Kendal buat interview pagi sampai siang. Sore diumumkan lolos, langsung diminta kerja esok harinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena nggak punya kenalan, mereka nekat cari kost malam-malam. Enam cowok, enam cewek. Muter dari Kaliwungu sampai Brangsong. Semua kost jawabannya sama sudah penuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jam 10 malam mereka nyerah. Badan udah capek, mata pedes, motor panas. Akhirnya mereka rebahan di masjid daerah Nglarik, Kaliwungu. Mau pulang juga jauh, mau tidur di jalan takut, mau numpang juga bingung. Untungnya, warga sekitar masjid ada yang lewat. Nanya baik-baik: \u201cKalian ini siapa, ngapain malam-malam di masjid?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah dijelasin, warga itu nggak tega. Mereka ditampung di rumahnya buat tidur semalam. Bahkan besoknya, disiapin sarapan. Lebih dari itu, si warga ini bantu cariin kost. Beberapa warga bahkan sampai nyulap kamar pribadinya jadi kamar kost dadakan. Bukan karena butuh uang, tapi karena kasihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang bikin terharu, harga kostnya jauh lebih murah dari pasaran. Nggak pakai AC, nggak ada water heater, tapi cukup buat tidur dan mandi. Dan yang paling penting ada atap buat berlindung. Kadang memang rasa kemanusiaan warga desa lebih mahal dari nilai rupiah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ancaman penipuan online<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan cuma penuh dan mahal, nyari kost di Kaliwungu Kendal sekarang juga penuh risiko. Banyak penipuan berkedok pemilik kost. Biasanya modusnya sederhana pasang iklan di Facebook atau WhatsApp, upload foto kamar yang menggoda (padahal hasil nyomot dari media sosial), lalu minta DP via transfer. Begitu uang ditransfer, orangnya hilang kayak ditelan bumi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa kasus penipuan ini bahkan nggak cuma menimpa perantau baru, tapi juga mereka yang udah kerja lama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sialnya, mereka tidak melaporkan kejadian ini ke polisi, karena takut mentok karena nominal kerugiannya dianggap kecil. Padahal, buat buruh pabrik, uang ratusan ribu itu bisa jadi ongkos makan seminggu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mimpi indah, realitas berat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau boleh jujur, banyak perantau ke KIK itu datang dengan mimpi. Mimpi punya kerja tetap, bisa bantu keluarga, bisa cicil HP, dan mungkin bisa nabung buat nikah. Tapi nyatanya, kerja di pabrik itu keras. Gaji pas-pasan, kerja shift, belum lagi tekanan dari atasan. Lha wong mau tidur aja susah karena kost penuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pihak pengelola kawasan industri mestinya tahu hal ini. Kalau ingin terus mendatangkan investor dan pekerja, ya jangan lupa fasilitas penunjangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah daerah juga mestinya nggak cuma senang karena angka investasi naik. Lihat juga warganya. Lihat juga para pendatang. Mereka bukan cuma angka di spreadsheet. Mereka manusia, juga pengin hidup layak. Nggak minta rumah mewah, cukup sebuah kamar buat tidur tanpa waswas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat kamu yang baca ini sambil mikir pengin kerja di KIK, ya boleh-boleh aja. Tapi saran saya, sebelum mikir soal interview, pikirin dulu mau tidur di mana. Kalau bisa, cari kost dulu baru datang. Kalau punya kenalan, manfaatkan. Tapi kalau nggak, siap-siap bawa sleeping bag dan mental baja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan buat pemilik rumah yang baik hati dan mau nyulap kamar jadi kost darurat, kalian pahlawan tanpa tanda jasa. Semoga rezekimu lancar, usahamu laris, dan tempatmu jadi surga kecil di tengah ruwetnya dunia industri. Karena di tengah mahalnya harga kost dan kerasnya hidup perantau, kebaikan kecil sering kali jadi penyelamat yang paling besar.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Andre Rizal Hanafi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/catatan\/flyover-janti-tempat-terbaik-di-jogja\/\">Kolong Flyover Janti adalah Tempat Terbaik untuk Menikmati \u201cKehidupan Malam\u201d Jogja<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Buat kamu yang baca ini sambil mikir pengin kerja di Kawasan Industri Kendal (KIK), ya boleh-boleh aja. Tapi, pikirin dulu mau tidur di mana.<\/p>\n","protected":false},"author":2987,"featured_media":344289,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[29060,14707,29061],"class_list":["post-344051","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-kawasan-industri-kendal","tag-kendal","tag-kos-di-kendal"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/344051","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2987"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=344051"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/344051\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/344289"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=344051"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=344051"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=344051"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}