{"id":343604,"date":"2025-06-28T13:11:46","date_gmt":"2025-06-28T06:11:46","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=343604"},"modified":"2025-06-28T14:39:43","modified_gmt":"2025-06-28T07:39:43","slug":"urban-legend-fbsb-uny-yang-bikin-bulu-kuduk-merinding","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/urban-legend-fbsb-uny-yang-bikin-bulu-kuduk-merinding\/","title":{"rendered":"Urban Legend FBSB UNY yang Bikin Bulu Kuduk Merinding"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kampus FBSB UNY itu unik. Di balik atmosfernya yang ramah, bersahaja, dan artistik tersimpan kisah-kisah yang tidak bisa ditemukan di brosur <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/kampus\/sisi-gelap-pts-di-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PMB<\/a>. Cerita-cerita ini tidak pernah diajarkan di mata kuliah Wawasan Almamater. Namun, menyebar dari satu angkatan ke angkatan lain, dari senior ke junior, dari penjaga kampus ke satpam magang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu mahasiswa baru yang besok bakal kuliah di Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB), saya sarankan untuk baca baik-baik tulisan ini. Bukan bermaksud menakut-takuti, tapi biar kamu tahu kalau FBSB bukan tempat biasa. Ini sebagai panduan spiritual, semacam peta buta pergaulan makhluk gaib di FBSB UNY.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Utari, mahasiswi seni tari yang tidak pernah benar-benar pergi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah tentang Utari sudah seperti dongeng turun-temurun di FBSB UNY. Konon, ia adalah mahasiswi berbakat yang sedang menyusun skripsi tentang <a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/pengertian-tari-klasik\/?srsltid=AfmBOorlTGS3hRVkWnEZiXJhzklddIlpBvGcyIWQtMwTSNkKlbzuZlDB\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tari klasik<\/a>. Sayangnya, tekanan akademik, ekspektasi orang tua, dan tekanan hidup membuatnya memilih jalan sunyi: mengakhiri hidupnya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini, namanya melegenda. Ia sering &#8220;terlihat&#8221; di Pendopo Tedjakusuma. Ia\u00a0 Duduk sendiri mengenakan kostum tari lengkap, rambut dicepol. Kadang ia menunduk, kadang tersenyum.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa mahasiswa juga mengaku melihat sosok perempuan menari di performing hall (dulu dikenal sebagai stage tari). Itu terjadi saat gedung stage tari masih jadul dan gelap. Kini gedung itu memang sudah direnovasi dan terang benderang. Namun, di salah satu ruangan di lantai bawah gedung itu ada yang lampunya tidak pernah dimatikan. Konon, di situlah tempat favorit Utari.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Penunggu gedung WS Rendra<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gedung ini sebenarnya biasa saja. Bersih, terang, dan sering dipakai kuliah reguler. Tapi, kalau kamu tanya ke kakak tingkat atau penjaga malam, mereka pasti cerita soal Mbak Wulan. Sosok perempuan berambut panjang yang katanya sering \u201cikut kuliah\u201d di salah satu ruang di lantai tiga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kejadiannya dulu sampai sempat viral di grup <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/gini-lho-cara-gunakan-whatsapp-web-dan-tips-mengatasi-permasalahannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">WhatsApp<\/a> angkatan. Ada mahasiswa yang merasa duduk sebelahan, tapi pas nengok nggak ada siapa-siapa. Kadang juga muncul di pantulan kaca jendela saat kelas sore.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mbak Wulan katanya suka ikut kelas. Kalau kamu nanti ikut kelas di gedung WS Rendra dan merasa suasananya agak \u201cberat\u201d, mungkin Mbak Wulan lagi ikut belajar bareng.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Air mancur FBSB UNY yang selalu keruh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah kompleks FBSB ada air mancur kecil. Letaknya strategis, jadi penanda kalau kamu udah masuk zona kampus yang katanya paling artistik se-UNY. Anehnya, setiap kali air mancur itu dinyalakan, airnya selalu keruh. Padahal instalasinya baru, pompanya dicek rutin, dan airnya diganti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Katanya sih, air mancur itu dibangun di atas \u201cjalur lewat\u201d para makhluk tak kasat mata. Jadi wajar kalau mereka merasa terganggu. Air yang keruh itu semacam kode: \u201cJangan ganggu kami.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa air mancur itu lebih sering dimatikan. Biar semua damai: mahasiswa bisa kuliah tenang, yang lain juga bisa lewat dengan nyaman.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Beringin depan gedung Amri Yahya, singgasana yang tak tersentuh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu akan melihat satu pohon beringin besar kalau melewati Gelanggang Teater menuju gedung Amri Yahya. Teduh, tua, dan anggun. Jangan sekali-kali iseng di sana. Menurut cerita, pohon itu adalah semacam \u201ckerajaan\u201d dari mereka yang tidak kelihatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan coba-coba duduk-duduk lama di bawahnya sambil melamun (meski suasananya mendukung). Apalagi ngerokok sambil misuh-misuh. Banyak mahasiswa yang iseng, lalu besoknya langsung jatuh sakit. Entah itu pusing, demam, atau tiba-tiba lupa jalan ke kampus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kuncinya cuma satu, sopanlah seperti kamu sopan ke dosen pembimbing skripsimu.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Lab karawitan dan satu set gamelan bali<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FBSB UNY punya Lab Karawitan yang terdiri atas dua lantai.\u00a0 Lantai bawah untuk latihan tari. Lantai atas untuk pertunjukan. Di situlah disimpan satu set gamelan Bali yang konon hanya boleh dimainkan oleh yang benar-benar tahu tata caranya. Saya pernah mengalaminya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu itu saya ikut produksi pementasan. Karena kebutuhan ruang, kami nekat mindahin gamelan Bali ke ruangan belakang panggung tanpa izin apapun. Saya yang bagian bantu angkat-angkat, awalnya santai saja. Namun, setelah pentas, saya demam tiga hari. Badan pegal-pegal dan mimpi aneh tiap malam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dosen saya bilang, \u201cYa itu balasannya. Mereka nggak suka sembarangan.\u201d Sejak saat itu, saya jadi percaya, semua alat kesenian punya jiwanya sendiri. Termasuk gamelan.<\/span><\/p>\n<h2><b>FBSB fakultas paling ramah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya cerita ini bukan untuk menakut-takuti. Saya cuma ingin berbagi cerita supaya mahasiswa yang baru masuk nggak kaget. FBSB UNY bukan cuma kampus, tapi juga ruang hidup yang dihuni banyak \u201cmakhluk\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari cerita-cerita mistis itu, kampus ini benar-benar paling ramah. Dosen-dosennya suportif, mahasiswa-mahasiswanya toleran. Seni benar-benar mengalir dari ujung selasar sampai ke ruang-ruang pertunjukan.<a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/mitos-hantu-di-ugm-dan-mereka-yang-pernah-mengalaminya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Urban legend<\/a> ini hanya bagian dari warna-warni FBSB yang membuatnya tak terlupakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Janu Wisnanto<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/uny-tambah-fakultas-baru-tapi-nggak-pikirkan-lahan-parkirnya\/\">Dear UNY, Tambah Fakultas Baru Sah-sah Aja, tapi Jangan Lupa Pikirkan Lahan Parkirnya<\/a>.\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di balik dinamika perkuliahan FBSB UNY yang begitu hidup, ada urban legend yang membuat bulu kuduk siapa saja merinding.<\/p>\n","protected":false},"author":2789,"featured_media":343957,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[29036,29035,29034,23514,28081,261,9570],"class_list":["post-343604","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-dan-budaya","tag-dan-budaya-uny","tag-fakultas-bahasa","tag-fbsb","tag-fbsb-uny","tag-seni","tag-uny"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/343604","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2789"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=343604"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/343604\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/343957"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=343604"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=343604"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=343604"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}