{"id":34343,"date":"2020-04-06T13:35:31","date_gmt":"2020-04-06T06:35:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=34343"},"modified":"2020-04-06T13:44:12","modified_gmt":"2020-04-06T06:44:12","slug":"studi-analisis-customer-perempuan-vs-mbak-mbak-guardian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/studi-analisis-customer-perempuan-vs-mbak-mbak-guardian\/","title":{"rendered":"Studi Analisis Customer Perempuan vs Mbak-Mbak Guardian"},"content":{"rendered":"<p>Sebagai pengantar untuk Anda yang masih asing dengan Guardian, ia adalah <em>drugstore<\/em> yang sering ada di mal-mal. Biasanya identik dengan warna oranye pada logonya. Meskipun <em>drug <\/em>artinya obat, tapi justru ia lebih sering menjadi tempat wanita untuk berbelanja sekaligus cuci mata peralatan <em>makeup, <\/em>bukan membeli obat. Guardian memiliki ruang untuk <em>brand makeup<\/em> sampai segala jenis perawatan kulit. Sekiranya itu yang dapat saya sampaikan, sebelum tulisan ini mengandung <em>unpaid promote<\/em>.<\/p>\n<p>Untuk sekadar melihat-lihat atau membeli barang yang tetap sambil melihat-lihat, perempuan tampaknya butuh konsentrasi. Mereka datang ke Guardian bukan sekadar untuk berhura-hura, melainkan melakukan &#8216;penelitian&#8217;. Butuh waktu yang cukup untuk merenungkan warna <em>eyeshadow<\/em> apa yang menarik, tipe bulumata palsu seperti apa untuk pergi kondangan, hingga meneliti lebih besar diskon menggunakan kartu <em>member<\/em> dan kartu debit, atau <em>cash<\/em> dengan diskon toko.<\/p>\n<p>&#8216;Penelitian tersebut&#8217; berfungsi untuk menunjang kepuasan wanita terhadap perilaku konsumtif. Bayangkan, wanita sering kali mengalami insomnia dan kegelisahan untuk memilih membeli <em>skincare<\/em> A atau B. Ada ketakutan dalam pengambilan langkah, sebab tidak ingin menyesal setelah membeli barang. Hal itulah yang memengaruhi mengapa mereka perlu melakukan kajian ulang terhadap barang yang akan dibelinya.<\/p>\n<p><em>Wah, tampaknya para akademisi manajemen harus tertarik membaca tulisan saya.<\/em><\/p>\n<p>Kajian ulang tersebut memakan waktu yang sangat lama dan konsentrasi tinggi. Namun, seketika semua hancur saat datang rombongan mbak-mbak BA alias <em>Beauty Advisor <\/em>datang dengan 4 mantra andalannya:<\/p>\n<p>\u201cMari silakan, Kak&#8230;.\u201d<\/p>\n<p>\u201cBisa dibantu, Kak&#8230;.\u201d<\/p>\n<p>\u201cMau cari apa, Kak&#8230;.\u201d<\/p>\n<p>\u201cAtau mau coba yang ini, Kak&#8230;.&#8221;<\/p>\n<p>Bayangkan, Anda sedang berpikir kemudian didatangi dengan empat pertanyaan pamungkas tersebut. Anda akan coba lari, tapi BA <em>makeup<\/em> Guardian seolah memiliki jurus Kage Bunshin: Mereka ada di mana-mana.<\/p>\n<p>Geser ke rak sebelah mana pun, Anda akan diikuti. Setiap gerak-gerik Anda akan diperhatikan mulai dari saat Anda berpikir, mulai mengoleskan lipstik, atau bahkan hingga selesai berdandan dari hasil <em>makeup tester<\/em>. Kemudian Anda merasa gelisah tidak nyaman, dan melakukan perhitungan langkah dari dalam otak. Jika Anda kesal dan meminta mereka berhenti mengikuti, itu akan sangat tidak etis karena menghalangi pekerjaannya. Keringat dingin mulai bercucuran hingga terjadi percakapan,<\/p>\n<p>\u201cYaudah saya ambil yang ini aja, Mbak.\u201d<\/p>\n<p>\u201cNggak sekalian yang ini juga, Kak?\u201d<\/p>\n<p>\u201cNggak, Mbak.&#8221;<\/p>\n<p>\u201cLagi ada promo loh, diskon 0,5%.\u201d<\/p>\n<p>\u201cYaudah boleh juga deh Mbak sekalian.\u201d<\/p>\n<p>Harus diucapkan selamat atas penghargaan pada diri Anda yang berhasil membawa pulang belanjaan lain yang ternyata tidak terlalu Anda butuhkan. Jangan lupa, Anda baru saja membeli sebuah benda yang hanya tampak indah saat di <em>store<\/em>, tapi saat dibawa pulang tiba-tiba warnanya berubah menjadi sangat tidak masuk akal. Semua itu terjadi karena riset kajian ulang sebelum membeli barang kurang matang. Setelah berbelanja, Anda merasa puas, bukan? Bukan. Yang terjadi justru emosi.<\/p>\n<p>Dengan kasus di atas, maka bisa kita telaah hal tersebut menjadi alasan mengapa para pelanggan setia Guardian mengibarkan bendera permusuhan dengan mbak-mbak BA. Perempuan-perempuan ini akan curhat di media sosial masing-masing untuk menceritakan ketidaknyamanannya. Mulai dari membuat \u201cKekesalan aku belanja <em>offline<\/em> hari ini: A THREAD\u201d di Twitter, menulis status di WhatsApp, hingga membuat kekesalannya menjadi konten di TikTok yang kemudian diunggah ke Instagram.<\/p>\n<p>Belum selesai sampai di situ, mereka yang penuh dengan amarah akan memborbardir kolom komentar pada akun Instagram Guardian. Melaporkan kekesalan mereka lengkap dengan hari, tanggal, bulan, tahun, lokasi store, ciri-ciri khusus BA, sampai nama BA tersebut bisa terancam. Kita semua tentu tahu jika perempuan adalah pengingat yang handal dan pengamat profesional daripada Badan Intelejen saat emosinya tersulut.<\/p>\n<p>Lalu, apa solusi yang bisa ditawarkan untuk mengakhiri permusuhan sesama jenis ini? Anda tentu tidak ingin mendengar kata \u2018sabar\u2019. Maka, solusi berikut mungkin bisa dicoba:<\/p>\n<p><em>Pertama<\/em>, Anda perlu mengingat bahwa apa yang mereka lakukan mungkin menguji kesabaran, tetapi mereka hanya sedang menjalankan pekerjaan mereka. Guardian adalah tempat mereka bekerja, sehingga nyaris tidak mungkin jika Anda hanya ingin di sana sendirian. Jadi, ada baiknya belajar memaklumi.<\/p>\n<p><em>Kedua<\/em>, saat Anda sudah mencoba memaklumi tapi suasana hati mulai terasa emosi, ada baiknya Anda mencoba berkomunikasi dari hati ke hati. Pancing dengan pertanyaan yang akan membuat mereka tidak bisa berhenti bercerita. Seperti:<\/p>\n<p>\u201cMbak dah lama kerja di sini? Ceritain dong dari lulus sekolah sampe kerja di sini.&#8221;<\/p>\n<p>\u201cMbak cantik banget, boleh ceritain biasanya <em>step<\/em> <em>makeup<\/em>-nya apa aja?\u201d<\/p>\n<p>\u201cMbak kayanya punya bakat <em>story telling<\/em>, bisa ceritain awal mula Indonesia merdeka sejak jaman Majapahit?\u201d<\/p>\n<p>Saat BA tersebut menjawab dengan panjang kali lebar kali tinggi, Anda tidak perlu menatap matanya. Cukup fokus dengan <em>swatch<\/em> makeup yang Anda berusaha pikirkan.<\/p>\n<p><del><em>Ketiga<\/em><\/del>, BA sudah selesai bercerita tetapi riset Anda belum selesai? Anda bisa coba jurus terakhir, yang memiliki dua metode. Yakni pura-pura telepon atau <a href=\"https:\/\/www.google.com\/amp\/s\/amp.tirto.id\/earphone-headphone-headset-bisa-merusak-pendengaran-anda-cXbZ\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">menggunakan <\/a><em><a href=\"https:\/\/www.google.com\/amp\/s\/amp.tirto.id\/earphone-headphone-headset-bisa-merusak-pendengaran-anda-cXbZ\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">headset<\/a>.<\/em> Cara klasik untuk Anda yang lebih senang berkomunikasi dengan kucing daripada sesama manusia.<\/p>\n<p>Sejak masuk ke Guardian, Anda bisa mulai memasang telepon genggam ke telinga Anda, dan memulai percakapan dengan improvisasi. Saat Anda tetap didatangi mereka, Anda bisa menjawab,<\/p>\n<p>\u201cMbak maaf, kasih saya waktu sebentar, ya. Saya malu kalau didengerin telepon sama selingkuhan saya.&#8221;<\/p>\n<p>Namun, jika Anda merasa lebih senang akting pura-pura mendengarkan musik, maka lakukanlah untuk mengabaikan pertanyaan yang bisa mengganggu riset Anda.<\/p>\n<p>Mungkin sekian dari saya, jika Anda merasa harus menghubungi saya untuk keperluan riset lebih lanjut, bisa menghubungi Terminal Mojok. Sekian dan <em>enjoy santuy,<\/em> Para Gadis!<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tidak-ada-yang-salah-dengan-bersembunyi-di-balik-dempul-makeup\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Tidak Ada yang Salah dengan Bersembunyi di Balik Dempul Makeup <\/strong><\/a><strong>dan tulisan Anindyadevi Aurellia <\/strong><strong>lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anda mencoba lari, tapi BA makeup Guardian seolah memiliki jurus Kage Bunshin: Mereka ada di mana-mana.<\/p>\n","protected":false},"author":623,"featured_media":34517,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[6002,6001,3555],"class_list":["post-34343","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-drugstore","tag-guardian","tag-makeup"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34343","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/623"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34343"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34343\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34517"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34343"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34343"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34343"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}