{"id":342439,"date":"2025-06-23T11:15:12","date_gmt":"2025-06-23T04:15:12","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=342439"},"modified":"2025-06-23T11:15:12","modified_gmt":"2025-06-23T04:15:12","slug":"bondowoso-kota-yang-nggak-kenal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bondowoso-kota-yang-nggak-kenal\/","title":{"rendered":"Bondowoso, Kota yang Nggak Kenal Macet, Nggak Bisa Macet, dan Aneh kalau Macet"},"content":{"rendered":"<p><em>Bondowoso macet? Ah, mana mungkin. Nggak mungkin. Nggak bisa macet sini mah<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu penyebab naik darah adalah terjebak macet. Ya, bagaimana tidak? Bayangkan saja ketika sedang terburu-buru menuju tempat kerja, kampus, dll. Justru harus terhambat karena macet. Bahkan, ada yang durasi macetnya nggak tanggung-tanggung bisa mencapai 3-4 jam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, kemacetan yang mengular panjang sering terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan sekitarnya. Kalau di kota-kota kecil mah, bukannya nggak pernah terjadi, tetapi jarang sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti di Bondowoso, misalnya. Selama 21 tahun hidup di kota kecil ini, saya tidak pernah mengalami macet di jalanan kecuali hanya 2-3kali. Bahkan, untuk dibilang macet pun sepertinya kurang pas. Istilah macet di kota-kota kecil seperti Bondowoso saya rasa lebih pas dikatakan sebagai istirahat sebentar. Memang, apa sih yang menjadi rahasia Bondowoso jarang macet?<\/span><\/p>\n<h2><b>Jam kerja yang beragam<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin kita semua sepakat bahwa berbondong-bondong ke tempat kerja di waktu yang sama adalah salah satu penyebab macet. Katakanlah jam operasional kerja di suatu daerah adalah pukul 8. Maka sangat wajar kalau kebanyakan orang akan berangkat sebelum pukul 8.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemilihan waktu berangkat kerja yang sama inilah yang menyumbang kemacetan di jalanan. Mungkin kalau jumlah penduduknya nggak padat sih, masih bisa diantisipasi. Tapi, kalau sekaliber Kota Jakarta, bagaimana caranya? Belum lagi seandainya penggunaan transportasi pribadi masih marak<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan di Bondowoso yang sebagian besar jam kerjanya berbeda-beda. Ini disebabkan profesi masyarakat yang dominan adalah sebagai petani atau peternak. Nggak ada aturan paten yang mewajibkan petani harus ke sawah jam 8. Kalau pengin berangkat habis subuh, ya saat itulah berangkat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Banyak jalan tikus di Bondowoso yang bisa dilewati<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain jalan utama, ada banyak jalan tikus yang bisa dilewati di Bondowoso. Entah itu digunakan sebagai alternatif menghindari macet atau menghindari polisi. Namun, karena di Bondowoso jarang terjadi macet, jalan tikus paling banyak digunakan untuk menghindari polisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, tidak jarang pula penggunaan jalan tikus ini disebabkan aksesnya yang lebih cepat. Saya sendiri ketika ingin berkunjung ke Situbondo biasanya lewat jalan tikus. Selain karena nggak ada razia, rutenya pun lebih terjangkau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu diingat, bahwa jalan tikus di Bondowoso benar-benar menjadi jalan alternatif, bukan sebagai jalan utama. Saya nggak bisa membayangkan bagaimana seandainya jalan utama macet, para pengendara justru banyak yang memilih jalan alternatif. Jalan tikus justru jadi macet juga jadinya, kan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jarang ada proyek pembangunan jalan di Bondowoso<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah alasan yang nggak kalah penting: proyek pembangunan jalan. Pernah suatu ketika saya pergi ke luar kota dan di hadang macet. Setelah menelusuri antrean yang sangat panjang, saya jadi tahu alasan mengapa waktu itu terjadi macet: ada perbaikan jalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama ini, di Bondowoso hanya satu kali saya temukan ada proyek perbaikan jalan yang dikerjakan pemerintah secara besar-besaran. Entah apa karena saya yang jarang keluar rumah atau pemerintah yang jarang menjalankan program. Intinya, hal tersebut mengurangi angka kemacetan di Bondowoso.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kecuali gunung, nggak banyak destinasi wisata yang menarik bagi orang luar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada banyak alasan suatu daerah dikunjungi oleh banyak orang dari luar daerah. Salah satunya adalah ingin mengunjungi destinasi wisatanya. Kalau di suatu daerah banyak memiliki destinasi wisata menarik, siap-siap saja akan menerima kunjungan banyak orang dari berbagai daerah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan inilah yang kemudian membuat saya jadi bertanya-tanya, apakah Bondowoso nggak punya destinasi wisata yang menarik, sehingga orang luar jarang datang ke sini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau saya cermati, nggak banyak orang luar yang berkunjung ke Bondowoso ramai-ramai kecuali ke gunung. Itu pun sebatas Kawah Ijen. Nah, inilah yang membuat Bondowoso jarang sekali mengalami macet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, Bondowoso memiliki beberapa <a href=\"https:\/\/www.idntimes.com\/travel\/destination\/wisata-alam-di-bondowoso-c1c2-2-01-nzpf3-h84mhp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">destinasi wisata alam<\/a> yang nggak kalah keren dengan daerah-daerah lain. Akan tetapi, strategi promosi yang menurut saya kurang bergairah justru nggak membuat orang luar tertarik. Belum lagi memperbaiki strategi promosi, sudah ada saja beberapa gunung yang kemarin ditutup. Ya, tambah sepi, deh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa alasan mengapa Bondowoso jarang ada macet. Untuk memikirkannya saja kayak sudah mustahil. Tentu saja sebagai orang Bondowoso saya bersyukur, tapi untuk nggak macetnya, ya, bukan nggak majunya.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Ahmad Dani Fauzan<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bondowoso-kabupaten-medioker-yang-perlu-segera-naik-kelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Siasat yang Bisa Diambil Bondowoso supaya Naik Kelas dan Tidak Jadi Kabupaten Medioker\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bondowoso macet? Ah, mana mungkin. Nggak mungkin. Nggak bisa macet sini mah. Orang jarang pada ke sini kok, mau macet gimana.<\/p>\n","protected":false},"author":2726,"featured_media":334532,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1439,12833,911],"class_list":["post-342439","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bondowoso","tag-kawah-ijen","tag-kemacetan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/342439","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2726"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=342439"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/342439\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/334532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=342439"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=342439"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=342439"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}