{"id":342187,"date":"2025-06-23T17:19:47","date_gmt":"2025-06-23T10:19:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=342187"},"modified":"2025-06-23T17:28:46","modified_gmt":"2025-06-23T10:28:46","slug":"puas-naik-bus-mtrans-yang-melarang-penumpangya-kelaparan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/puas-naik-bus-mtrans-yang-melarang-penumpangya-kelaparan\/","title":{"rendered":"Puas Naik MTrans, Bus Surabaya-Denpasar yang Melarang Penumpangnya Kelaparan\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>MTrans pilihan bijak melakukan perjalanan Surabaya- Denpasar.<\/em><\/p>\n<p>Saya tidak pernah membayangkan melakukan perjalanan Surabaya-Denpasar menggunakan bus. Selain memakan waktu yang lama, rasanya sulit melepaskan citra <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/alasan-bus-sumber-selamat-ugal-ugalan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bus yang rawan kecelakaan<\/a> dalam benak ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, saat merancang perjalanan ke Denpasar dari Surabaya, awalnya saya memilih moda transportasi kereta. Saya berencana naik kereta dari Stasiun Gubeng Surabaya ke Ketapang, Banyuwangi. Setelahnya baru disambung dengan naik Bus Sehati untuk perjalanan Gilimanuk-Denpasar.\u00a0 Akan tetapi, jam keberangkatan Bus Sehati terbatas. Nggak cocok dengan jadwal saya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Perjalanan Surabaya-Denpasar naik MTrans adalah pilihan tepat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, saya melakukan perjalanan Surabaya-Denpasar menggunakan MTrans. Pilihan ini saya ambil dengan berbagai pertimbangan dan menonton ulasan di YouTube. Salah satu yang membuat tekad saya bulat adalah harga tiket yang ramah di kantong. Bahkan, harganya lebih murah dibanding melakukan perjalanan naik travel.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya cek media sosial MTrans dan download aplikasinya untuk melakukan pemesanan. Setelah saya cek, harga yang tertera di aplikasi MTrans lebih terjangkau. Di aplikasi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/otomojok\/cititrans-jakarta-jogja-wujud-balas-dendam-kepada-kemiskinan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">RedBus<\/a> dikenakan biaya Rp310 ribu. Sementara di\u00a0 aplikasi MTrans hanya Rp280 ribu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat proses memasukkan barang ke bagasi, saya jadi yakin kalau M-Trans benar-benar pilihan terbaik. Bagaimana tidak, sebelum tas carrier saya masuk bagasi bus, tas saya itu diberi penanda dengan nama saya layaknya saat naik pesawat. Saya merasa kagum sekaligus agak katrok. \u201cBiar nggak ketuker dengan barang penumpang yang lain, Mbak\u201d jelas petugas singkat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Kesan pertama yang baik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat yang ditunggu-tunggu tiba. Akhirnya saya naik ke dalam bus dan duduk di seat 7D sesuai pilihan. Luar biasanya saya tidak mencium bau bus yang seringkali membuat mual. Bus MTrans tetap wangi, tapi tidak menyengat. Itu cukup melegakan bagi saya yang agak rewel soal bau bus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya memilih tempat duduk dekat jendela. Di sana terpasang tirai bersih yang siap menghalau sinar matahari. Tempat duduk saya cukup nyaman, sandarannya bisa dimundurkan, dan terdapat penyangga kaki yang juga bisa diotak-atik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum duduk, air mineral 600ml, bantal, selimut dan goodie bag sudah tersedia di atas tempat duduk dengan rapi. Walaupun tas berwarna putih itu secara ukuran kecil, tapi saya tidak menyangka kalau di dalamnya ada banyak snack.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Dapat banyak camilan untuk menemani perjalanan Surabaya-Denpasar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buang jauh-jauh bayangan camilan ala kadarnya di dalam goodie bag mini itu. Kenyataannya, camilan yang disajikan beragam dan sesuai dengan kebutuhan. Saya mendapat 2 Fitbar, Nutella B-Ready, kacang oven merk Mr.P,\u00a0 kopi kenangan botokan, roti croissant merk 5 Days yang sering saya temui di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/catatan\/aturan-nongkrong-di-indomaret\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Indomaret<\/a>. Tidak ketinggalan, ada juga tisu basah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan pilihan snack itu, saya tidak khawatir kelaparan sepanjang perjalanan. Awalnya saya sempat khawatir akan kelaparan. Sebab, disebutkan hanya mendapat 1 kali makan selama perjalanan. Padahal perjalanan diperkirakan bisa memakan waktu hingga 13 jam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benar saja, selama perjalanan saya sibuk ngunyah camilan yang telah disediakan MTrans. Kalau masih khawatir kelaparan di jalan, penumpang bisa menyeduh popmie karena tersedia dispenser air hangat di dalam bus.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Makanan berat yang cocok di lidah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak lama setelah berangkat dari Surabaya, bus berhenti di sebuah warung makan di daerah Probolinggo. Saya yang belum sarapan itu, siap antre untuk bergantian mengambil makanan secara prasmanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menu yang disediakan banyak dan beragam. Terpantau ada ayam goreng, telur dadar goreng, tumis kacang panjang, sayur sop, perkedel kentang, mie goreng,sayur daun pepaya, dan masih banyak lagi. Di tengah banyaknya lauk pauk itu saya mengambil sayur sop, ayam goreng, sambal dan tak lupa kerupuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking enak dan lapar, saya tambah dari porsi yang diharuskan. Untung saja diperbolehkan dari MTrans.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Puas naik MTrans Surabaya-Denpasar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penumpang masih mendapatkan makanan sebelum bus menyeberang ke Pulau Dewata menggunakan kapal. Penumpang diberi kardus makanan kecil yang berisi mie goreng pipih lengkap dengan sendok dan acar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun nyeletuk ke pegawai yang memberikan makanan tersebut, \u201cTurun dari bus ini berat badan saya nambah, nih, Pak\u201d<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">dan bapaknya pun menjelaskan kalau makanan tersebut diberikan sebelum naik kapal agar perut tidak terlalu kosong <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Biar ngga gampang masuk angin nanti, Mbak,\u201d jawab petugas dengan ramah,\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesampainya di kantor MTrans di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kota_Denpasar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Denpasar<\/a>, saya merasa puas dan mengambil kesimpulan bahwa tidak harus naik pesawat untuk mendapat pelayanan dan fasilitas yang ekslusif ini. Kantor MTrans pun sangat ramah bagi penumpang karena menyediakan banyak kursi untuk menunggu jemputan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun menunggu jemputan dengan perasaan senang dan bersyukur karena masih ada perusahaan bus yang benar-benar green flag. Sebagai perempuan yang melakukan perjalanan sendirian, saya merasa nyaman dan aman. Dan, tidak kalah penting dari itu, saya tidak pernah kelaparan sepanjang perjalanan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Anisah Meidayanti<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/reitama-trans-hapus-trauma-perjalanan-darat-toraja-makassar\/#google_vignette\"><span style=\"font-weight: 400;\">Trauma Perjalanan Darat Toraja-Makassar Sirna Berkat Sleeper Bus Reitama Trans<\/span><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengalaman naik bus MTrans Surabaya Denpasar berkesan karena aman dan nyaman. Penumpang tidak mungkin kelaparan karena diberi banyak makanan. <\/p>\n","protected":false},"author":1482,"featured_media":343095,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[28972,28730,28971,405],"class_list":["post-342187","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-bus-mtrans","tag-denpasar","tag-mtrans","tag-surabaya"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/342187","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1482"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=342187"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/342187\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/343095"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=342187"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=342187"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=342187"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}