{"id":341926,"date":"2025-06-17T13:00:38","date_gmt":"2025-06-17T06:00:38","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=341926"},"modified":"2025-06-23T11:03:16","modified_gmt":"2025-06-23T04:03:16","slug":"gaji-di-malaysia-385-juta-wajar-susanti-upin-ipin-bahagia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gaji-di-malaysia-385-juta-wajar-susanti-upin-ipin-bahagia\/","title":{"rendered":"Wajar kalau Ortu Susanti Ipin Ipin Kabur Aja Dulu karena Gaji Insinyur di Malaysia Capai 385 Juta, Beda Jauh dari Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Studio animasi asal Malaysia yang memproduksi serial TV anak-anak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Les\u2019 Copaque, akhirnya mengungkapkan pekerjaan orang tua Susanti. Dalam potongan video yang diunggah oleh <\/span><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/DKE3Rs-pxPW\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">akun Instagram GNFI<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, Haji Burhanuddin Radzi selaku production founder Les\u2019 Copaque mengatakan, pekerjaan orang tua Susanti di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0adalah insinyur. Dia ingin merepresentasikan Indonesia dalam karakter Susanti dengan cara yang terhormat dan punya status, itu mengapa pekerjaan insinyur yang dipilih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Potongan video menjawab teka-teki yang selama bertahun-tahun coba dipecahkan oleh penonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Bahkan, saking penasarannya, Terminal Mojok pernah membahas soal ini dalam tulisan berjudul <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menebak-pekerjaan-orang-tua-susanti-upin-ipin-di-malaysia\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Menebak Pekerjaan Orang Tua Susanti \u201cUpin Ipin\u201d di Malaysia<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Potongan video itu sekaligus menjawab rasa penasaran penonton terkait karakter Susanti dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang tampak serba berkecukupan, hobinya saja fotografi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asal tahu saja, bekerja sebagai insinyur di Malaysia lumayan menjanjikan baik dari sisi gaji maupun prospek kerja. Kalau saya seorang insinyur seperti orang tua Susanti, saya juga akan memilih kerja di Malaysia daripada Indonesia yang kondisinya sedang gojak-gajek gini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Prospek kerja insinyur di Malaysia lebih menjanjikan daripada Indonesia<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, orang tuanya Susanti pintar banget mencari peluang. Menurut berbagai sumber, Malaysia bertumbuh secara bertahap selama beberapa tahun terakhir. Ada pergeseran sektor di Malaysia dari produsen bahan baku mentah jadi industri yang inovatif dan beragam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertumbuhan dan pergeseran sektor ini membuat kebutuhan akan insinyur begitu urgent. Bahkan, baru-baru ini, Malaysia mulai serius menggarap energi terbarukan sehingga lowongan kerja insinyur yang berkaitan dengan green energy sedang dibuka besar-besaran. Kemungkinan besar sih, orang tua Susanti bekerja di bidang ini ya karena kebutuhannya memang lagi banyak-banyaknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau memang orang tua Susanti kerja sebagai insinyur berkaitan dengan energi terbarukan, spesifiknya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ehsan-upin-ipin-punya-ayah-crazy-rich-segini-kekayaannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">industri otomotif khususnya EV<\/a>, jelas pendapatannya sangat tinggi. Bahkan, gajinya bisa menyentuh RM100.000 per tahun lho. Apabila dihitung dalam mata uang rupiah, gaji orang tua Susanti mencapai sekitar Rp385 juta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu baru 1 orang, gimana kalau kedua orang tuanya adalah insinyur? Nggak heran kalau Susanti dan keluarganya serba berkecukupan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Lapangan kerja Malaysia lebih potensial<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali lagi saya mau memuji orang tua Susanti di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atas keputusannya memilih kerja di Negeri Jiran. Walau kita tidak pernah benar-benar tahu faktor yang melatarbelakangi mereka mengadu nasib ke luar negeri, keputusan hijrah ke Malaysia sangatlah tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak heran banyak orang Indonesia yang kemudian merantau ke Malaysia untuk mengadu nasib. Terlebih di tengah kondisi lapangan kerja Indonesia yang nggak baik-baik saja. Kesempatan kerja semakin ketat, sementara PHK terjadi di mana-mana. Kondisi di atas begitu berbeda dengan Malaysia. Tingkat PHK di Malaysia pun juga cenderung stabil. Menurut The Edge Malaysia, per April 2025 tingkat pengangguran turun menjadi 3% dari 3.1%. Ini menjadi persentase terendah sejak 2015.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tampaknya, negaranya Upin dan Ipin ini bakalan memiliki masa depan cerah di bidang ketenagakerjaan. Pasalnya, sektor jasa dan teknologi sedang meningkat pesat di sana. Selain itu, faktor investasi di bidang digitalisasi dan automasi juga sedang gencar. Bisa dipastikan lapangan pekerjaan akan selalu ada dan bertambah seiring meningkatnya ekonomi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Ortu Susanti bisa dapat benefit menggiurkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di kala ekonomi dan politik dunia yang semrawut, percayalah quotes \u201clebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang\u201d nggak lagi relevan. Orang tua Susanti nampaknya sudah sadar hal itu sejak dulu. Ngapain tenggelam dengan masalah di negeri sendiri kalau bisa hidup damai di negeri orang?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Malaysia, boleh jadi pekerjaan insinyur punya benefit yang nggak main-main. Misalnya, ada business trip ke luar negeri, bonus melimpah, pendidikan dan kesehatan keluarga dijamin, cuti lebih banyak, dll. Lagi pula, Susanti juga bisa jadi pribadi yang lebih adaptif dengan punya teman dengan berbagai latar belajang dan bahasa. Kalau di Indonesia saja, paling banter dia cuma punya kawan yang itu-itu saja dan paling mentok\u00a0 bisa bahasa Betawi dan Indonesia aja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan melihat berbagai keuntungan kerja di Malaysia yang lebih menjanjikan, sudah betul orang tuanya Susanti memilih kerja di sana. Benefit-nya bagus, gajinya besar, dan tingkat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/aktual\/phk-tidak-manusiawai-di-avo-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PHK<\/a> pun juga rendah. Untung saja di salah satu episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sempat viral, tentang Susanti yang hendak pulang ke Indonesia, tidak betulan terjadi ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bella Yuninda Putri<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-karakter-upin-ipin-terkenal-green-flag-tapi-aslinya-red-flag\/\"><b>5 Karakter \u201cUpin Ipin\u201d yang Terkenal Green Flag, tapi Aslinya Red Flag Banget<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini <\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keputusan tepat orang tua Susanti Upin Ipin jadi insinyur di Malaysia, gajinya lebih tinggi, lapangan kerja lebih stabil, dan banyak benefit.<\/p>\n","protected":false},"author":1616,"featured_media":341931,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5612,14409,27507,5855],"class_list":["post-341926","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-malaysia","tag-susanti","tag-susanti-upin-ipin","tag-upin-ipin"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/341926","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1616"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=341926"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/341926\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/341931"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=341926"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=341926"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=341926"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}