{"id":341274,"date":"2025-06-13T09:00:47","date_gmt":"2025-06-13T02:00:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=341274"},"modified":"2025-06-12T21:42:03","modified_gmt":"2025-06-12T14:42:03","slug":"5-kasta-toga-wisuda-dengan-desain-paling-unik-hingga-biasa-aja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-kasta-toga-wisuda-dengan-desain-paling-unik-hingga-biasa-aja\/","title":{"rendered":"5 Kasta Toga Wisuda dengan Desain Paling Unik hingga Biasa Aja"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengenakan toga wisuda jadi impian mahasiswa yang sudah susah payah kuliah hingga berhasil lulus. Rasanya kurang afdal apabila lulus dari perguruan tinggi tidak melewati seremonial wisuda lengkap dengan toganya. Momentum akan semakin terkenang apabila toga wisuda yang dikenakan memiliki desain yang apik, bahkan unik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbicara tentang toga wisuda, setiap perguruan tinggi punya toga dengan ciri khas masing-masing. Di tulisan kali ini, saya akan coba untuk membandingkan toga dari 5 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik di Indonesia, yaitu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/kampus\/alasan-kuliah-di-fakultas-ilmu-administrasi-ui-bikin-menyesal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Indonesia (UI)<\/a>, Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Padjadjaran (UNPAD).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau versi saya, urutan toga mulai dari yang terkece hingga yang \u2018B\u2019 saja akan seperti ini: UNPAD, ITB, UGM, UI, UNDIP. Duh, maaf ya UNDIP. Dari segi toga wisuda pun kamu harus ada di posisi paling buncit. Gimana, ya? Susah banget untuk nggak setuju dengan cuitan netizen yang menyebut<\/span><a href=\"https:\/\/x.com\/seokkuson\/status\/1919702045579477307?t=LmsYroPngQdyAB-oc5pxxw&amp;s=19\"> <span style=\"font-weight: 400;\">toga UNDIP ini mirip toga anak TPQ<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa mereka yang dibandingkan? Sederhana saja, MyLov. Selama ini, pemeringkatan mereka hanya menggunakan indikator-indikator mumet, seperti publikasi akademis, reputasi alumni, dan banyak ukuran ini. Kali ini saya ingin mengurutkannya dengan cara yang lebih sederhana, desain toga wisuda.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Toga wisuda UNDIP terlalu biasa hingga jadi pembicaraan\u00a0 akun base<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Toga wisuda Undip bermain aman: warna hitam elegan dengan stola berwarna biru terang. Dah, begitu saja saja. Toga akan sedikit lebih bervariasi kalau mahasiswa yang lulu menyandang predikat cumlaude. Mereka mendapat aksesori tambahan berupa kalung samir dengan warna kuning. Tapi, tidak mungkin kan mahasiswa yang lulus di satu periode wisuda semuanya cumlaude.\u00a0 Itu mengapa wisuda <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/undip-kampus-yang-ramah-untuk-perantau-newbie\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UNDIP<\/a> terasa kurang berwarna dan bervariasi karena hanya diwarnai dengan warna hitam saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking polosnya model toga wisuda UNDIP, jadi sangat kentara mahasiswa yang cumlaude dan mahasiswa yang lulus biasa saja. Ada wisudawan yang mengaku sedikit sakit hati saat ditanya, \u201cKok kamu nggak pake kalung yang kuning itu?\u201d Banyak pula curhatan pahit lain seputar toga UNDIP ini yang bisa kamu temukan di<\/span><a href=\"https:\/\/x.com\/undipmfs\/status\/1919620295331107183?t=lo5NTfxjKgvKKRXd1WyicA&amp;s=19\"> <span style=\"font-weight: 400;\">akun base X anak UNDIP<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi curiga, jangan-jangan toga wisuda polos ini adalah salah cara UNDIP memacu mahasiswa agar lulus dengan nilai baik dan cepat. Semua demi samir kuning supaya toga nggak polos-polos amat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 UI dan toga yang punya aura intimidatif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti desain pada umumnya, toga wisuda UI berwarna hitam klasik yang menjuntai hingga lutut. Kemudian, ada tiga lapis atribut di dada dan bahu, yaitu sleber (kerah lebar) berupa kain kuning dengan list warna makara dan fakultas, samir yang dipakai ala dasi panjang dengan warna senada sleber, dan gordon (medali logam berlogo makara UI). Ornamen lainnya ada pada lengan kanan toga, yaitu berupa strip horizontal yang menunjukkan tingkatan akademik wisudawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Boleh dibilang, toga wisuda UI ini lebih ramai dibandingkan UNDIP. Terlebih, pernak-pernik toga mengandung filosofi. Itu sebabnya, kalau toga UI ini dilihat dengan seksama, terasa sekali aura intimidatifnya. Terasa gagah gitu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Toga wisuda UGM terlihat sederhana, padahal \u2026<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak seperti toga milik UI, toga widua <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ugm-memberi-rasa-sesal-setelah-4-tahun-kuliah-sosiologi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UGM<\/a> terlibat lebih minimalis karena tidak ada sleber. Cukup dengan jubah hitam polos, mortarboard, samir kuning, dan garis warna sesuai fakultas dan pin kecil di dada kiri sebagai pemanis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, jangan tertipu dengan tampilan toganya yang terlihat sederhana. Pasalnya, ada satu elemen di toga UGM yang justru sangat mencolok. Yaitu, medali yang ada di samir. Wow, besar dan berkilau! Seolah, UGM ini mau bilang, \u201cGue sederhana, tapi gue berharga.\u201d<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 ITB dengan warna biru yang khas, lain daripada yang lain<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Segar dan berbeda. Itulah 2 kata yang tepat untuk menggambarkan<\/span><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/DBgifxJv5U_\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">toga ITB<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Bagaimana tidak? Saat toga perguruan tinggi lain didominasi warna hitam, ITB, berani beda dengan toga berwarna biru. Sleber ITB juga tak kalah \u2018nyeleneh\u2019 karena dijahit menyatu dengan toga. Warna slebernya sama-sama biru, tapi birunya lebih gelap dan dingin, sedingin kalkulus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, yang membuat toga ITB semakin terasa segar dan berbeda adalah tampilan toganya yang dibuat tanpa lengan. Wah, yang ciwi-ciwi pasti demen, nih. Pasalnya, mereka bisa memamerkan lengan kebaya mereka yang kece itu. Ya kali udah jahit mahal-mahal trus nggak kelihatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di mata yang melihatnya, toga wisuda ITB ini tampak begitu praktis, nggak ribet, dan tetap unik. Siapa saja yang melihatnya bisa tahu kalau itu toga wisuda ITB.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Toga UNPAD, pernah viral saking modisnya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Toga wisuda UNPAD menduduki kasta tertinggi. <\/span><a href=\"https:\/\/x.com\/unpad\/status\/1455850116707864577\"><span style=\"font-weight: 400;\">Toga UNPAD<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang bukan hanya sekedar beda, tapi modis. Saking modisnya, toga UNPAD bahkan pernah trending di X karena disebut-sebut mirip dengan jubah asrama di film fantasi Harry Potter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warna toga UNPAD didominasi dengan warna cerah, sesuai dengan tingkatannya. Program Diploma hadir dengan toga berwarna biru muda, program <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ijazah-sarjana-nggak-berguna\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sarjana<\/a> dan Profesi berwarna merah, program Magister dan Spesialis berwarna hijau, dan program Doktor berwarna biru tua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Toga UNPAD juga dipercantik dengan memunculkan ciri khas budaya sunda, yaitu motif batik Pakuan Padjadjaran yang menjadi bingkai di setiap sisi jubah. Tak ketinggalan topi mereka yang\u2026 aduhai, kiwoyo pisan, euy!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas kasta toga wisuda dari beberapa PTN paling favorit di Indonesia. Sekali lagi, urutan di atas berdasar tanggapan pribadi saya ya, kalian yang tidak setuju boleh membalas tulisan ini dengan kasta toga wisuda versi kalian. Terlepas dari itu semua, hal paling mewah dari toga bukan seberapa banyak atribut yang menempel, ataupun se-ndakik-ndakik apa filosofi yang diusung. Tetapi, hal paling mewah dari toga adalah perjuangan untuk mendapatkannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis:\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dyan Arfiana Ayu Puspita<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jurusan-sastra-indonesia-uny-aslinya-biasa-aja\/\">Sastra Indonesia UNY, Jurusan yang Aslinya Biasa Saja, tapi Dikemas Luar Biasa oleh Kampus<\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Toga wisuda membuat momentum lulus kuliah jadi makan berkesan, apalagi kalau desain yang apik dan unik. Sayangnya tidak semua seperti itu.<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":341281,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[436,28842,21196,28841,2312],"class_list":["post-341274","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-kuliah","tag-lulus-kuliah-ptn","tag-toga","tag-toga-wisuda","tag-wisuda"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/341274","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=341274"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/341274\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/341281"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=341274"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=341274"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=341274"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}