{"id":340770,"date":"2025-06-10T08:49:10","date_gmt":"2025-06-10T01:49:10","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=340770"},"modified":"2025-06-16T15:44:48","modified_gmt":"2025-06-16T08:44:48","slug":"stasiun-lempuyangan-surga-penumpang-krl-jogja-solo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stasiun-lempuyangan-surga-penumpang-krl-jogja-solo\/","title":{"rendered":"Derita Penumpang KRL Jogja Solo yang Naik Stasiun Tugu Jogja, Setelah Mencoba Sendiri Mending Naik dari Stasiun Lempuyangan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah 3 kali saya pulang-pergi ke Solo menggunakan KRL Jogja Solo. Menariknya, hampir setiap orang yang saya temui selalu menyarankan agar naik dari Stasiun Lempuyangan ketimbang Stasiun Tugu Jogja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya saya tidak paham alasannya. Tetapi, setelah mencoba, saya jadi mengerti bahwa Stasiun Lempuyangan adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-aturan-tidak-tertulis-di-stasiun-lempuyangan-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pilihan terbaik untuk memulai perjalanan<\/a>.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengalaman yang Melelahkan di Stasiun Tugu Jogja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih teringat jelas di benak saya pengalaman melelahkan saat berangkat dari Stasiun Tugu Jogja pada suatu sore sekitar pukul 17:30. Saya dan teman saya tiba di stasiun dan langsung disambut pemandangan antrian panjang naik KRL Jogja Solo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika kereta tiba, situasi berubah menjadi kekacauan kecil. Saya dan teman saya berlarian untuk mendapatkan kursi, bahkan sampai terdorong-dorong orang lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun pada akhirnya berhasil mendapatkan kursi, kami terpaksa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/krl-jogja-solo-menguji-empati-penumpang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">duduk terpisah<\/a> beda gerbong. Kondisi seperti ini tentu saja tidak ideal. Terutama jika bepergian bersama teman atau keluarga dan ingin menikmati perjalanan bersama.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ketenangan di Stasiun Lempuyangan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika melihat peta rute KRL Jogja Solo, Stasiun Tugu Jogja memang menjadi titik pemberangkatan pertama. Secara logika, naik dari stasiun pertama harusnya memberi peluang lebih besar untuk duduk. Namun, faktanya berbeda untuk jadwal sore hari, terutama di 17:30.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stasiun Lempuyangan yang hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Stasiun Tugu Jogja, ternyata menawarkan pengalaman yang jauh berbeda. Berada di urutan kedua dalam rute KRL Jogja Solo, Stasiun Lempuyangan menjadi alternatif strategis bagi penumpang yang ingin menghindari kerumunan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah pengalaman yang kurang menyenangkan itu, saya memutuskan untuk mencoba alternatif lain. Untuk perjalanan berikutnya dari Jogja ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membayangkan-krl-jogja-solo-lenyap-penglaju-akan-kerepotan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Solo<\/a>, saya memilih Stasiun Lempuyangan. Perbedaannya terasa sangat mencolok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Situasi di Stasiun Lempuyangan jauh lebih tenang dan tertib. Tidak ada kerumunan orang atau antrian panjang yang membuat stres. Suasana stasiun yang lebih santai membuat persiapan keberangkatan lebih nyaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang benar, saat kereta datang, saya tidak langsung mendapatkan kursi dan harus berdiri. Namun, ini adalah hal yang menurut saya sangat masuk akal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlebih lagi, setelah kereta melewati Stasiun Tugu Jogja banyak penumpang yang turun di sana. Maklum, Tugu merupakan tujuan akhir bagi sebagian besar penumpang. Alhasil, kursi-kursi kosong mulai tersedia dan saya bisa duduk untuk menikmati sisa perjalanan dengan nyaman.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pola Pergerakan Penumpang KRL Jogja Solo<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kita mengamati, ada pola menarik dalam pergerakan penumpang KRL Jogja Solo. Rahma Aulia (25), seorang karyawan yang saya temui di KRL membenarkan pengamatan saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kebanyakan penumpang memang naik dari Stasiun Tugu Jogja, tapi banyak juga yang turun di sana. Stasiun itu seperti titik pertukaran. Penumpang dari arah Solo yang hendak ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-tinggal-di-kota-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pusat kota<\/a> akan turun di sana. Sementara penumpang dari Jogja yang hendak ke Solo akan naik di sana juga,&#8221; jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Informasi ini semakin memperkuat logika memilih Stasiun Lempuyangan. Dengan naiknya banyak penumpang di Stasiun Tugu Jogja, peluang mendapatkan kursi bagi penumpang yang naik dari sana menjadi lebih kecil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, dengan naik dari Stasiun Lempuyangan, penumpang dapat menghindari kepadatan di Stasiun Tugu Jogja. Peluang dapat kursi jadi lebih besar.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pertumbuhan pengguna KRL dan implikasinya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir tempo.co, jumlah pengguna KRL Jogja Solo pada 2024 mencapai 659.764 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan. Volume total pengguna Commuter Line Yogyakarta\u2013Palur (Solo) meningkat sebesar 16% dibandingkan 2023 sebesar 566.734 orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peningkatan jumlah penumpang ini tentu membawa implikasi tersendiri. Terutama dalam hal kepadatan di stasiun-stasiun utama seperti Stasiun Tugu Jogja. Oleh karena itu, memilih stasiun alternatif seperti Stasiun Lempuyangan menjadi strategi yang semakin relevan bagi pengguna KRL.<\/span><\/p>\n<h2><b>Langkah bijak bagi pengguna baru<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang baru akan mencoba KRL Jogja Solo, ada beberapa tips dari saya. Pertama, jika prioritasnya adalah mendapatkan kursi sejak awal perjalanan, berangkat dari Stasiun Tugu Jogja pada jam-jam sepi. Misalnya, pagi sangat awal atau siang hari di luar jam sibuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jika lebih mementingkan proses keberangkatan yang nyaman dan tidak keberatan untuk berdiri sejenak, Stasiun Lempuyangan adalah pilihan yang jauh lebih bijak. Terlebih lagi, peluang untuk mendapatkan kursi setelah melewati Tugu cukup besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenyataan itu tak bisa disangkal. Bahkan seorang driver ojek online di Jogja pernah menyarankan saya agar naik KRL Jogja Solo dari Stasiun Lempuyangan jika ingin ke arah <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Stasiun_Palur\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Palur<\/a> pada sore hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBiasanya sore rame banget. Apalagi sekitar jam 5 lebih. Tapi kalau naik dari Lempuyangan, Mbak bisa lebih siap. Soalnya dari situ orang-orang udah pada ngantri banyak,\u201d ujar Pak Toni, driver ojek online yang saya temui saat itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNah, kalau mau cari aman dan bisa dapat posisi strategis meskipun berdiri, ya mending naik dari Stasiun Lempuyangan daripada buru-buru ke Tugu. Kalau dari Tugu, antriannya udah kaya ular naga panjangnya,\u201d tambahnya sambil tertawa kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi para penumpang baru, strategi semacam ini bukan hanya soal naik kereta, tapi bagian dari adaptasi terhadap pola perjalanan KRL yang semakin padat. Apalagi dengan meningkatnya volume penumpang dari tahun ke tahun, bersikap fleksibel dan cerdas memilih titik keberangkatan menjadi kunci kenyamanan selama perjalanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/cerita-horor-di-stasiun-tugu-jogja\/\">Horor di Stasiun Tugu Jogja: Semakin Dicari Sisi Logisnya, Semakin Seram Ceritanya<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Stasiun Tugu memang ikonik, tapi bikin lelah dan nggak nyaman. Mending Stasiun Lempuyangan kalau mau naik dan turun dari KRL Jogja Solo.<\/p>\n","protected":false},"author":2984,"featured_media":341182,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[115,10877,16104,2284,19313,28835,21665],"class_list":["post-340770","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-jogja","tag-krl-jogja-solo","tag-lempuyangan","tag-solo","tag-stasiun-lempuyangan","tag-stasiun-palur-solo","tag-stasiun-tugu-jogja"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/340770","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2984"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=340770"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/340770\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/341182"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=340770"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=340770"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=340770"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}