{"id":340676,"date":"2025-06-09T13:32:36","date_gmt":"2025-06-09T06:32:36","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=340676"},"modified":"2025-06-09T13:32:36","modified_gmt":"2025-06-09T06:32:36","slug":"stop-meromantisasi-bus-trans-jatim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stop-meromantisasi-bus-trans-jatim\/","title":{"rendered":"Stop Meromantisasi Bus Trans Jatim, Nyatanya Naik Bus Ini Menguji Adrenalin!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak yang mengatakan bahwa bus Trans Jatim adalah bentuk kemajuan transportasi di Jawa Timur. Bahkan, disebut satu-satunya proker Bu Khofifah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/trans-jatim-satu-satunya-proker-gubernur-jawa-timur-yang-patut-diapresiasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">yang berhasil<\/a>. Tak sedikit pula masyarakat yang berkomentar bahwa menaiki bus ini nuansanya sama dengan transportasi di negara-negara maju, seperti Jepang lah misalnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngomong-ngomong, yakin banget kek Jepang, udah pada ke Jepang nih?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar komentar positif dari penumpang Trans Jatim, jujur saya penasaran ingin mencobanya. Tapi, setelah saya coba beberapa kali, pengalaman yang saya rasakan malah sebaliknya. Memilih untuk naik Trans Jatim artinya juga memilih untuk menguji adrenalin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya saya berpikir, dengan menggunakan bus Trans Jatim untuk bepergian, saya bisa bepergian dengan tenang. Memerhatikan bus ini saat melaju pun terlihat nyaman. Penumpangnya juga tetap ramai, bahkan kadang harus menunggu kedatangan bus berikutnya karena penumpangnya penuh. Bukti bahwa banyak yang menyukai Trans Jatim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi setelah saya mencobanya, apa yang saya alami tak seperti apa yang saya lihat. Menaiki bus ini cukup menguras tenaga. Efek gerakan saat berbelok, berhenti, menyalip dan lainnya sangat terasa bagi penumpang. Penumpang harus ekstra berpegangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau saya ibaratkan bus Trans Jatim sebagai sebuah kamera, maka bus ini kurang stabilizer-nya. Jadi hasilnya penuh dengan goyangan. Dibandingan dengan Suroboyo Bus, tentu jauh. Suroboyo Bus stabilizer-nya cukup bagus. Jadi, goyangannya tidak begitu terasa oleh penumpang. Hehehe!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin, ini juga kalian rasakan, kan?<\/span><\/p>\n<h2><b>Sopir Bus Trans Jatim suka uji nyali<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kekurangan stabilizer, sopir bus Trans Jatim juga menjadi alasan mengapa menaiki bus ini bak menguji adrenalin. Sopirnya sepertinya sangat suka dengan tantangan, sebab cara menyetirnya tidak jauh beda dengan bus biasa yang dikejar jumlah setoran. Harus segera sampai, dan segera dapat penumpang kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya ketika berada di perempatan lampu merah, alih-alih menunggu dengan sabar, bus Trans Jatim memilih cara lain. Mereka memilih untuk belok kiri langsung, lalu belok kanan memutus jalan. Tentu saja ini harus dilakukan dengan sedikit terburu-buru, sebab jika tidak, maka akan mengganggu kendaraan dari arah lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, kemarin juga sempat viral sopir bus Trans Jatim yang<\/span><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/DKjAJKxxSRS\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">lawan arah<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> saat membawa penumpang. Hasilnya, bus ini malah menutup jalan. Akhirnya, pramudi bus tersebut pun diberhentikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, apakah di Jepang juga seperti ini, Gaes?<\/span><\/p>\n<h2><b>Penumpang dipaksa bersyukur<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak menampik bahwa Trans Jatim benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Jawa Timur, terutama di lingkup kawasan Gerbangkertosusila. Sebab, dengan ongkos Rp5 ribu kita sudah bisa keluyuran dengan bus Trans Jatim. Contohnya saya yang dari Bangkalan bisa menuju Surabaya dengan Rp5 ribu saja, yang jika menggunakan bus biasa mungkin bisa 2-3 kali lipat atau lebih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, saat saya mahasiswa saya dapat potongan 50 persen. Jadi, cuma bayar Rp2.500!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya tapi ketahuilah, karena ongkosnya murah inilah kita lebih memilih pasrah. Penumpang Trans Jatim dipaksa bersyukur dengan fasilitas bus yang kerap menguji nyali. Kalau tidak bersyukur, pasti ada yang bilang, daripada di kota ini tidak ada bus murahnya. Hadeh!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, kalau saya tajir melintir, mana mungkin saya menaiki Trans Jatim, Gaes. Bus yang terseok-seok kalau jalan, mana sopirnya juga suka menguji adrenalin. Pejabat-pejabat kita? Haduh, apalagi mereka. Mereka tentu lebih suka menggunakan mobil dinas berplat merah. Kalau memang harus menggunakan transportasi umum, tentulah naik bus eksekutif saja. Sudah ada anggarannya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah liat pejabat Jawa Timur naik bus Trans Jatim? Ya kalian tahu lah, itu pencitraan aja!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Abdur Rohman<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-pertama-mencoba-bus-trans-jatim-bangkalan-surabaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengalaman Pertama Mencoba Bus Trans Jatim Bangkalan-Surabaya, Bikin Saya Kapok dan Mikir Ulang kalau Mau Naik Lagi<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Awalnya saya berpikir, dengan menggunakan bus Trans Jatim untuk bepergian, saya bisa bepergian dengan tenang. Ternyata, saya salah.<\/p>\n","protected":false},"author":2507,"featured_media":320398,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[27699,405,17388],"class_list":["post-340676","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-bus-trans-jatim","tag-surabaya","tag-trans-jatim"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/340676","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2507"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=340676"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/340676\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/320398"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=340676"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=340676"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=340676"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}