{"id":339745,"date":"2025-06-03T10:36:55","date_gmt":"2025-06-03T03:36:55","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=339745"},"modified":"2025-06-03T10:36:55","modified_gmt":"2025-06-03T03:36:55","slug":"kabupaten-purworejo-kabupaten-tak-dianggap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kabupaten-purworejo-kabupaten-tak-dianggap\/","title":{"rendered":"Kabupaten Purworejo, Kabupaten Tak Dianggap padahal Jasanya Besar dan Surganya para Introvert"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau diminta menyebutkan nama-nama kabupaten di Jawa Tengah, saya yakin sebagian besar orang yang tinggal di luar provinsi tersebut nggak bakal menyebutkan Kabupaten Purworejo. Purworejo, kabupaten yang justru lebih dekat dengan Daerah Istimewa Yogyakarta dibanding ibu kota provinsinya ini memang lumayan underrated.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Purworejo jarang banget disorot, baik oleh media maupun masyarakat umum. Sekalinya diliput berita pun tentang bencana longsor atau konflik Wadas yang disebabkan oleh proyek nasional. Dengan kata lain, potensi-potensi Purworejo malah nggak diekspos ke khalayak luas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, Purworejo itu punya banyak potensi yang sayang banget kalau nggak dipromosikan oleh pemerintah ke publik. Memang, sih, beberapa potensinya sudah diberdayakan, tapi belum maksimal. Contohnya seperti berikut ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kabupaten Purworejo berjasa besar mempertemukan pemudik dengan keluarga tercinta<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun Purworejo terletak 125 km atau sekitar 3 jam 20 menit mengendarai mobil dari Semarang, ibu kota Provinsi Jawa Tengah, bukan berarti Purworejo nggak punya kelebihan dari segi lokasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Purworejo berperan sebagai wilayah penghubung antara timur dan barat via pantai selatan. Kedengarannya hal ini sepele tapi sebenarnya potensinya besar. Orang-orang yang mudik atau sekadar melakukan perjalanan dari barat ke timur, begitu pula sebaliknya pasti melewati Purworejo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baik jalur kereta api maupun jalan raya, Purworejo terlibat sebagai mediumnya. Purworejo dilalui jalur kereta api selatan dengan Stasiun Kutoarjo dan Purworejo sebagai stasiun terbesarnya.\u00a0 Jalur jalan rayanya pun dilalui bus-bus antarprovinsi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi ini menjadikan Purworejo punya potensi yang besar banget baik untuk ekonomi maupun pariwisata. Salah satunya begini. Ketika melintasi wilayah Purworejo, kamu akan melihat warung-warung kecil yang menjajakan kupat tahu dan dawet hitam di kiri-kanan jalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah perjalanan pasti banyak pelaku perjalanan yang beristirahat dan melepas penat sembari menikmati makanan dikelilingi sawah dan pegunungan nun jauh di mata. Itulah salah satu potensi kuliner dan pariwisata khas Purworejo.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tempat wisata nyaman untuk introvert ada di Purworejo<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Segala macam tempat wisata ada di Purworejo dengan berbagai hidden gem-nya. Kamu bisa menjumpai tempat wisata alam maupun buatan dari utara ke selatan, barat ke timur Kabupaten Purworejo. Soalnya di Purworejo terdapat pegunungan, pantai, goa, air terjun, hingga sungai. Dari pegunungan sampai pesisir ada aja tempat healing-nya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan dari segi kultur pun Purworejo termasuk daerah yang nggak boleh dilewatkan. Di sana ada kesenian tradisional Tari Dolalak yang pada 2020 lalu<\/span><a href=\"https:\/\/x.com\/yanbudi18\/status\/1325387578204323840\"> <span style=\"font-weight: 400;\">memecahkan rekor<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dunia dengan penari masal terbanyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi jarang banget yang meng-highlight Purworejo sebagai tempat wisata. Boro-boro dimasukkan ke daftar tempat wisata yang bakal full turis saat long weekend, Purworejo saja hampir nggak pernah masuk list tempat wisata recommended di Jawa Tengah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi di balik itu, artinya Kabupaten Purworejo termasuk wilayah dengan tempat wisata yang tenang. Lokasi-lokasi wisata yang menenangkan seperti itulah yang dicari oleh para introvert. Introvert butuh tempat yang nggak ramai untuk healing dan recharging diri. Celah ini bisa dikembangkan sama masyarakat dan pemerintah setempat untuk menaikkan pamor Purworejo.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tempat terbaik untuk slow living dan menikmati masa pensiun<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Jawa Tengah memang ada beberapa kabupaten yang masuk kriteria tempat terbaik untuk menghabiskan masa tua dan menikmati slow living. Dan Purworejo termasuk kabupaten yang pantas untuk masuk ke dalam daftar tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Purworejo merupakan daerah dengan rata-rata pengeluaran terendah di Jawa Tengah. Menurut data Susenas BPS yang dilansir dari<\/span><a href=\"https:\/\/goodstats.id\/article\/jadi-kawasan-terbaik-slow-living-pengeluaran-masyarakat-purworejo-terendah-se-jateng-knuWo\"> <span style=\"font-weight: 400;\">GoodStats<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, rata-rata pengeluaran di Purworejo per orang hanyalah Rp936.059 per bulan. Artinya pola konsumsi masyarakatnya lebih efisien. Di saat yang sama masyarakatnya mampu memenuhi kebutuhan pokok tanpa tuntutan biaya hidup yang tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, soal perumahan, Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) di kabupaten tersebut juga rendah. IKK menjadi indikator seberapa mahal biaya pembangunan infrastruktur di suatu wilayah. Dengan IKK yang rendah, maka masyarakat bisa membangun dan merenovasi tempat tinggal dengan biaya lebih murah. IKK di Purworejo adalah 99,38 dan menjadikannya terendah keempat di Jawa Tengah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, jika kamu tinggal di Purworejo, kamu bisa merasakan keseimbangan hidup sekaligus ketenangan tanpa dikejar-kejar biaya hidup dan perumahan yang mahal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa potensi yang dimiliki oleh Purworejo bisa banget lho dipromosikan oleh pemerintahnya. Daripada merugikan masyarakat dengan menjadikan Purworejo sebagai lahan rebutan penguasa, kan.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/purworejo-tempat-ideal-bagi-introvert-yang-mendambakan-ketenangan-hidup\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Purworejo, Tempat Ideal bagi para Introvert yang Mendambakan Ketenangan Hidup<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabupaten Purworejo itu punya banyak potensi yang sayang banget kalau nggak dipromosikan oleh pemerintah ke publik.<\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":339750,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[23362,10034,22482],"class_list":["post-339745","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-kabupaten-purworejo","tag-purworejo","tag-stasiun-kutoarjo"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/339745","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=339745"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/339745\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/339750"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=339745"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=339745"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=339745"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}