{"id":339214,"date":"2025-06-01T08:00:48","date_gmt":"2025-06-01T01:00:48","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=339214"},"modified":"2025-06-02T12:21:09","modified_gmt":"2025-06-02T05:21:09","slug":"penjaga-warung-madura-benci-5-kelakuan-pembeli-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/penjaga-warung-madura-benci-5-kelakuan-pembeli-ini\/","title":{"rendered":"5 Kelakuan Pembeli yang Dibenci Penjaga Warung Madura"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warung Madura itu sudah seperti supermarket bagi saya. Mau beli apapun, terutama berkenaan dengan kebutuhan harian, semuanya ada. Selain itu, harganya\u00a0 lebih murah, setidaknya dengan kompetitor lainnya macam <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-barang-indomaret-yang-baiknya-dihindari-karena-bikin-rugi\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Indomaret<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> atau Alfamart yang lebih segmented.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, saya merasa beruntung ketika hidup di Surabaya. Saya bisa dengan mudah menemukan warung Madura di sana. Di sekitar kosan setidaknya ada dua warung Madura yang bisa saya pilih ketika ingin berbelanja kebutuhan pokok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berkat sering berbelanja di sana, saya jadi menyadari beberapa hal terkait warung Madura dan penjaganya. Termasuk aturan-aturan tidak tertulis hingga tipe-tipe pembeli yang dibenci penjual atau penjaga warung Madura. Saya rasa hal ini sebaiknya diketahui oleh pembeli, terutama mereka yang masih \u201cnewbie\u201d belanja di warung Madura. Jangan sampai pembeli melakukan hal-hal yang menimbulkan ketidaknyamanan ketika belanja.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Pembayaran QRIS<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebisa mungkin sediakan uang cash ketika belanja di Warung Madura. Beberapa warung Madura yang berukuran besar memang sudah ada yang menyediakan pembayaran nontunai melalui <\/span><a href=\"https:\/\/qris.interactive.co.id\/homepage\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">QRIS<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Tapi, itu hanya segelintir saja, mayoritas masih menerapkan tunai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sempat bertanya kepada salah satu pemilik warung warung Madura, katanya mereka lebih senang pembayaran cash supaya lebih likuid. Selain itu, rasanya nanggung belanja di bawah Rp50.000 masuknya ke rekening bank. Mereka jadi harus effort ke<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/masalah-di-atm-indomaret-yang-nyusahin-dan-rugikan-pengguna\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">ATM<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> terlebih dahulu ketika hendak belanja persediaan yang sudah habis. Pun ketika ada pemasok telur atau sejenis yang mengantarkan barang-barang ke tempat mereka, banyak yang meminta pembayaran via tunai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi perlu diperhatikan bagi konsumen yang berbelanja di warung Madura, usahakan uangnya tunai ya. Supaya nggak ribet dan mereka nggak ngedumel ketika menerima pembayaran. Bagi kita sih mudah, bagi mereka agak nljimet.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Belanja barang murah dengan pecahan uang nominal besar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini etika umum sih sebenarnya, cuma sering diabaikan oleh konsumen. Terutama sebagai dalih untuk memecahkan uang Rp50.000 atau Rp100.000. Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, warung Madura butuh uang tunai supaya likuid. Nah, dengan memberi kembalian uang pecahan banyak, itu berarti mengurangi likuiditas arus kas mereka di hari itu. Masak cuma beli<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/aquviva-penantang-baru-le-minerale\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">air mineral<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang harganya nggak ada Rp5.000, uang yang dipakai Rp100.000?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penjual atau penjaga warung Madura mungkin akan terima-terima aja, tapi sebetulnya dalam hati mereka bergejolak dan misuh-misuh dengan pembayaran seperti itu. Bagi kalian yang sering melakukan itu, sebaiknya kurang-kurangin.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Kebanyakan menanyakan harga barang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang Madura itu paling tidak suka dengan tipe pembeli yang cuma nanya harga barang ini dan itu, tapi yang dibeli malah beda atau bahkan nggak beli sama sekali. Iya paham kalau pembeli itu raja, tapi kalau kebanyakan nanya tanpa beli itu namanya korupsi waktu. Kalau penjaganya menjawab cuma dengan \u201cHemmm\u201d \u201cIya\u201d \u201cMonggo\u201d \u201cSilakan\u201d atau jawaban singkat lainnya, ya siap-siap aja ditandai sama mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warung Madura bukannya tempat untuk membandingkan harga. Kehadiran mereka saja sudah harus disyukuri karena menjual barang dengan harga yang lebih murah. Jadi nggak habis pikir kalau masih ada aja yang nanya-nanya untuk membandingkan harga.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Sok akrab di pertemuan pertama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketahuilah bahwa penjaga warung Madura itu memang ramah-ramah, tapi mereka juga hati-hati dengan orang baru. Mereka itu hafal betul loh sama pembeli yang sudah jadi pelanggan sama pembeli yang asal mampir. Jadi ya cukup ngobrol seperlunya aja. Nggak perlu sok asik dan akrab, apalagi minta diskon, bahkan ngutang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di era yang mana modus penipuan itu bisa muncul dengan banyak versi, rasa waspada mereka itu beralasan kok. Jadi, bagi kalian yang predikatnya konsumen baru ya cukup lakukan komunikasi seperlunya. Kalau sudah sering dan jadi pelanggan tetap, bakal akrab dan dimudahkan sendiri ketika butuh sesuatu.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Asal nyomot barang di depan atau etalase sebelum ngasih tahu atau minta izin<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa barang seperti rokok,<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-kopi-sachet-yang-bikin-saya-kapok-rasanya-aneh-manisnya-kebangetan\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">kopi sachet<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, snack bungkusan atau korek api biasanya dipajang di etalase depan. Sebagai konsumen baru, kalian sebaiknya sebut aja, jangan ambil langsung. Karena posisi barang itu buat dipantau penjual. Kalau mau ngambil sendiri, ya ngomong dulu ke penjaganya. Alasannya ya tentu supaya stok barang sebelum dan sesudah diambil bisa dipantau atau dihitung. Kemudian untuk mengantisipasi kehilangan juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, yang lebih penting adalah itu jadi semacam etika lokalitas. Di beberapa tempat, terutama lingkungan padat, mengambil barang dagangan orang tanpa izin itu dianggap kurang sopan. Di warung Madura, meskipun suasananya santai, aturan tidak tertulis ini tetap berlaku sebagai bentuk menghormati pemilik warung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa tindakan pembeli yang kurang disukai penjual atau penjaga warung Madura. Keberadaan warung Madura sangat membantu dalam menyediakan kebutuhan sehari-hari. Itu mengapa, menjadi pembeli yang tidak rese bisa jadi wujud rasa hormat sebagai sesama makhluk ekonomi yang saling membutuhkan satu sama lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-barang-yang-seharusnya-dijual-warung-madura\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">6 Barang yang Seharusnya Dijual Warung Madura<\/span><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"> <i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembeli perlu lebih peka dan perhatian supaya tidak melakukan hal-hal yang kurang disukai penjaga atau penjual warung Madura. <\/p>\n","protected":false},"author":232,"featured_media":339218,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[1225,1224,5020,16221],"class_list":["post-339214","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-alfamart","tag-indomaret","tag-madura","tag-warung-madura"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/339214","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/232"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=339214"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/339214\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/339218"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=339214"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=339214"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=339214"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}