{"id":339105,"date":"2025-05-31T13:13:06","date_gmt":"2025-05-31T06:13:06","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=339105"},"modified":"2025-05-31T13:13:06","modified_gmt":"2025-05-31T06:13:06","slug":"saya-muak-dengan-pengguna-lampu-biled","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-muak-dengan-pengguna-lampu-biled\/","title":{"rendered":"Saya Muak dengan Pengguna Lampu Biled yang Tidak Tau Aturan, Pamer Lampu kok di Kota, Norak!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kendaraan yang dimodifikasi dengan lampu biled makin banyak dan berlipat ganda di jalanan. Memang, lampu jenis ini memberi keuntungan untuk pemiliknya, karena bener-bener terang. Terlebih, penerangan jalan di banyak daerah masih belum bisa dibilang bagus. Contoh, lampu ini cukup untuk menerangi jalanan di kota Solo yang kebanyakan masih minim penerangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapi, akhir-akhir ini saya muak dengan kebanyakan pengguna lampu biled ini, karena tidak tau aturan, dan norak, ini alasannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pemasangan terlalu ke atas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sering sekali ketika saya berkendara malam hari terutama di jalanan, bertemu dengan kendaraan yang memasang lampu biled tetapi tidak sesuai aturan, yaitu terlalu ke atas. Tentunya ini sangat menyilaukan pengendara dari lawan arah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu kalian ketahui, rasanya kena sinar lampu biled itu sakit, apalagi dalam waktu yang cukup lama. Setelah itu pun tidak bisa langsung melihat, karena mata butuh penyesuaian kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat melihat kendaraan yang lampu bilednya terlalu ke atas, saya jadi bertanya-tanya, emang waktu pasang nggak disesuaikan dulu? Seharusnya, waktu di bengkel kan dicek dulu, disesuaikan arah lampunya. Saya jadi curiga, pemasangan lampu yang nggak pas ini memang disengaja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab ya, tidak mungkin orang pasang lampu tanpa penyesuaian. Nggak mungkin pake banget. Pabrikan kendaraan saja misalnya sudah menyesuaikan tinggi lampu cahaya yang pas (<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/honda-scoopy-motor-dengan-lampu-jauh-paling-nyebelin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kecuali Scoopy<\/a>, gila itu motor). Tinggal diikuti saja kan mudah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cahaya lampu biled yang terlalu ke atas ini berpotensi menyebabkan kecelakaan lho. Ya bayangin sendiri aja lah buta sesaat di jalanan itu kek mana bahayanya. Masak ya harus dipertegas.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ngedim seenaknya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengguna lampu biled yang suka ngedim seenaknya itu saya anggap adalah orang yang paling norak. Apa maksudnya ngedim seenaknya gitu coba? Menunjukkan ke dunia bahwa kamu punya lampu super terang yang harganya mahal?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal hal itu sangat mengganggu dan membahayakan keselamatan. Saya sering menemukan kejadian seperti ini ketika perjalanan keluar kota seperti ke Solo-Jogja, yang di mana pengendara seperti ini sering kali ingin menyalip lalu ngedim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ngedim sekali-dua kali tidak apa-apa. Tetapi berkali kali, saya yakin sekali itu sengaja. Ayolah, pamer itu apa kek, mobil kek, rumah kek, tapi lampu? Really, lampu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang betul ngedim itu biasanya digunakan sebagai isyarat komunikasi atau peringatan, tetapi caranya nggak gitu juga dong? Saya rasa cukup sekali atau dua kali, pasti akan mengerti karena lampu biled juga terang. Kecil kemungkinan ngedim tidak digubris oleh pengendara lain. Kalau seperti itu akan mengganggu dan membahayakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditambah lagi yang menjadi korban dim seenak jidat ini tidak hanya satu atau dua orang tetapi banyak. Semua pengendara lawan arahnya dan belakangnya jadi korban. Kemudian kendaraan yang ada di depannya juga jadi korban karena cahayanya mantul di spionnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Lampu biled yang terlalu banyak dan digunakan tidak pada tempatnya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya ini selera ya. Bebas sih pemilik kendaraan mau pasang berapa pun lampu biled di kendaraannya. Tetapi yang sering saya temui di jalan terutama masih perkotaan adalah yang memakai lampu biled terlalu banyak dan dinyalain semua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, semua. Nyalain lampu seterang di jalan perkotaan. Bayangin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah ini mengganggu? Oh tentu saja. Walaupun pemasangannya benar tidak terlalu tinggi dan nggak ngedim seenak jidat, mau bagaimanapun akan silau di mata pengendara lain apalagi yang dari lawan arah. Kalau di jalan hutan, pegunungan yang masih tidak ada penerangan, saya masih mewajarkan itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, di perkotaan, really? Situ pamer lampu DI KOTA? REALLY?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga saja orang-orang yang seperti ini cepat sadar dan bertobat karena ini sangat membahayakan dan membuat kesal pengendara lain. Kalau masih banyak kejadian seperti ini sebaiknya polisi harus memperbanyak razia lampu yang tidak sesuai aturan.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Imanuel Joseph Phanata<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lampu-hazard-di-motor-matic-besar-fitur-keren-yang-bikin-kesel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Lampu Hazard di Motor Matic Besar: Fitur Keren yang Bikin Kesel<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akhir-akhir ini saya muak dengan kebanyakan pengguna lampu biled ini, karena tidak tau aturan, dan norak, ini alasannya.<\/p>\n","protected":false},"author":2053,"featured_media":339154,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[28688,28689,28691,28690],"class_list":["post-339105","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-lampu-biled","tag-lampu-kendaraan","tag-lampu-mobil","tag-lampu-motor"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/339105","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2053"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=339105"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/339105\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/339154"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=339105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=339105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=339105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}