{"id":338796,"date":"2025-05-30T13:00:37","date_gmt":"2025-05-30T06:00:37","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=338796"},"modified":"2025-05-30T13:01:20","modified_gmt":"2025-05-30T06:01:20","slug":"fitnah-keji-hanya-orang-kaya-jambi-yang-bisa-kuliah-di-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/fitnah-keji-hanya-orang-kaya-jambi-yang-bisa-kuliah-di-jogja\/","title":{"rendered":"Stigma \u201cHanya Anak Orang Kaya Jambi yang Bisa Kuliah di Jogja\u201d Itu Sangat Menyakitkan dan Terkesan Fitnah yang Dilestarikan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau bicara soal anak Jambi yang bisa kuliah di luar daerah, terutama Jogja, sering banget dengar stigma, \u201cAh, pasti anak orang kaya, makanya bisa.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau kamu cuma ngikut arus omongan begitu, saya punya cerita yang mungkin bakal bikin kamu mikir ulang dan, yah, mungkin sedikit \u201cketok palu\u201d di kepala soal stereotip itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum saya lanjut, saya enggak mau menjatuhkan tulisan Mbak Intan Eka Pratiwi di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kerasnya-kehidupan-anak-jambi-dibanding-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terminal Mojok<\/a> soal \u201cKerasnya Kehidupan Anak-anak di Jambi Dibanding Jogja.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tulisan itu jujur dan memang nyata. Banyak anak Jambi yang akhirnya nggak lanjut kuliah karena memilih bantu ekonomi keluarga, kerja di kebun sawit, atau jadi buruh harian demi menghidupi orang tua.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, cerita saya ini bukan untuk membantah, melainkan pelengkap. Sebuah pelengkap yang kadang lupa dipandang banyak orang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kerasnya pilihan orang tua di Jambi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekasih saya, orang Jambi asli, pernah cerita banyak hal yang bikin saya tercengang. Dia bilang bahwa banyak anak Jambi yang kuliah di Jogja bukan karena \u201canak orang kaya\u201d yang gampang duitnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, mereka bisa kuliah di Jogja karena orang tua mereka menggadaikan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-alasan-pns-menyekolahkan-sk-pns-miliknya-ke-bank\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">SK PNS<\/a> atau menjual beberapa petak lahan sawit. Ya, SK PNS yang sudah bertahun-tahun jadi simbol penghidupan dan pengamanan masa tua, rela digadaikan supaya anaknya bisa sekolah jauh dari kampung halaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak cuma itu, ada juga yang harus menjual kebun sawit. Kalau tahu berapa besar hasil kebun sawit itu, pasti kamu paham betapa berat keputusan itu. Dan ini bukan cuma soal duit, tapi soal nyawa dan harapan keluarga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kalau ada yang bilang anak Jambi yang kuliah di luar daerah kayak Jogja itu cuma \u201canak orang kaya\u201d, ya mohon maaf. Utu terlalu simplistik dan malah menutup fakta betapa besar perjuangan orang tua mereka.<\/span><\/p>\n<h2><b>Beasiswa untuk anak Jambi? Ya, ada, tapi cuma bagian kecil<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, ada anak Jambi yang dapat beasiswa. Tapi biar saya kasih tahu, beasiswa itu nggak selalu datang begitu saja dan cukup untuk semua kebutuhan hidup selama kuliah di Jogja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seringnya, beasiswa hanya sebagian dari biaya yang harus ditanggung. Belum lagi biaya hidup, kos, makan, transportasi, dan keperluan lain yang nggak murah. Jadi, beasiswa adalah penolong, bukan tiket emas yang bikin hidup gampang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak cerita dari kekasih saya dan teman-temannya dari Jambi. Mereka harus banting tulang part-time kerja, atau orang tua tetap harus memberikan sokongan, meskipun dengan segala pengorbanan yang sudah saya sebut tadi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kenapa orang tua Jambi begitu keras mau anaknya kuliah?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi mikir. Kenapa sih orang tua Jambi begitu gigih sampai harus \u201cmenggadaikan\u201d apa saja demi kuliah anaknya? Jawabannya simpel tapi dalam. Mereka pengin anaknya punya masa depan lebih baik, bisa keluar dari siklus kemiskinan atau keterbatasan ekonomi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu tinggal di daerah yang banyak <a href=\"https:\/\/projectmultatuli.org\/bak-mengunyah-simalakama-dalam-labirin-sekelumit-kisah-buruh-perkebunan-sawit-di-sumatera-utara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lahan sawit<\/a>, ya sadar aja, kerja di kebun sawit itu capek. Sudah begitu, pendapatan terbatas dan risiko kerjanya juga tinggi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau bisa kuliah, anak mereka punya kesempatan kerja yang lebih luas. Mungkin jadi PNS, pengusaha, atau profesional lain yang stabil dan bisa mengangkat keluarga mereka ke level lebih tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, ini bukan soal gengsi atau gaya-gayaan, tapi soal harapan dan pengorbanan yang dalam. Kalau kamu cuma lihat anak Jambi bawa duit ke Jogja dan bilang \u201canak orang kaya,\u201d itu sama seperti menutup mata dan hati terhadap perjuangan yang terjadi di balik layar.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jangan sekadar menilai dari permukaan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau saya bilang, stigma \u201canak orang kaya Jambi\u201d itu tidak sepenuhnya tepat, itu bukan karena saya mau membela siapa-siapa. Ini tapi karena saya ingin kita semua belajar untuk lebih reflektif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang, hal yang tampak di permukaan, seperti status ekonomi anak yang bisa kuliah di Jogja, sebenarnya adalah hasil perjuangan orang tua yang tak terlihat. Mereka rela menjual aset keluarga dan menggadaikan masa depan mereka demi anaknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, daripada buru-buru menempelkan label, coba deh lihat lebih dalam. Tanyakan cerita di balik itu semua. Karena setiap anak Jambi yang kuliah di luar daerah membawa kisah pengorbanan yang mungkin lebih berat daripada yang kita kira.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, jangan cuma melihat hasil akhirnya. Hargai proses dan perjuangan di baliknya. Karena hidup ini bukan cuma soal modal duit di depan mata, tapi juga soal modal perjuangan dan cinta yang kadang disembunyikan rapat-rapat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Janu Wisnanto<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-yang-tidak-boleh-dilakukan-saat-berada-di-jambi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Berada di Jambi<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yang tampak di permukaan, seperti status ekonomi anak Jambi yang kuliah di Jogja, adalah hasil perjuangan yang tak terlihat dari orang tua.<\/p>\n","protected":false},"author":2789,"featured_media":338999,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[14819,115,9780,28682,28681],"class_list":["post-338796","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-jambi","tag-jogja","tag-kuliah-di-jogja","tag-lahan-sawit","tag-mahasiswa-jambi"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/338796","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2789"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=338796"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/338796\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/338999"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=338796"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=338796"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=338796"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}