{"id":338752,"date":"2025-05-29T13:39:44","date_gmt":"2025-05-29T06:39:44","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=338752"},"modified":"2025-05-29T13:39:44","modified_gmt":"2025-05-29T06:39:44","slug":"rel-kereta-jalan-slamet-riyadi-bahaya-tersembunyi-di-solo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rel-kereta-jalan-slamet-riyadi-bahaya-tersembunyi-di-solo\/","title":{"rendered":"Terpeleset Rel Kereta Api di Jalan Slamet Riyadi Solo, Bahaya Tersembunyi yang Jarang Disadari Pendatang\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada satu cara mudah untuk mengetahui seseorang asli Solo atau sudah lama tinggal di Solo dengan pendatang baru atau wisatawan. Caranya, amati bagaimana mereka berkendara di Jalan Slamet Riyadi Solo. Apabila masih sering terpeleset di jalan itu, hampir bisa dipastikan orang tersebut adalah pendatang baru atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/catatan\/perjalanan-di-solo-menyenangkan-berkat-ojol\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">wisatawan<\/a>.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat awal-awal tinggal di Solo, saya beberapa kali terpeleset di salah satu jalan vital di Solo ini. Bukan tanpa sebab, saya terpeleset karena rel kereta api yang melintang di Jalan Slamet Riyadi. Seperti yang kita tahu, rel kereta api biasanya lebih licin daripada jalan aspal biasa. Itu mengapa, ketika pengendara melintasi rel kereta api, mereka perlu ekstra hati-hati supaya tidak terpeleset.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persoalannya, tidak banyak pendatang baru atau wisatawan yang tahu soal rel kereta api di Jalan Slamet Riyadi Solo. Itu mengapa mereka kadang kurang berhati-hati ketika melintasi jalan ini hingga akhirnya terpeleset.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Asal usul rel kereta api di Jalan Slamet Riyadi Solo<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rel kereta api yang langsung berjejeran dengan jalan raya tanpa pembatas memang jadi pemandangan yang unik. Pengguna jalan bisa melaju berdampingan dengan kereta. Namun, realitas sehari-hari tidak seindah dalam bayangan. Rel kereta api di Jalan Slamet Riyadi Solo menimbulkan kecelakaan. Saya salah satu korbannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan rel kereta api di jalan raya ini bukan sekadar pemanis. Kehadirannya sarat dengan nilai sejarah. Rel yang sudah ada sejak 1900-an itu dibangun oleh perusahaan swasta Belanda bernama <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Museum_Kereta_Api_Ambarawa\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM)<\/a>. Rel kereta api di Jalan Slamet Riyadi ini menghubungkan Stasiun Purwosari dan Stasiun Solo Kota yang sepanjang 5,6 km. Uniknya, sejak awal jalur kereta ini sudah berdampingan dengan jalan raya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga kini, diketahui ada dua kereta yang beroperasi menggunakan jalur ini. KA Bathara Kresna relasi Solo-Wonogiri PP akan melintas empat kali dalam sehari. Sementara kereta wisata Sepur Kluthuk Jaladara akan beroperasi pada waktu-waktu tertentu untuk membawa wisatawan mengunjungi beberapa destinasi wisata di Kota Batik ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengendara terpeleset jadi pemandangan yang biasa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah beberapa kali disebutkan di atas, saya adalah satu dari banyak korban rel kereta api di Jalan Slamet Riyadi. Bahkan, setelah 2 tahun tinggal di Kota Batik ini, saya masih kagok ketika melewati rel kereta api yang melintang di Jalan Slamet Riyadi Solo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anehnya, ketika saya menceritakan pengalaman ini ke salah satu teman saya yang asli Solo, mereka menanggapinya dengan biasa saja. &#8220;Udah pernah jatuh di situ kan? Selamat kamu udah jadi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-sudah-muak-dengan-kota-solo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">warga Solo<\/a>,\u201d ujar kawan saya dengan bercanda. Sepertinya, dia sudah terlalu sering mendapat cerita atau keluhan seperti yang saya ungkapan. Ekspresinya persis seperti orang-orang yang membantu saya ketika terpeleset di jalan itu, \u201cHati-hati, Mbak e,\u201d kata mereka sambil tersenyum simpul. Sepertinya kata-kata ini sudah ribuan kali terlontar dari mulut mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau menanggapi keluhan saya dengan bercanda, kawan saya masih cukup baik mau berbagi tips sederhana ketika melintasi jalan ini. Katanya, jangan terburu-buru atau tergesa-gesa saat melintas. Apalagi saat hujan, jalan dan rel bisa jadi ekstra licin sehingga perlu lebih hati-hati dan lambat ketika melintas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekilas, saran itu sepertinya kurang bermanfaat ya, tapi percayalah memang hanya itulah satu-satunya cara agar selamat melintasi Jalan Slamet Riyadi Solo. Itu mengapa, bagi kalian warga pendatang atau wisatawan yang belum terbiasa dengan jalan ini sebaiknya super berhati-hati ketika melintas.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ines Noviadzani<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/solo-tak-lagi-sederhana-jalanannya-dipenuhi-mobil-sport-mewah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Solo Tak Lagi Sederhana, Jalanannya Dipenuhi Mobil Sport Mewah: Banyak \u201cSultan\u201d Tersembunyi di Kota Ini?<\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rel kereta api di Jalan Slamet Riyadi Solo jadi bahaya tersembunyi bagi para pendatang dan wisawatan yang tidak tahu dan tidak berhati-hati. <\/p>\n","protected":false},"author":2914,"featured_media":338895,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[20820,21718,2284],"class_list":["post-338752","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jalan-slamet-riyadi","tag-jalan-slamet-riyadi-solo","tag-solo"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/338752","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2914"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=338752"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/338752\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/338895"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=338752"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=338752"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=338752"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}