{"id":338713,"date":"2025-05-28T11:49:33","date_gmt":"2025-05-28T04:49:33","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=338713"},"modified":"2025-05-28T11:49:33","modified_gmt":"2025-05-28T04:49:33","slug":"beasiswa-kip-dipotong-massal-tanpa-transparansi-yang-jelas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/beasiswa-kip-dipotong-massal-tanpa-transparansi-yang-jelas\/","title":{"rendered":"Beasiswa KIP Dipotong Massal Tanpa Transparansi yang Jelas dengan Kedok &#8220;Berbagi Rezeki&#8221;, Kelakuan Bejat yang Bikin Setan Aja Minder"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya dulu kira KIP itu singkatan dari Kartu Isi Piring. Soalnya setiap kali uangnya cair, yang terpikir cuma satu: bisa makan enak hari itu. Nggak perlu mie rebus pakai kerupuk mlarat lagi. Tapi ternyata, KIP itu Kartu Indonesia Pintar. Walaupun, kenyataannya, lebih sering bikin saya merasa bodoh sendiri\u2014bodoh karena nggak ngerti kenapa bantuan dari pemerintah bisa kena potong juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Potongannya bukan lima ribu, bukan dua puluh ribu. Tapi Rp150.000 per kepala. Katanya sih, buat dibagi-bagi ke yang belum dapet bantuan. Solidaritas sosial, katanya. Tapi kok ya uangnya ambil dari yang udah susah juga?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu itu, saya dan beberapa teman dipanggil ke ruang BK. Bukan karena berantem atau ketahuan nyontek, tapi buat ngambil uang bantuan beasiswa KIP yang katanya sudah cair. Rasanya seneng banget, apalagi udah ngebayangin mau beli sepatu baru biar nggak tiap hari sekolah pakai Converse KW yang solnya udah kayak tahu pong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi waktu amplop diserahkan, ada kalimat legendaris yang bikin harapan langsung menciut, \u201cIni udah dipotong seratus lima puluh ribu ya, buat disalurkan ke yang belum dapat bantuan.\u201d Lah? Jadi saya ini penerima bantuan, atau bendahara yayasan?<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Masak yang susah harus nanggung nasib orang susah yang lain?<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya ngerti konsep tolong-menolong. Tapi bukan gitu juga. Beasiswa KIP ini <a href=\"https:\/\/kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uang negara<\/a>. Datangnya dari pajak, disalurkan dengan SK, dan seharusnya diterima utuh. Kenapa jadi ada potongan yang bahkan nggak pernah kami tahu detailnya dibagi ke siapa? Nggak ada rapat, nggak ada form kesediaan, nggak ada pilihan &#8220;setuju\/tidak setuju&#8221;. Langsung main pangkas aja. Kekayaan saya dipangkas, mental saya dilapisi kesabaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Katanya sih biar adil. Lah, adil dari sisi mana? Yang dapet bantuan aja miskin, kok yang belum dapet juga pengin dibantu pakai duit si miskin? Ini semacam logika: \u201cKamu sama-sama nggak punya uang, bagi dong.\u201d Mirip tukang parkir yang minta bayaran padahal parkir di trotoar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan jangan salah, sistem ini bukan sekadar sekali. Ini udah sistematis. Tiap kali pencairan, selalu ada \u201critual potong tunai\u201d yang seolah-olah jadi bagian dari SOP. Kalau nggak dipotong, kayaknya malah dianggap haram. Entah kenapa, lembaga pendidikan yang katanya mencerdaskan bangsa malah punya skema distribusi dana kayak koperasi gelap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang lebih ajaib, potongan ini selalu dibungkus dengan kata-kata lembut. Biar kesannya nggak jahat-jahat amat. Ada yang bilang \u201csolidaritas\u201d, ada yang bilang \u201cbagi rezeki\u201d, bahkan ada yang bawa-bawa agama: \u201cKalau kita ikhlas, nanti dibalas Tuhan.\u201d Lah, yang nggak ikhlas malah dicap kufur nikmat. Emangnya saya dosa besar kalau pengin duit bantuan saya diterima utuh?<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>KIP ini niatnya baik, tapi&#8230;<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin, Bapak Presiden ngasih bantuan ini niatnya baik. Tapi begitu turun ke level paling bawah, niat baik itu kayak air yang disaring pakai kain pel: rembes, kotor, dan bau amis. Saya nggak tahu apakah sekolah-sekolah lain juga ngalamin hal yang sama. Tapi dari cerita teman-teman saya, ternyata praktik potong memotong ini udah kayak rahasia umum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking umumnya, sampai-sampai kalau ada yang protes, langsung dituding \u201cnggak ngerti susahnya orang lain.\u201d Padahal kita juga susah, lho, Bu. Susah bayar SPP, susah beli seragam, susah jajan. Ini bantuan dari negara. Bukan amplop kondangan yang bisa dibagi-bagi suka-suka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang saya mikir, negara ini terlalu percaya pada rasa gotong royong, sampai lupa kalau keadilan itu bukan soal dibagi rata, tapi dibagi sesuai hak. Kalau yang sudah berhak dapet bantuan masih harus disunat juga, itu bukan gotong royong\u2014itu gotong penderitaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan buat yang belum dapat bantuan, saya juga kasihan. Tapi bukan berarti saya harus jadi korban demi sistem \u201cbiar semua dapat dikit\u201d. Kalau mau bantu semua, ya tambah kuota bantuannya, bukan nyuruh penerima yang udah mepet buat bagi-bagi kayak pasar murah.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Bantuan itu untuk membantu, bukan menggarami luka<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uang beasiswa KIP itu kecil, tapi artinya besar. Buat kami, itu bukan sekadar angka. Itu bisa jadi modal beli tas baru, uang buat ikut try out, atau sekadar buat makan enak setelah seminggu cuma makan nasi pakai garam. Tapi semua itu sirna gara-gara sistem distribusi yang lebih mirip undian arisan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu pernah ngerasain hal yang sama, berarti kita satu alumni. Bukan dari sekolah negeri atau swasta, tapi dari universitas kehidupan bernama \u201cKIP Kena Potong\u201d. Dan kalau kamu pernah ngerasa uang bantuanmu tiba-tiba hilang sebagian tanpa penjelasan, percayalah, bukan kamu yang bodoh, sistemnya aja yang licin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin suatu saat kelak, generasi penerima bantuan berikutnya bisa nerima utuh tanpa takut dipotong diam-diam. Tapi sebelum itu terjadi, mari kita lanjutkan perjuangan ini&#8230; dengan doa, tulisan, dan kalau perlu, share link ini ke status WA keluarga besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa tahu, ada om-om PNS yang kerja di kementerian bisa bantu ubah sistem. Atau minimal, kasih pengertian: yang namanya bantuan, ya harusnya bantu. Bukan nambahin luka.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Putri Ardila<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-beasiswa-kip-kuliah-yang-harus-diwaspadai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sisi Gelap Beasiswa KIP Kuliah yang Harus Diwaspadai Calon Penerima, Hidup Jadi Serba Salah!<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya sampai sekarang bingung kenapa uang beasiswa KIP saya dipotong tanpa transparansi. <\/p>\n","protected":false},"author":2925,"featured_media":338718,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[18563,22722,1115],"class_list":["post-338713","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-beasiswa-kip","tag-kip","tag-korupsi"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/338713","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2925"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=338713"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/338713\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/338718"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=338713"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=338713"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=338713"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}