{"id":338638,"date":"2025-05-30T13:17:50","date_gmt":"2025-05-30T06:17:50","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=338638"},"modified":"2025-05-30T13:19:05","modified_gmt":"2025-05-30T06:19:05","slug":"malang-makin-ruwet-tidak-melulu-salah-mahasiswa-pendatang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/malang-makin-ruwet-tidak-melulu-salah-mahasiswa-pendatang\/","title":{"rendered":"Menyalahkan Mahasiswa Pendatang atas Semua Persoalan Kota Malang Adalah Pendapat Aneh yang Perlu Dibongkar\u00a0\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi mahasiswa di Kota Malang tidak hanya perlu niat yang bulat untuk menuntut ilmu. Jadi mahasiswa di kota ini juga harus siap menghadapi kemacetan di Jalan Bandung, banjir di Jembatan Suhat, hingga risiko <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/um-malang-tak-aman-ratusan-helm-raib-dalam-beberapa-bulan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">helm hilang<\/a> di Jalan Ambarawa. Lebih dari itu, khusus untuk mahasiswa pendatang, mereka perlu siap mental menjadi kambing hitam atas segala persoalan Kota Malang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya adalah salah satu mahasiswa pendatang di kota ini. Selama dua tahun terakhir, saya kerap kali mendengar keluhan warga lokal, terutama keluhan di media sosial. Mereka menganggap pendatang sebagai musibah atau sumber permasalahan di Malang. Kalau tak percaya, monggo cek beberapa akun-akun Instagram yang sering meliput permasalahan di Kota Malang. Saya yakin tidak sulit untuk menemukan komentar, \u201cAh, ini gara-gara mahasiswa dan pendatang!\u201d atau \u201cDulu Malang tuh asri, sebelum rame pendatang!\u201d Sebagai bagian dari mahasiswa semi-rantau, saya sangat tidak setuju dengan pernyataan-pernyataan yang semacam ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak bermaksud mengkerdilkan pengalaman buruk warga Malang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya memahami, tidak sedikit warga Malang yang pernah bersinggungan dengan mahasiswa pendatang yang kurang bertanggung jawab. Entah itu mahasiswa yang membuat onar di jalan, berisik di komplek perumahan, hingga tindakan-tindakan mengganggu yang lebih ekstrem lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, tindakan kurang menyenangkan itu hanya dilakukan oleh segelintir mahasiswa pendatang saja. Tidak semua mahasiswa melakukan hal itu. Ada banyak mahasiswa pendatang yang santun dan bersungguh-sungguh merantau ke Malang demi menuntut ilmu. Apabila perbandingan ini terlalu berlebihan, ada juga kok mahasiswa yang cuma berangkat kuliah dan pulang alias <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/kampus\/mahasiswa-kupu-kupu-uny-lulus-cumlaude-tapi-gak-bisa-kerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mahasiswa \u201ckupu-kupu\u201d<\/a>. Mereka sama skeali tidak punya energi dan niat untuk berbuat onar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pendatang, saya rasa agak kejam kalau orang-orang lokal memukul rata penyebab segala permasalahan di sana dikarenakan pendatang. Sejauh pengamatan saya, persoalan di Malang itu pelik dan banyak faktornya. Tidak cuma pendatang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak melulu hal buruk, saya merasa kehadiran mahasiswa di Malang juga punya dampak positif, terutama dalam memacu roda perekonomian. Coba sekarang lihat di sekitar Malang, ada berapa banyak usaha laundry, rumah makan, fotokopi, kos-kosan. Bayangkan saja, tiba-tiba mahasiswa pendatang lenyap, saya yakin usaha-usaha itu akan gulung tikar seketika atau tidak pernah ada. Artinya apa? Artinya, mahasiswa memainkan peran penting bagi perekonomian warga.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Komplain yang salah alamat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu keluhan yang saya rasa janggal apabila dialamatkan kepada mahasiswa pendatang adalah soal tata kota dan turunannya. Maksud saya, kalau tata kota di Malang ini nggak bagus-bagus amat, ruang terbuka hijaunya nggak cukup banyak, ruas jalannya sempit, transportasi umumnya masih busuk, bukankah itu bukan salah mahasiswa pendatang? Akan lebih bijak kalau keluhan itu ditujukan pada pemerintah setempat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya rasa bakal lebih bagus, kalau energi yang selama ini dipakai buat memaki-maki mahasiswa ini, dialihkan untuk benar-benar mengawasi pembangunan dan mengkritik kinerja dari pemkot saja gitu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Konstruksi sosial yang perlu segera dibongkar!<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sependek dari yang saya pelajari di dalam kelas, anggapan bahwa mahasiswa merupakan sumber dari segala masalah yang ada di Kota Malang ini, adalah contoh dari identitas yang dibentuk melalui konstruksi sosial yang sudah salah dari awal. Kalau menurut Pak Berger dan temannya, Pak Luckmann (1966), realitas itu emang nggak selalu muncul begitu aja. Sebaliknya, realitas sering banget dibentuk melalui proses konstruksi secara sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di kasus ini, mahasiswa selalu diidentikkan dengan kerusuhan dan kebisingan doang. Terus, beberapa warga lokal, yang kebetulan punya pengalaman buruk sama mahasiswa dan punya akses ke media, akhirnya menyebarluaskan \u201cgagasannya\u201d, dan dengan gagahnya bilang kalau mahasiswa ini emang biang masalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasilnya, kebanyakan warga Malang jadi lupa, kalau akar masalah yang sesungguhnya ada pada ketidaksiapan Kota Malang itu sendiri dalam menghadapi arus perubahan yang ada. Di mana, andil pemerintah kota, sangat besar di dalam masalah ini. Dan, seharusnya warlok pun tahu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Balik lagi ke pendapat Pak Berger dan Luckmann, <a href=\"https:\/\/kumparan.com\/sejarah-dan-sosial\/pengertian-dan-contoh-konstruksi-sosial-yang-mudah-dipahami-20KJVcYb36R\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">konstruksi sosial<\/a> yang kayak begini, seharusnya bisa juga untuk dibongkar dan diganti dengan konstruksi akan realitas yang baru. Bapak-bapak itu menganggap kalau realitas bisa dibangun ulang melalui perubahan pemahaman dan perilaku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, sudah saatnya bagi warlok Malang, untuk mulai mengkritisi ulang stigma \u201cmahasiswa sumber masalah\u201d yang sudah terlanjur beredar. Bukannya apa-apa, saya yakin, ke depannya, bakal makin banyak mahasiswa dan pendatang yang bermukim di kota ini. Dan kalau dari masyarakat sendiri masih sibuk marah-marah gara-gara mahasiswa dan males buat mengawal dan mengkritisi pembangunan yang kurang responsif dari pemkot, yaa masalah yang ada nggak bakal pernah selesai. Atau, jangan-jangan, emang dasarnya nggak pengen masalahnya selesai, ya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ahmad Fahrizal Ilham<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/malang-ternyata-sangat-berbeda-dari-apa-yang-saya-dengar\/\"> <b>4 Hal yang Saya Baru Ketahui Setelah Mengunjungi Malang Secara Langsung<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menyalahkan mahasiswa atas semua persoalan yang terjadi di Malang adalah pendapat buruk dan &#8220;salah alamat&#8221;, perlu segera dibongkar. <\/p>\n","protected":false},"author":2542,"featured_media":339008,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10740,10015,985],"class_list":["post-338638","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-kota-malang","tag-mahasiswa-malang","tag-malang"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/338638","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2542"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=338638"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/338638\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/339008"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=338638"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=338638"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=338638"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}