{"id":338577,"date":"2025-05-27T15:58:29","date_gmt":"2025-05-27T08:58:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=338577"},"modified":"2025-05-27T15:58:29","modified_gmt":"2025-05-27T08:58:29","slug":"selamat-tinggal-kota-santri-jombang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/selamat-tinggal-kota-santri-jombang\/","title":{"rendered":"Selamat Tinggal Kota Santri, Rebranding Jombang Menjadi The Root Of Java Justru Mengaburkan Identitas Kabupaten Ini"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jombang jantung pendidikan agama Islam di Indonesia lewat banyaknya pondok pesantren di wilayah ini. Tak salah jika kita mengenalnya sebagai \u201c<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-jombang-sebaiknya-jangan-ditanya-4-hal-ini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kota santri<\/a>\u201d. Sayangnya, slogan besar ini agaknya akan hilang dari nama Jombang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, Pemerintah Kabupaten Jombang sepakat untuk mengganti slogan menjadi \u201cThe Root Of Java\u201d. Katanya biar kabupaten ini universal dan ramah investasi.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Citra Jombang kota santri yang kadung dikenal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Layaknya orang ganti nama, artinya ada tujuan baru. Jombang sebagai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/melihat-sisi-lain-jombang-yang-nggak-diketahui-orang-banyak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kota santri<\/a> selama ini sudah cukup populer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, slogan yang tersemat ini mempunyai sejarah panjang. Sejak era sebelum kemerdekaan, pondok pesantren sudah berdiri di Jombang. Misalnya Pondok Pesantren Tebu Ireng yang didirikan oleh KH. Hasyim Asyari pada 1899.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai 2023, jumlah pondok pesantren di sini sudah mencapai 441 lembaga, baik yang kecil, menengah, hingga besar. Lebih dari 50.000 santri dari seluruh Indonesia menempuh pendidikan di kota kecil ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi inilah alasannya Jombang akrab dengan slogan kota santri. Santri sudah mengakar kuat sebagai identitas. Pergantian slogan menjadi the Root of java hanya akan sia-sia.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Rebranding<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Niat pemerintah Kabupaten Jombang baik memang. Katanya biar Jombang lebih global dan universal, karena masyarakatnya majemuk. Tujuan lain dari rebranding ini adalah agar ramah investasi dan pariwisata.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKita ingin Jombang tidak hanya dikenal secara religius, tapi juga sebagai pusat budaya dan sejarah Jawa. Ini langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman dan meningkatkan daya jual Jombang di pasar global\u201d, jelas <a href=\"https:\/\/www.rri.co.id\/daerah\/1516694\/pemkab-jombang-rebranding-identitas-daerah-lewat-tagline-baru\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kepala Bappeda<\/a>, Danang Praptoko seperti yang diwartakan oleh suararakyat62.com (12\/5).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sebagai masyarakat Jombang yang sudah 27 tahun hidup di kota ini, slogan the Root of Java kurang tepat. Slogan kota santri bakal lebih cocok. Kalau Root of Java kok kayaknya lebih cocok untuk Yogyakarta atau Surakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jombang memang bagian dari Jawa. Namun, citra nyantri yang lebih lekat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan sampai slogan baru justru mengaburkan identitas yang sesungguhnya. Toh nggak semua orang juga paham Bahasa Inggris. Jadi bakal susah mengucapkan the Root of Java. \u201cOpo artine?\u201d<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Fokus Infrastruktur jika ingin gaet investor bukan otak-atik slogan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada yang lebih penting dan menjadi skala prioritas jika Jombang ingin menjadi tujuan investasi. Selain lingkungan investasi yang nyaman dan aman dari gangguan ormas meresahkan, pengurusan perizinan yang nggak ribet, dan kebutuhan tenaga kerja yang memadai lebih penting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kualitas infrastruktur terutama jalan raya nasional, provinsi, kabupaten atau desa wajib menjadi perhatian. Selama ini, investasi banyak mengalir ke Jombang Utara karena lebih dekat dengan Mojokerto atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dusun-memek-jombang-dusun-aneh-dengan-potensi-besar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Surabaya<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, infrastruktur jalanan di Jombang nggak terawat. Lihat saja jalan raya Mojoagung-Jombang. Ini lebih layak disebut gundukan sewu daripada disebut jalan raya. Padahal jalan raya ini nggak jauh dari pusat kota. Hal-hal inilah yang menurut saya membuat investor ragu untuk menanamkan modalnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika pemerintah Kabupaten Jombang tetap kekeh mengganti slogan, seenggaknya slogan yang mewakili identitas masyarakat yang majemuk dan plural. Roda perekonomian jalan, namun tidak kehilangan jati diri. Seperti gagasan Bung Karno yaitu ekonomi berdikari menekankan pembangunan ekonomi dengan tetap menjaga ciri khas dan nilai-nilai yang ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Dodik Suprayogi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/jombang-makin-rusak-karena-ulah-amoral-anak-mudanya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ironi Jombang Kota Agamis yang Makin Rusak, Bocah SD Tenggak Miras di Kelas<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rebranding Jombang dari Kota Santri menjadi The Root of Java justru mengaburkan identitas dan bukan magnet untuk investor baru.<\/p>\n","protected":false},"author":2731,"featured_media":338598,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[14216,28656,28658,28657,27391,12015,28659],"class_list":["post-338577","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jombang","tag-jombang-kota-santri","tag-jombang-rebranding","tag-jombang-the-root-of-java","tag-kabupaten-jombang","tag-kota-santri","tag-pondok-pesantren-tebu-ireng"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/338577","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2731"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=338577"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/338577\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/338598"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=338577"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=338577"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=338577"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}