{"id":337998,"date":"2025-05-24T15:26:04","date_gmt":"2025-05-24T08:26:04","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=337998"},"modified":"2025-05-24T15:26:04","modified_gmt":"2025-05-24T08:26:04","slug":"kuliah-di-surabaya-kerja-di-bangkalan-madura-adalah-malapetaka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliah-di-surabaya-kerja-di-bangkalan-madura-adalah-malapetaka\/","title":{"rendered":"Kuliah di Surabaya, lalu Bekerja di Bangkalan Madura Adalah Malapetaka, Gajinya Bercanda!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membandingkan kehidupan di Bangkalan Madura dan Surabaya agaknya memang bak bumi dan langit. Meskipun secara geografis lokasinya sangat berdekatan, apalagi sudah ada jembatan Suramadu, perbedaan keduanya terasa sangat jauh. Surabaya menjadi kota yang sangat berkembang, sedangkan Bangkalan Madura masih cukup tertinggal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tak asal bicara, setiap data pengukuran akan selalu menunjukkan demikian, Surabaya kerap di posisi atas, sementara kabupaten tercinta saya ini berada di posisi bawah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini, saya pun semakin yakin perbedaan antara keduanya. Setelah menempuh studi di Surabaya, lalu bekerja di Bangkalan Madura, menurut saya dua wilayah ini bukan lagi antara berkembang dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bangkalan-madura-gambaran-nyata-kawasan-metropolitan-paling-gagal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tertinggal,<\/a> melainkan adalah dua dimensi yang berbeda alam. Saya juga merasa, kembali ke Bangkalan Madura dan merasakan UMK kabupaten ini adalah petaka bagi saya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Surabaya, surga bagi mahasiswa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup sebagai mahasiswa di Surabaya, apalagi dengan status penerima beasiswa, sungguh sangat menyenangkan. Saya bisa fokus belajar untuk memperoleh pengetahuan. Lingkungan di Surabaya pun sangat mendukung. Di mana-mana ada ruang terbuka publik yang bisa digunakan untuk belajar atau pun bersantai. Perpustakaan umum ataupun coffee shop yang menyediakan perpustakaan juga beragam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, jika bosan harus terus belajar, kita bisa mencari tempat hiburan. Pergi ke mall untuk sekedar melihat-lihat, atau hanya berjalan-jalan di taman mudah kita lakukan. Ya dengan uang saku dari beasiswa, cukuplah untuk menjaga kondisi perekonomian serta kesehatan mental saya selama di Surabaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi sungguh, hal ini berbanding terbalik saat saya kembali ke Bangkalan Madura, terutama setelah merasakan gaji pertama saya!<\/span><\/p>\n<h2><b>UMK di Bangkalan Madura tidak manusiawi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai fresh graduate lulusan kampus terkenal di Surabaya, awalnya saya cukup percaya diri bisa segera mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lumayan. Dan ya betul, saya bisa mendapatkan pekerjaan sebelum saya wisuda dengan gaji yang lumayan. Lumayan bikin saya nangis maksudnya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena berbagai alasan, saya dilarang bekerja di luar Bangkalan Madura oleh orang tua. Akhirnya, saya terpaksa bekerja di kabupaten ini. Padahal, saya pun tahu gaji di kabupaten ini tidak manusiawi. <a href=\"https:\/\/money.kompas.com\/read\/2025\/01\/10\/172717426\/gaji-umr-bangkalan-2025-paling-tinggi-ke-2-di-madura\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UMK-nya saja 2,39 juta<\/a>. Okelah, ini bukan terendah se Jawa Timur, masih terendah nomor 8. Tapi, untuk sekelas Bangkalan Madura yang sangat dekat dengan Surabaya gaji ini hanyalah seuprit! Surabaya saja 4,96 juta. Haduh!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktanya pun, pekerja di kabupaten ini lebih banyak yang digaji di bawah UMK, bahkan tak menyentuh 1 juta!<\/span><\/p>\n<h2><b>Kemarin gajian, sekarang keluyuran, besok kelaparan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah hidup di Surabaya, lalu kembali ke Bangkalan Madura agaknya sebuah petaka bagi saya. Karena sudah 4 tahun di Surabaya, tentu sekali dua kali saya akan ke Surabaya, entah bertemu teman, atau memang ingin liburan saja. Jangan tanya saya kenapa nggak liburan di Bangkalan Madura saja! Daripada bertanya seperti itu, lebih baik sarankan pada saya, kemana saya bisa berliburan di kabupaten yang problematik ini. Akhirnya, terpaksa saya memilih Surabaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sayangnya gaji yang tidak seberapa itu makin tidak ada harga dirinya saat dibawa ke Surabaya. Gaji yang saya dapatkan kemarin, akan langsung terasa menipis ketika hari ini dibawa ke Surabaya. Besoknya, ya hanya bisa ngelus dada. Pokoknya harus pintar-pintar berhemat. Saya masih untung bisa mendapatkan gaji di atas 1,3 juta. Bagaimana yang di bawah 1 juta, the real kerja-pulang kerja-pulang aja seterusnya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya sudah, itulah opini saya terkait sengsaranya bekerja di Bangkalan Madura. Saran saya, janganlah kalian mudah percaya pada UMK, sebab memang sulit dipercaya!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Abdur Rohman<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bangkalan-madura-tidak-nyaman-untuk-ditinggali\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Derita Tinggal di Pelosok Bangkalan Madura, Transportasi Buruk hingga UMR Rendah<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah hidup di Surabaya, lalu kerja di Bangkalan Madura agaknya sebuah petaka bagi saya. Sebab, gajinya tak manusiawi!<\/p>\n","protected":false},"author":2507,"featured_media":338002,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[22434,405,28612],"class_list":["post-337998","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bangkalan-madura","tag-surabaya","tag-umk-bangkalan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/337998","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2507"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=337998"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/337998\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/338002"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=337998"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=337998"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=337998"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}