{"id":337912,"date":"2025-05-24T19:55:32","date_gmt":"2025-05-24T12:55:32","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=337912"},"modified":"2025-05-24T19:55:32","modified_gmt":"2025-05-24T12:55:32","slug":"gen-z-lulus-kampus-ternama-dapat-gaji-kecil-dan-diperbudak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gen-z-lulus-kampus-ternama-dapat-gaji-kecil-dan-diperbudak\/","title":{"rendered":"Gen Z Kuliah di Kampus Ternama, Berakhir Menderita Kerja di Perusahaan Asing dengan Gaji Kecil, Tanpa Kontrak Kerja, Overtime Setiap Hari"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku pikir, dengan latar belakangku, aku bisa mulai kerja dengan tenang. Tapi ternyata, dunia kerja bukan tentang siapa kamu atau seberapa hebat CV-mu. Kadang, kamu cuma butiran debu di sistem yang semrawut.\u201d\u00a0 Teman saya, seorang Gen Z, lulusan kampus ternama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, dia bekerja di sebuah perusahaan asing. Malang sekali nasib teman saya karena dia bekerja tanpa kontrak, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gaji-kecil-dan-tak-pernah-cukup-harus-bagaimana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gaji kecil<\/a>, dan tanpa kepastian.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mimpi besar, realita kecil<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gen Z tumbuh dengan ekspektasi tinggi terhadap masa depan. Mereka diajarkan bahwa pendidikan adalah tiket menuju pekerjaan layak, gaji yang baik, dan hidup stabil. Mereka tumbuh di era digital, punya kemampuan adaptasi tinggi, dan percaya bahwa skill akan membawa mereka ke tempat terbaik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, setelah lulus dan masuk ke dunia kerja, mereka justru menemukan kenyataan yang kontras. Ironis sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alih-alih disambut dengan karpet merah, banyak dari Gen Z justru masuk ke ruang kerja yang suram. Gaji mereka di bawah standar, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/syarat-lowongan-kerja-harus-single\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">status kerja tidak jelas<\/a>, dan beban kerja tidak manusiawi. Ini bukan cerita fiksi atau kasus terisolasi, tapi pengalaman teman saya yang sedang dialami juga oleh banyak anak muda Indonesia hari ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Banyak lulusan hebat dari Gen Z, tapi dapat kerjaan abal-abal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman dekat saya, sebut saja Nisa, Gen Z lulusan salah satu kampus negeri terbaik di Indonesia. IPK-nya tidak bisa dibilang rendah, pengalaman kerjanya ada dan bagus, serta keterampilan digitalnya lumayan mumpuni.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan CV seperti itu, dia tentu berharap mendapat pekerjaan profesional dengan kondisi kerja yang wajar. Namun, kenyataan yang terjadi sangat berbeda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nisa, sebagai bagian dari Gen Z, bekerja di sebuah perusahaan luar negeri yang membuka cabang di Indonesia. Tapi, statusnya bukan karyawan tetap. Bukan juga kontrak. Dia disebut &#8220;freelancer&#8221;, tapi tetap diminta masuk setiap hari dengan jam kerja terikat, memikul target, bahkan diminta standby hingga malam hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Parahnya, tidak ada kontrak tertulis. Gaji di bawah UMR, dan lembur tak dibayar. Setiap bulan, dia hanya menerima tambahan penghasilan berupa tunjangan kecil tanpa rincian jelas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ironisnya, menjelang Lebaran, perusahaan tetap memberikan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Tunjangan_hari_raya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">THR<\/a>. Tapi, perusahaan memasukkan syarat harus menandatangani serangkaian dokumen \u201cpersetujuan\u201d yang isinya justru membatasi hak mereka. Ini bukan bantuan, ini pengikat. THR menjadi alat kontrol.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mengapa mereka bertahan? Ya karena Gen Z tidak ada pilihan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gen Z yang bertahan dalam kondisi kerja seperti ini, bukan berarti mereka ikhlas. Bukan juga nyaman. Mereka hanya kehabisan opsi. Dunia kerja kita terlalu sempit, terlalu tidak pasti. Bahkan jika ada tawaran baru, selalu ada ketakutan. \u201cJangan-jangan lebih parah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nisa bukan satu-satunya. Banyak Gen Z memilih bertahan di kantor yang tidak sehat, hanya karena alternatif di luar sana juga sama buruknya atau lebih buruk. Dan ketika mereka bicara tentang kondisi ini, reaksi yang sering mereka terima justru, \u201cKamu masih mending, yang lain belum dapat kerja sama sekali.\u201d<\/span><\/p>\n<h2><b>Kegagalan sistemik: Negara absen, perusahaan semena-mena<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah ini bukan semata soal perusahaan nakal. Ini adalah kegagalan sistemik. Pemerintah seperti tak punya taring dalam menegakkan regulasi ketenagakerjaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, UU Ketenagakerjaan jelas mengatur tentang status kerja yang harus memiliki kontrak tertulis, upah minimum yang wajib dipenuhi, hak atas waktu istirahat dan kompensasi lembur, serta perlindungan bagi pekerja freelance dan kontrak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi di lapangan, semua aturan itu seperti hanya teks dalam dokumen. Tak ada pengawasan dan tidak ada sanksi yang tegas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Negara membiarkan perusahaan asing (dan lokal) menjalankan sistem kerja eksploitatif tanpa hambatan. Ironis, bukan? Negara yang bermimpi tentang \u201cgenerasi emas 2045\u201d justru membiarkan Gen Z disambut oleh sistem kerja yang memperbudak.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apakah kita mau diam saja?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Realitas ini bukan untuk dikeluhkan, tapi untuk diubah. Kalau kita terus diam, kita akan jadi generasi yang bukan hanya tertindas, tapi juga terbiasa dengan penindasan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan jika itu terjadi, mimpi tentang \u201c<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kabinet-kasih-sayang-untuk-indonesia-yang-lebih-halu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Indonesia Emas 2045<\/a>\u201d hanya akan jadi slogan kosong. Bagi Gen Z, sekarang bukan saatnya pasrah. Sekarang saatnya bertanya, mau terus dibungkam dengan THR, atau bersuara demi hak dasar sebagai pekerja manusia?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Mas Aditya<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/stigma-gen-z-yang-dianggap-nggak-becus-di-dunia-kerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stigma Gen Z yang Dianggap Nggak Becus di Dunia Kerja, Stigma Paling Serampangan yang Makin Hari Makin Parah Gara-gara Media Sosial<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teman saya, seorang Gen Z, lulusan sebuah kampus ternama. Namun sayang, dia dapat kerja dengan gaji kecil dan malah &#8220;diperbudak&#8221;.<\/p>\n","protected":false},"author":2951,"featured_media":338028,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[4448,24241,24240,7101,25771,28614],"class_list":["post-337912","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-gen-z","tag-gen-z-gampang-resign","tag-gen-z-lemah","tag-ipk","tag-kampus-ternama","tag-kontrak-kerja"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/337912","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2951"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=337912"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/337912\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/338028"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=337912"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=337912"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=337912"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}