{"id":337606,"date":"2025-05-22T13:23:21","date_gmt":"2025-05-22T06:23:21","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=337606"},"modified":"2025-05-22T13:23:21","modified_gmt":"2025-05-22T06:23:21","slug":"naik-trans-jatim-bakal-merana-kalau-bareng-penumpang-jenis-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/naik-trans-jatim-bakal-merana-kalau-bareng-penumpang-jenis-ini\/","title":{"rendered":"Naik Trans Jatim Bakal Merana kalau Bareng Penumpang Nggak Peka seperti Ini"},"content":{"rendered":"<p><em>Trans Jatim sebenarnya nyaman asal penumpang nggak peka seperti di bawah ini lenyap.\u00a0<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti halnya kehidupan komunal, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/transportasi-umum-jakarta-merepotkan-bikin-warga-ogah-naik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">naik transportasi umum<\/a> juga punya vibe serupa. Iya, kita duduk berdampingan dengan orang asing, yang sama-sama punya tujuan, dan\u00a0 sama-sama ingin merasa nyaman, tenang dan damai. Tapi seperti kehidupan sosial itu sendiri, perjalanan naik bus juga kadang penuh kejutan, dan tidak semuanya menyenangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pengguna setia Trans Jatim, angkutan umum kebanggaan rakyat Jawa Timur, saya harus mengakui kalau program ini memang luar biasa. Harga murah, fasilitasnya oke, dan bisa menghubungkan antar kabupaten. Masalahnya, kadang ada saja penumpangnya yang membuat geleng-geleng sambil mbatin, \u201cKok iso lho he?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak sedang ingin menyalahkan siapa-siapa, apalagi mengajak kalian semua untuk memboikot Trans Jatim. Tentu saja tidak sampai hati ke arah sana. Saya hanya ingin cerita saja kalau sejauh pengalaman saya, ada saja penumpang menyebalkan di Trans Jatim. Nah, berikut ini adalah tiga tipe penumpang paling menyebalkan yang sering saya temui di Trans Jatim. Kalau kamu merasa pernah ketemu, kita satu frekuensi. Kalau kamu merasa pernah jadi salah satunya, ya siapa tahu ini momen untuk introspeksi.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Bapak-Bapak dengan volume ponsel yang keras<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pernah satu bus Trans Jatim dengan bapak-bapak yang menonton video YouTube tanpa earphone dengan volume yang full banget. Saya kira ini memang kebiasaan bapak-bapak. Iya, entah kenapa mereka ini suka sekali main HP dengan volume maksimal. Keras banget. Saya tidak ada masalah jika itu di kamar pribadi. Tapi, ini di transportasi umum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maksud saya, kalau memang ingin menonton video, ya minimal siapkan earphone. Nggak perlu yang mahal, cukup dapat berfungsi saja, sehingga tidak mengganggu penumpang lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, entah kenapa bapak-bapak ini ketika melakukan telepon juga demikian. Benar-benar lantang. Padahal dia sedang telepon, bukan sedang menyiapkan barisan. Seakan semua dunia harus tahu kalau ia sedang telpon. Batin saya, \u201cBisa nggak sih, ini sekalian dibawa ke Barak?\u201d<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Anak kecil dengan orang tua apatis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak kecil aktif itu wajar. Tapi, kalau aktifnya di fasilitas umum seperti Trans Jatim, ya mohon maaf, itu mengganggu namanya. Saya pernah satu bus dengan anak kecil. Selama perjalanan dia cukup aktif, gonta-ganti kursi, sambil teriak-teriak. Kita, para penumpang lain mulai saling menatap dengan tatapan yang sama &#8220;Anak siapa ini?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang tua anak itu hanya diam saja. Bahkan ketika anaknya mulai menyenggol penumpang lain, ibunya cuma bilang, \u201cJangan nakal, ya.\u201d Kemudian si anak kembali melanjutkan aktivitasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya juga heran entah kenapa begitu saja responnya. Saya bahkan mulai berpikir, sepertinya gaya mendidik ala <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/voc-pernah-memakai-senjata-biologis-di-jakarta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VOC<\/a> juga diperlukan. At least zaman dulu, anak-anak bisa duduk manis di kendaraan umum tanpa bikin satu bus stress.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Anak muda egois\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya percaya generasi muda adalah harapan bangsa. Tapi kalau melihat tingkah anak muda yang enggan kasih kursi prioritas Trans Jatim ke lansia, rasanya harapan itu mulai memudar. Pernah suatu ketika bus cukup sesak. Semua kursi terpakai, termasuk kursi prioritas. Kemudian ada lansia naik. Di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/krl-jogja-solo-menguji-empati-penumpang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kursi prioritas<\/a> duduk seorang anak muda dengan headphone di telinga, sambil pura-pura nggak melihat. Untung saja petugas akhirnya menegur, dan orang-orang sekitar pun memberi nasihat serupa: agar memberikan kursi prioritas ke lansia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alhasil, dia akhirnya berdiri. Namun, tidak dinyana, dia membela diri dengan mengatakan, \u201cSaya nggak tahu kalau itu <a href=\"https:\/\/ayosehat.kemkes.go.id\/kategori-usia\/lansia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lansia<\/a>.\u201d Duh, sebuah alasan yang aneh, nggak masuk akal sama sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, ada juga anak muda (kebanyakan mahasiswa) yang &#8216;reservasi&#8217; kursi memakai tas miliknya. Ketika ditanya, \u201cIni ada orangnya?\u201d ia akan dijawab, \u201cItu buat teman saya\u201d. Padahal si teman belum tentu naik di halte itu juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alhasil, kursi dibiarkan kosong sementara penumpang lain berdiri. Cukup egois memang. Padahal kita tentu tahu kalau transportasi umum itu sistemnya ya siapa cepat dia dapat, bukan siapa lebih dulu nitip barang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali lagi, Trans Jatim itu fasilitas umum. Artinya ya kudu jaga sikap bareng-bareng agar tidak mengganggu penumpang yang lain. Yang membuat transportasi publik nyaman itu bukan cuma AC dingin atau harga murah, tapi rasa saling hormat di antara kita sesama menumpang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salam aspal gronjal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: M. Afiqul Adib<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/trans-jogja-diskriminatif-menyusahkan-masyarakat\/\"><b>Trans Jogja Diskriminatif dan Nggak Inklusif, Hanya Menyusahkan Masyarakat<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Trans Jatim, transportasi publik kebanggan warga Jawa Timur, yang terkadang kurang nyaman karena kehadiran orang-orang nggak peka. <\/p>\n","protected":false},"author":580,"featured_media":337730,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[],"class_list":["post-337606","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/337606","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/580"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=337606"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/337606\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/337730"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=337606"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=337606"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=337606"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}