{"id":337368,"date":"2025-05-20T16:24:46","date_gmt":"2025-05-20T09:24:46","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=337368"},"modified":"2025-05-20T16:24:46","modified_gmt":"2025-05-20T09:24:46","slug":"4-hal-yang-dibenci-dan-melukai-hati-orang-madura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-yang-dibenci-dan-melukai-hati-orang-madura\/","title":{"rendered":"4 Hal yang Dibenci dan Melukai Hati Orang Madura, tapi Sering Dianggap Biasa Saja oleh Banyak Orang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada banyak pandangan terhadap orang Madura. Ada yang memandangnya dengan penuh stigma tercermin dari sebutan wong Mexico, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/plat-m-bikin-resah-pengendara-di-jalanan-surabaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">plat M<\/a>, medhuro, besi tuo, dan sederet sebutan bernuansa buruk lain. Namun, tidak sedikit juga yang memandang orang-orang Pulau Garam ini sosok pekerja keras dan punya solidaritas kuat. Citra ini muncul berkat pengusaha asal Madura yang dapat dengan mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belakangan, citra positif soal terkait orang-orang Pulau Garam ini bertambah. Banyak orang mengira orang Madura itu humoris. Citra ini terbentuk berkat representasi orang Madura di layar kaca lewat Habib Ja\u2019far dan Tretan Muslim. Tidak mengehrankan sih, candaan mereka memang begitu asyik dan mengocok perut penonton.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, itu bukan berarti semua humor bisa diterima oleh orang Madura lho, tetap perlu memerhatikan konteknya. Sebagai orang asli Madura, kadang saya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">merasa jengkel sekali dengan guyonan atau candaan yang tidak sesuai dengan tempatnya.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Nah, maka dari itu, buat kalian yang punya teman dari Madura, berikut saya bantu jelaskan beberapa hal biasa yang menurut kalian bercanda, tapi itu membuat hati orang Madura terluka.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Memanggil orang <\/b><b>kacong<\/b><b> padahal baru kenal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah hal pertama yang harus selalu kalian ingat. Memang, sebutan Kacong adalah panggilan untuk laki-laki yang lebih muda di Madura. Tapi, tidak sembarang orang boleh menggunakan panggilan ini. K<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">acong punya makna budaya yang sangat kental. Bagi saya pribadi pun demikian. Kacong<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">merupakan panggilan kasih sayang dari orang yang lebih tua pada kita, seperti orang tua, atau kakek dan nenek. Maknanya memiliki simbol kepedulian. Wawasan mereka pun menjadi privilese bagi mereka untuk menggunakan panggilan ini pada anak-anak mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Panggilan ini aslinya memang sering dipakai oleh teman sebaya untuk lebih akrab dalam konteks guyonan. Tapi, makna panggilan ini akan berbeda jika yang menggunakan adalah orang yang baru dikenal. Maknanya bukan lagi guyonan, tapi sok-sokan. Orang yang baru kenal tapi sudah menggunakan panggilan Kacong akan terdengar menggurui.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman saya di kampus pernah kena tonjok juniornya karena berkali-kali memanggil dengan sebutan Kacong, padahal baru kenal. Ya maklum, selain salah konteks, mereka pun menggunakan panggilan tersebut dengan nada sok jagoan. Berulang-ulang lagi!<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Ngomongin Boger Bojinov, tapi lupa sama Pak Mahfud MD<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa orang mungkin akan langsung berpikir tentang Boger Bojinov ketika membicarakan Pulau Garam. Seakan-akan mayoritas orang daerah ini memiliki selera sepertinya, baju oversize, rambut jambul, dengan goyangan khasnya, serta motor Satria FU jagoannya. Demikian saya, saya sampai capek mendengar pertanyaan tentang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/boger-bojinov-putra-terbaik-madura-yang-lebih-terkenal-ketimbang-mahfud-md\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Boger Bojinov<\/a>, padahal saya juga tak begitu mengikuti aktivitasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pribadi tidak mempermasalahkan selera Boger Bojinov. Hanya, orang-orang sering generalisasi sesuatu. Mereka lupa kalau Madura juga punya Pak <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Mahfud_MD\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mahfud MD<\/a> yang cukup berpengaruh seperti Boger Bojinov. Apakah keduanya ada yang lebih rendah atau tinggi? Tentu saja tidak ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Boger Bojinov berpengaruh karena gaya nyentriknya, sementara Pak Mahfud karena perjalanan akademik dan politiknya!<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Salah meniru logat orang Madura<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang Madura memiliki logat yang cukup unik, sama seperti bahasa daerah lainnya di Indonesia. Karena logat yang unik, orang dari luar daerah ini sering mencoba menirukan bagaimana cara orang Madura berbicara. Sayangnya, cara mereka menirukan seringkali tidak sesuai dengan aturannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, yang paling umum adalah anggapan bahwa semua kata dalam bahasa Madura bisa diulang. Semua kata untuk menciptakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sumenep-madura-jauh-lebih-mending-daripada-bangkalan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">logat Madura<\/a>, maka harus diulang, terutama pada akhir bunyi katanya, padahal tidak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, ketika mau bilang \u201cmau kemana?\u201d seringkali orang-orang mengubahnya menjadi \u201cmau na-kemana tak\u2019iye?\u201d.\u00a0 Lalu jika menjawab \u201cmau makan sate\u201d, dengan enteng langsung dibikin \u201cmau makan te-sate tak\u2019iye\u201d. Dengan demikian mereka sudah menganggap itu logat Madura. Oh tidak segampang itu tretanku! Terlebih,\u00a0 tak semua kalimat cocok diakhiri tak\u2019iye. Jujur, saya sedikit risih dengarnya. Hmmm, apalagi dibumbui intonasi merendahkan!<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Penganut individualisme garis keras tidak cocok bagi orang Madura<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepertinya, bagian ini tidak hanya untuk orang Madura, tapi individualis garis keras memang akan sulit cocok dengan orang lain. Tapi, dengan kondisi budaya masyarakat Pulau Garam yang sangat solid, pembahasan ini cukup menarik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, hampir semua orang Madura memiliki kecenderungan sikap kolektif. Artinya, mereka lebih suka melakukan apa-apa bersama. Apapun agendanya, itu adalah kewajiban seluruh warga untuk membantu. Budaya yok-ayok yang ada pada tulisan<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/budaya-yok-ayok-madura-saat-melayat-orang-meninggal-meresahkan\/#goog_rewarded\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Mba Halwah<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> membuktikan fenomena ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, dengan budaya yang seperti ini, tentu saja orang Madura akan merasa ogah dekat dengan penganut individualis garis keras. Jiwa gotong royong orang Madura sangat kuat. Makanya, kalau kalian lebih suka menyendiri dan apa-apa selalu dilakukan sendiri, terus kepincut sama orang Madura, pertimbangin lagi deh! Hehehe.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya cukup! Itulah hal yang orang Madura tak suka, tapi sering dianggap biasa. Saya harap, melalui artikel ini, kita semua semakin hati-hati dalam berinteraksi, terutama saat berinteraksi dengan orang yang memiliki latar belakang berbeda. Sekian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Abdur Rohman<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lahir-di-madura-pikul-citra-buruk-tapi-saya-tetap-cinta\/\"><b>Derita Menjadi Orang yang Lahir di Madura dan Memikul Citra Buruk, tapi Saya Tidak Pernah Menyesal<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini <\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada beberapa hal yang dibenci dan melukai hati orang Madura, itu mengapa perlu berhati-hati ketika berinteraksi dengan mereka. <\/p>\n","protected":false},"author":2507,"featured_media":337396,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5020,1976],"class_list":["post-337368","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-madura","tag-orang-madura"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/337368","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2507"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=337368"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/337368\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/337396"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=337368"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=337368"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=337368"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}