{"id":337137,"date":"2025-05-20T12:59:45","date_gmt":"2025-05-20T05:59:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=337137"},"modified":"2025-05-20T12:59:45","modified_gmt":"2025-05-20T05:59:45","slug":"bus-parikesit-malang-konsisten-butut-tapi-tetap-jadi-andalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bus-parikesit-malang-konsisten-butut-tapi-tetap-jadi-andalan\/","title":{"rendered":"Bus Parikesit Malang Konsisten Butut dan Menyiksa Penumpang, tapi Tetap Jadi Andalan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian yang pernah tinggal di Malang, entah kota atau kabupatennya, pasti tidak asing dengan Bus Parikesit. Bus yang melayani trayek panjang Malang-Lumajang ini banyak bersinggungan dengan kehidupan orang Malang. Saya adalah salah satunya. Saya adalah pelanggan setia selama 6 tahun, mulai dari kelas 7 SMP hingga <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/berat-jadi-satu-satunya-lulusan-sma-di-keluarga-penuh-sarjana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lulus SMA<\/a>. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking seringnya naik bus ini, kernet sudah hafal dengan saya. Bahkan, <\/span>kalau teman-teman SMP diminta mendefinisikan diri saya kala itu, saya yakin mereka akan bilang, &#8220;<span style=\"font-weight: 400;\">Oh, itu lho, yang sering naik bus Parikesit.\u201d Bukan karena saya terkenal, tapi karena tiap pulang sekolah, mereka pasti lihat saya duduk manis di pojokan, melawan mabuk perjalanan dan doa agar busnya nggak mogok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bertahun-tahun berlalu semenjak saya jadi pelanggan setia bus Parikesit Malang. Kini saya sudah lulus kuliah, bahkan sudah menyelesaikan pendidikan profesi. Namun, bus Parikesit masih sama saja seperti bertahun-tahun silam. Bodi bus Parikesit masih tua, suspensi lemah, klaksonnya cempreng dan memekakkan telinga. Kursi bus masih banyak yang sobek, jendela rewel, dan nggak ada AC. Naik bus ini mengingatkan kembali masa-masa sekolah saya dulu.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Andalan warga Malang<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau fasilitasnya jauh dari kata nyaman, bus ini jadi andalan warga Kabupaten Malang yang tidak punya kendaraan atau malas bawa kendaraan pribadi seperti saya. Khususnya, mereka yang tinggal di bagian <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gondanglegi-malang-nggak-terkenal-begini-caranya-menjelaskan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Malang sisi timur<\/a> seperti Turen, Dampit, Tirtoyudo, sampai Ampelgading.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asal tahu saja, bus ini punya rute panjang Malang\u2013Lumajang. Nggak banyak kendaraan umum yang mau dan bisa menempuh jalur ini. Terlalu jauh, terlalu sepi, dan secara ekonomi barangkali dianggap tidak menguntungkan. Tapi, bus Parikesit tetap jalan, tetap bertahan, meski kadang nggak benar-benar sampai Lumajang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan saja, Kabupaten Malang itu luas sekali, tapi angkutan umumnya hanya segelintir saja, salah satunya bus Parikesit yang tampak hidup segan mati tak mau. Itu mengapa, walau fasilitasnya dan layanannya jauh dari kata nyaman, banyak orang masih menantikan bus satu ini. Terutama mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi atau malas bawa kendaraan seperti saya. Bahkan, penumpang rela menunggu hingga 1 jam karena jumlah armadanya yang semakin menurun. Maklum, bisnis transportasi umum kian sulit semenjak kendaraan pribadi lebih mudah diakses.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Terima kasih Bus Parikesit sudah bertahan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu kali saya sempat ngobrol dengan salah satu kernet lama Bus Parikesit. Dia masih ingat saya, dan saya juga masih ingat suara teriakannya waktu mengajak penumpang untuk naik bus. Dia mengatakan, penumpang bus saat ini jauh lebih sedikit, sangat berbeda dengan dahulu yang bisa sampai menolak penumpang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan itu sejujurnya membuat hati saya miris. Namun, perubahan zaman memang tidak bisa terhindarkan. Raja jalanan Malang-Lumajang perlahan mulai ditinggalkan penumpang setianya. Apabila hal ini terus berlanjut bukan tidak mungkin bus satu ini akan lenyap dan hanya menjadi kenangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saya tidak ingin bus ini benar-benar <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kabupaten_Lumajang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lenyap.<\/a> Selain pernah jadi bagian penting dalam kehidupan, saya merasa bus ini masih bermanfaat untuk banyak orang. Meksipun reyot, Bus Parikesit merupakan jalan keluar terbaik atas ketidakbecusan pemerintah menyediakan\u00a0 transportasi umum yang nyaman dan aman. Selama pemerintah belum bisa menjamin hal itu, saya berharap Bus Parikesit tetap mengaspal di jalanan dan membantu banyak orang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Vranola Ekanis Putri<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/trans-jogja-diskriminatif-menyusahkan-masyarakat\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Trans Jogja Diskriminatif dan Nggak Inklusif, Hanya Menyusahkan Masyarakat<\/span><\/i><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bus Parikesit Malang dari dulu hingga sekarang sama saja, butut dan menyiksa penumpang. Namun, bus ini sudah banyak membantu orang. <\/p>\n","protected":false},"author":2929,"featured_media":337348,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[28557,28556,985,28558],"class_list":["post-337137","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-bus-parikesit","tag-bus-parikesit-malang","tag-malang","tag-parikesit"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/337137","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2929"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=337137"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/337137\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/337348"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=337137"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=337137"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=337137"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}