{"id":334895,"date":"2025-05-19T13:46:21","date_gmt":"2025-05-19T06:46:21","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=334895"},"modified":"2025-05-19T13:48:01","modified_gmt":"2025-05-19T06:48:01","slug":"jogja-masih-berhati-nyaman-saya-ditolong-banyak-orang-di-sini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jogja-masih-berhati-nyaman-saya-ditolong-banyak-orang-di-sini\/","title":{"rendered":"Pengalaman Ditolong Saat Motor Mogok dan Nggak Punya Uang Menyadarkan Saya Jogja Masih Berhati Nyaman"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelesetan slogan Jogja Berhati Nyaman menjadi Jogja berhenti nyaman semakin masif belakangan ini. Pelesetan itu muncul karena semakin banyak orang merasa kurang aman dan nyaman hidup di daerah ini. Beberapa kejadian seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/jbt\/menelusuri-akar-klitih-di-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">klitih<\/a>, begal payudara, tindakan intoleran terkait ras dan agama memang membuat warga waswas. Bahkan, tidak sedikit yang mempertimbangkan kembali untuk tinggal di Kota Pelajar ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, di tengah narasi Jogja berhenti nyaman yang beredar, saya justru mengalami kejadian yang sebaliknya. Pada saat itu saya pulang kerja di malam hari, kurang lebih pukul, 22.30 WIB. Di simpang empat MM UGM, motor saya tiba-tiba mengeluarkan suara \u201cglek\u201d dan mogok. Sisa malam hari itu menjadi pengalaman yang sangat panjang untuk saya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Banyak orang baik di sini<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya berusaha tetap tenang ketika motor saya rewel di tengah-tengah perempatan. Saya kemudian mengirimkan sinyal lampu sen ke arah kiri, tanda kendaraan hendak menepi. Setelah berada di lokasi yang relatif aman, saya baru sadar tidak memiliki paket internet, lupa mengisinya sebelum pulang dari kantor. Praktis saya tidak bisa menghubungi siapapun untuk meminta pertolongan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah berbagai usaha menenangkan diri dan memikirkan berbagai upaya menghidupkan kembali kendaraan, sekelompok orang menghampiri saya. Tiga laki-laki dan satu perempuan. Mereka menanyakan kondisi kendaraan yang terparkir di pinggir jalan tidak berdaya. Mereka bantu memeriksa kendaraan dan mendapati motor saya rantainya lepas. Sayangnya, mereka tidak bisa memasang kembali rantainya sebab tidak tahu caranya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada sedikit kelegaan dalam hati ini mengetahui sebab rewelnya kendaraan ini. Setidaknya saya tidak kebingungan ngomong ke tukang bengkel nanti. Akhirnya saya pasrah menuntun motor itu ke bengkel terdekat yang entah kenapa masih buka atau tidak.\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah beberapa saat saya mendorong kendaraan dengan susah payah, ada motor mendekat. Seorang laki-laki dan perempuan yang berboncengan turun dan menanyakan kondisi kendaraan. Saya menjelaskan apa yang terjadi. Syukurnya, mereka bersedia membantu saya mendorong kendaraan sampai ke bengkel terdekat dengan cara stut motor. <a href=\"https:\/\/kumparan.com\/info-otomotif\/stut-motor-adalah-cara-mendorong-motor-mogok-apakah-aman-1yT6HSTb5fg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stut motor<\/a> adalah cara menggerakkan kendaraan dengan mendorong di bagian stepper penumpang motor.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah kali pertama dalam hidup seseorang setut motor saya. Hingga akhirnya kami sudah sampai di pertigaan di mana biasanya ada sebuah bengkel buka, sayangnya bengkel tutup. Saya dalam hati mulai khawatir. Atas saran pengendara lain, kami akhirnya menuju bengkel di daerah Kotabaru Jogja yang masih buka 24 jam.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Kehangatan yang ditawarkan orang Jogja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesampainya di bengkel di<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kotabaru-jogja-kawasan-pemukiman-belanda-jadi-tempat-wisata\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> kawasan Kotabaru<\/a>, saya langsung menceritakan kerusakaan kendaraan saya kepada tukang bengkel. Persoalan kendaraan tidak hanya sampai di situ sebab saya tidak memiliki cukup uang. Di dompet saya tinggal Rp6.000.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Betul saja, biaya pasang rantai mencapai Rp20.000, jelas uang yang saya miliki tidak mencukupi. Akhirnya saya memberanikan diri bertanya ke tukang bengkel kendaraan. \u201cMas, boleh saya bayar Rp6.000 dulu, terus besok saya balik bayar sisanya?\u201d Untung saja diizinkan dengan ramah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keesokan harinya, saya kembali lagi ke bengkel tersebut. Saya berniat membayar kekurangan biaya sebesar Rp14.000. Tapi, penjaga<a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/bengke-motor-jogja-bikin-kaget-orang-surabaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> bengkel<\/a> mengatakan sudah mengikhlaskannya. Dalam hati saya sungguh bersyukur, betapa baik orang-orang di Jogja ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di malam yang panjang dan dingin hari itu, saya merasakan banyak kehangatan dari orang Jogja. Entah mereka orang asli atau pendatang, tapi mereka memberikan perhatian dan pertolongan yang sangat berharga. Saya jadi percaya masih banyak orang baik di tengah Jogja yang katanya berhenti nyaman ini. Saya masih percaya Jogja Berhati Nyaman seperti slogannya selama ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizki Aulia Rahmawati<br \/>\nEditor: Kenia Intan<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jogja-berhenti-nyaman-malioboro-berhenti-aman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jogja Berhenti Nyaman, Malioboro Berhenti Aman: Krisis Ruang Aman bagi Perempuan di Jantung Daerah Istimewa<\/a><\/em><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seperti slogannya, Jogja (masih) berhati nyaman. Banyak orang baik dan hangat di kota ini yang telah membantu saya. <\/p>\n","protected":false},"author":2942,"featured_media":336330,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[115,1497,28546,28545],"class_list":["post-334895","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jogja","tag-jogja-berhati-nyaman","tag-jogja-berhenti-nyaman","tag-orang-baik-jogja"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/334895","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2942"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=334895"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/334895\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/336330"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=334895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=334895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=334895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}