{"id":334300,"date":"2025-05-17T12:59:11","date_gmt":"2025-05-17T05:59:11","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=334300"},"modified":"2025-05-20T15:43:45","modified_gmt":"2025-05-20T08:43:45","slug":"bedah-suzuki-fronx-versi-indonesia-india-dan-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bedah-suzuki-fronx-versi-indonesia-india-dan-jepang\/","title":{"rendered":"Suzuki Fronx Versi Indonesia: Jauh Melampaui India, Negara yang Jadi &#8220;Anak Emas&#8221; Suzuki"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mei ini, Suzuki Indonesia resmi meluncurkan Fronx, SUV kompak yang siap meramaikan pasar otomotif Tanah Air. Menariknya, Fronx ini bukan hanya dirakit lokal, tapi juga menjadi model Suzuki pertama di Indonesia yang dibekali fitur Advanced Driving Assistance System (ADAS).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, bagaimana jika kita bandingkan Fronx versi Indonesia dengan versi India dan Jepang? Apakah kita mendapat versi terbaik, atau justru versi hemat fitur? Mari kita bedah satu per satu<\/span><\/p>\n<h2><b>Eksterior: mirip tapi tak sama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara tampilan luar, Suzuki Fronx versi India dan Indonesia nyaris kembar identik. Keduanya dilengkapi roof rail dan velg dengan empat baut. Perbedaan kecil terletak pada warna velg: versi India menggunakan velg two-tone pada tipe atas dan hitam pada tipe bawah, sedangkan di Indonesia sebaliknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Versi Jepang sedikit berbeda; tidak ada roof rail untuk menyesuaikan dengan tinggi garasi di sana, dan velgnya menggunakan lima baut yang diklaim memberikan pengendalian lebih stabil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Skor eksterior:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> India: 1<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Indonesia: 1<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Jepang: 1<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Interior: sentuhan premium yang berbeda<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masuk ke dalam kabin, ketiga versi Suzuki Fronx memiliki desain dashboard yang sama. Namun, versi Jepang dan Indonesia tampil lebih premium dengan jok dan panel pintu berlapis kulit, sementara versi India masih menggunakan bahan fabric bahkan pada varian tertingginya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk kenyamanan penumpang belakang, versi Indonesia dan India dilengkapi ventilasi AC baris kedua, sedangkan versi Jepang tidak. Namun, versi Jepang menawarkan fitur pelipatan kursi yang lebih canggih dengan lantai bagasi dua level, memungkinkan pelipatan jok yang rata lantai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Skor interior:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> India: 1<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Indonesia: 2<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Jepang: 2<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bedah-suzuki-fronx-versi-indonesia-india-dan-jepang\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Fitur dan kesimpulan<\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Fitur Suzuki Fronx di 3 negara: teknologi canggih vs standar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hal fitur, ketiga versi Fronx memiliki beberapa kesamaan seperti 6 airbags, ABS, VSC, HUD, kamera 360, auto wiper, auto headlamp, dan head unit serupa. Namun, versi Jepang dan Indonesia unggul dengan adanya fitur ADAS yang mencakup 15 sensor untuk menunjang keamanan berkendara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Versi Jepang lebih unggul lagi dengan tambahan mode berkendara dan rem tangan elektrik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Skor fitur:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> India: 1<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Indonesia: 3<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Jepang: 4<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Mesin: Turbo vs (Mild) Hybrid<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suzuki Fronx Versi India dibekali mesin 1.0L Boosterjet turbo yang menghasilkan tenaga 98.69 bhp dan torsi 147.6 Nm. Versi Indonesia dan Jepang menggunakan mesin 1.5L K15 (K15C untuk Jepang dan Indonesia varian tertinggi, dan K15B untuk Fronx Indonesia varian bawah) dengan teknologi mild hybrid, menghasilkan tenaga sekitar 100 (K15C) dan 104 (K15B) hp dan torsi 138 Nm.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Versi Jepang juga menawarkan pilihan AWD, memberikan keunggulan dalam hal traksi dan pengendalian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Skor mesin:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> India: 2<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Indonesia: 3<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Jepang: 5<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Kesimpulan: Suzuki Fronx Jepang terdepan, Indonesia di tengah, India perlu pembaruan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari perbandingan di atas, Fronx versi Jepang unggul dengan fitur paling lengkap dan teknologi canggih. Versi Indonesia berada di posisi tengah dengan kombinasi fitur premium dan <a href=\"https:\/\/wuling.id\/id\/blog\/autotips\/teknologi-advanced-driver-assistance-system-adas-untuk-keamanan-berkendara\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">teknologi ADAS<\/a>. Sementara itu, versi India, meskipun memiliki mesin turbo yang bertenaga, tertinggal dalam hal fitur keselamatan dan kenyamanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi meski versi Indonesia hanya berada di tengah-tengah, tak lantas tidak worth untuk dibeli. Siapa tahu memang dasarnya kalian nggak butuh mobil yang kelewat canggih. Jadi, kapan meminang Fronx?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Antonio Marco Lukito<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mobil-suzuki-apv-emang-bukan-mobil-nyaman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Suzuki APV Memang Nggak Nyaman, kalau Memang Cari Nyaman, Beli Innova!<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagaimana jika kita bandingkan Suzuki Fronx versi Indonesia, India, dan Jepang? Apakah kita dapat versi terbaik, atau justru versi hemat?<\/p>\n","protected":false},"author":2927,"featured_media":334752,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[5551,31,1213,28534],"class_list":["post-334300","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-india","tag-indonesia","tag-jepang","tag-suzuki-fronx"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/334300","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2927"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=334300"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/334300\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/334752"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=334300"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=334300"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=334300"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}