{"id":333865,"date":"2025-05-12T11:08:29","date_gmt":"2025-05-12T04:08:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=333865"},"modified":"2025-05-12T18:41:28","modified_gmt":"2025-05-12T11:41:28","slug":"arema-persik-dan-kota-malang-yang-tak-pernah-belajar-apa-apa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/arema-persik-dan-kota-malang-yang-tak-pernah-belajar-apa-apa\/","title":{"rendered":"Arema, Persik, dan Kota Malang yang Tak Pernah Belajar Apa-apa dari Tragedi Kanjuruhan"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSamean salah cak, mosok ngongkon Aremania mikir, kaboten\u201d<\/span><\/i><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas, adalah sebuah twit dari seseorang di X. Hanya delapan kata, tapi lebih dari mampu membuat hati kecil saya tersayat. Mau bagaimanapun, saya lahir dan besar di Malang, otomatis, saya juga Aremania, otomatis fans Arema, dan cuitan itu sedikit banyak juga ditujukan ke saya. Semenjak Tragedi Kanjuruhan, hal-hal seperti ini seperti biasa terdengar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tak tahu benar, apa tujuan beliau menulis itu, apakah mengejek? Asbun? Ataukah, membeberkan fakta? Meskipun membacanya saja membuat saya agak mbrebes mili, tapi harus diakui, sepertinya alasan ketiga jauh lebih masuk akal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat keluarga korban berjuang ke sana ke mari menuntut keadilan, merangkul semua elemen untuk menyuarakan hal yang sama, malah apa yang didapat? Benar, represi. Tekanan dari kanan-kiri, yang pahitnya, berasal dari \u2018saudara sendiri\u2019. Di titik ini, logika dan nalar sehat saya sebagai manusia, tak sampai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedikit informasi, saya adalah korban selamat Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 silam. Sebuah tragedi nahas yang menjadi duka kita semua: para pecinta sepak bola Indonesia. Jujur, sejak pertandingan malam itu, saya tak lagi menonton Arema dan tak lagi mengikuti perkembangan Liga Indonesia\u2013ini kalau berkembang ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga beberapa hari lalu, saya membaca berita bahwa Stadion Kanjuruhan akan kembali beroperasi. Laga Arema melawan Persik Kediri menjadi pertandingan pertama atau 953 hari selepas tragedi.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Renovasi tetap jalan, entah untuk apa<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tahu sebelumnya Stadion Kanjuruhan direnovasi besar-besaran, menghabiskan dana kurang lebih Rp357 miliar. Saya juga tahu sempat ada penolakan dari keluarga korban, tapi ya lagi-lagi, kami melawan \u2018setan\u2019. Bim salabim, renovasi tetap berjalan, dan stadion siap untuk digunakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ditanya rekan, kenapa sih Kanjuruhan direnovasi? Saya juga tak mengerti betul, entah, agar jadi tempat yang lebih layak sesuai aturan FIFA atau upaya penghilangan tempat kejadian perkara (TKP) dan barang bukti? Ah, ada-ada saja, kali ini jelas asumsi pertama yang benar. Kita kan negara yang taat hukum, negara dan bangsa yang besar kalau kata pak Presiden, iya kan? Iya dong.<\/span><\/p>\n<h2><b>Negara yang menganggap remeh nyawa dan tak menghukum Arema<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kembali ke laga Arema vs Persik, buat saya, laga tersebut berlangsung terlalu cepat. Tragedi tersebut belum benar-benar usai, dan belum ada kesepakatan bahwa itu adalah nyawa terakhir di sepak bola Indonesia. Tampaknya, keadilan masih sebatas angan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayolah, kita punya internet kok buat mencari tahu siapa-siapa saja tersangka dan berapa lama hukuman penjara mereka. Sependek yang saya ingat, hukuman paling lama diterima oleh eks Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, yakni 2,6 tahun penjara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan untuk Arema FC? Ahh, hukuman untuk mereka malah tak lebih keras dari kentut. Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) dan security officer dilarang berkiprah di sepak bola Indonesia seumur hidup, klub yang dilarang menjadi tuan rumah, serta denda Rp250 juta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepertinya, negara ini terlalu menganggap remeh nyawa dan kehormatan orang lain. Semua hanya dilihat dengan perspektif angka. Kanjuruhan hanya dilihat 135 korban jiwa. Kekuasaan tidak peduli dengan 1 persen, asalkan memiliki 99 persen. Bandingkan saja dengan mahasiswi ITB yang baru-baru ini ditangkap pihak kepolisian karena sebuah gambar AI, ingin tahu dia terancam hukuman berapa lama? Ya, 12 tahun penjara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menghilangkan nyawa, 2,6 tahun penjara dan menyebarkan foto AI terancam 12 tahun. Kembali lagi, di titik ini, akal sehat saya tak lagi mampu berpikir.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/arema-persik-dan-kota-malang-yang-tak-pernah-belajar-apa-apa\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Lempar batu, hancur hatiku<\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Sebongkah batu yang memecahkan harapan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya, dan banyak suporter Arema serta klub sepak bola Indonesia lainnya yang masih memiliki nalar dan logika, optimis bahwa tragedi Kanjuruhan akan menemukan keadilannya. Mungkin bukan hari ini, tapi besok, atau besoknya lagi. Selama, kita terus menerus mengingat korban. Entah, di setiap rapalan doa selepas beribadah, banner-banner yang dibentangkan di stadion, atau peringatan tahunan setiap 1 Oktober.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi sayang, harapan kita sirna karena sebuah batu. Batu tersebut tidak hanya memecahkan <a href=\"https:\/\/video.kompas.com\/watch\/1846476\/detik-detik-bus-persik-dilempari-batu-di-luar-stadion-kanjuruhan-arema-fc-minta-maaf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kaca bus tim Persik Kediri<\/a>, namun juga mimpi bahwa tragedi ini akan bertemu titik akhirnya. Melihat video yang beredar di media sosial, bagi saya, orang tersebut layak dipisuhi 24 jam full.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum ada rilis resmi dari pihak kepolisian, terkait tangan siapa yang menodai perdamaian antarsuporter yang perlahan mulai dirajut. Tapi, saya yakin betul bahwa dalam waktu dekat, akan muncul sebuah nama yang nantinya dibeberkan ke masyarakat. Hal seperti ini bukan sesuatu yang berat, menangkap orang-orang yang merusak kantor saja bisa sat-set, apalagi hal remeh gini, iya kan?<\/span><\/p>\n<h2><b>Kita memang tak pernah belajar apa-apa. Arema atau bukan, kita tak belajar apa-apa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak sedikit suara-suara \u2018bubarkan Arema\u2019 yang saya dengar. Tidak kawan, Arema (entah yang mana yang asli), di Malang tak hanya sekadar sepak bola. Lebih dari itu. Dia mengalir di setiap darah arek-arek Malang. Jadi, memisahkan Arema dengan warga Malang, lebih mustahil dari sebuah ketidakmungkinan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hampir 1.000 hari berlalu tanpa arah, sebagian orang mungkin sudah puas, namun sebagian lain meminta lebih. Ini membuat kubu di Malang terpecah belah, ada yang dicap loyalis, ada juga yang dilabeli pembenci.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, warga Malang harusnya menjadi kumpulan yang paling bawel, yang paling kritis meminta haknya. Kalau terpecah belah, ya kita tak ubahnya menjadi badut para kekuasaan. Kita akan terus disuguhi hal-hal yang nggak masuk akal. Masak kalian lupa, rekonstruksi dipindah ke Surabaya, alih-alih di tempat kejadian perkara? Ini mah Joko Sembung bawa golok, nggak nyambung blas, blok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita tuntut permintaan maaf dan pengakuan bersalah dari negara dan stakeholder terkait atas kejadian malam itu. Semua yang salah wajib dihukum seberat-beratnya, seadil-adilnya. Kita minta juga penegasan bahwa kejadian itu adalah nyawa terakhir di sepak bola Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin tidak akan sama, tapi sepak bola Malang bisa saja kembali seperti dulu kala, setelah memberikan hak-hak mereka yang kehilangan nyawa. Kalau dalam kondisi saat ini, sebagai manusia, masak ya tega bernyanyi dan bersorak di atas tribun, saat hak-hak korban belum terpenuhi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau terus-terusan menjadi benang kusut, ya siap-siap saja menelan buah busuk. Dan, sepertinya memang benar, \u2018Tentang Tragedi Kanjuruhan, kita belajar untuk tidak belajar\u2019.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Devandra Abi Prasetyo<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/tragedi-kanjuruhan-tragedi-yang-ingin-dilupakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tragedi Kanjuruhan 1 Tahun: Ketika Pemerintah dan Aparat Ingin Masyarakat Indonesia Melupakan Tragedi yang Merenggut 135 Nyawa!<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kelakuan oknum fans hari ini menyadarkan kita akan satu hal: Arema, Malang, dan kita, tidak belajar sama sekali dari Tragedi Kanjuruhan.<\/p>\n","protected":false},"author":1757,"featured_media":333902,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":"Kelakuan oknum fans hari ini menyadarkan kita akan satu hal: Arema, dan kita pada umumnya, tidak belajar sama sekali dari Tragedi Kanjuruhan."},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12904],"tags":[11323,17195,17456,28473,13098,17156],"class_list":["post-333865","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olahraga","tag-arema","tag-aremania","tag-highlight","tag-kerusuhan-suporter","tag-pilihan-redaksi","tag-tragedi-kanjuruhan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/333865","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1757"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=333865"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/333865\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/333902"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=333865"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=333865"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=333865"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}