{"id":33359,"date":"2020-04-03T13:42:04","date_gmt":"2020-04-03T06:42:04","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=33359"},"modified":"2020-04-03T13:42:04","modified_gmt":"2020-04-03T06:42:04","slug":"move-on-dari-bayang-bayang-mantan-5-cara-untuk-orang-baru-putus-cinta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/move-on-dari-bayang-bayang-mantan-5-cara-untuk-orang-baru-putus-cinta\/","title":{"rendered":"Move On dari Bayang-bayang Mantan: 5 Cara untuk Orang Baru Putus Cinta"},"content":{"rendered":"<p>Tak salah jika Meggy Z bersabda dalam lirik lagunya, daripada sakit hati, lebih baik sakit gigi ini. Sakit gigi bisa saja pergi ke dokter gigi, untuk konsultasi dan melakukan pengobatan, tapi formula penyembuhan sakit hati karena putus cinta sangatlah sukar ditemukan. Mau dia lulusan psikologi ataupun konseling, ketika fase putus cinta datang, akan gelagapan juga menghadapinya. Bagi kalian yang sedang ada dalam fase ini, bangun dan segeralah berdiri. Hei, sungguh kamu tidak boleh tinggal diam, <em>guys<\/em>. Mari siapkan <em>starter pack<\/em> untuk <em>move on<\/em> dari fase yang amat menyedihkan ini.<\/p>\n<p>Dengan berkaca pada pengalaman pribadi, saya akan berbagi <em>starter pack<\/em> agar tidak terkungkung oleh kenangan-kenangan yang kerap kali datang tidak kenal rumus dan waktu ketika kita putus cinta. Ini dia, gasss~<\/p>\n<h4><strong>Starter pack move on #1 Bersihin galeri hape<\/strong><\/h4>\n<p>Pertama, kamu coba untuk <em>scroll<\/em> galeri hape dan lihat apakah masih ada foto-foto yang merupakan hasil <em>laku lampah<\/em> kamu dengan bekas pacarmu. Kalau ada, harap segera dihapus dari galerimu. Langkah ini berfungsi agar kamu tidak merasa terpenjara oleh memori manis yang dulu pernah diukir bersama.<\/p>\n<p>Ini sifatnya <em>urgent<\/em>. Menghapus semua foto-foto yang amat berharga itu bisa membuat lega dan puas lho. Ini juga merupakan <em>first step<\/em> untuk <em>move on<\/em>.<\/p>\n<h4><strong>Starter pack move on #<\/strong><strong>2 Delete riwayat chat dengan mantan<\/strong><\/h4>\n<p>Kalau kalian putus gara-gara si mantan yang mutusin, nggak usah berpikir panjang, langsung hapus aja riwayat <em>chat<\/em> dengannya. Tujuannya untuk membangun fondasi bangunan <em>move on<\/em> yang kokoh. Bangunan <em>move on<\/em> ini kelak nggak akan mudah dirobohkan hanya karena isi chat yang masih <em>sayang-sayangan, love you-love you an, jaga diri kamu ya, aku ada di sini untuk kamu, kita berjuang bersama-sama ya,<\/em> halah diinget-inget bikin kesel lagi. Hapus aja langsung ya <em>chat<\/em> kalian itu. Pliss jangan di-<em>screenshoot<\/em> segala sebelum ngehapus.<\/p>\n<h4><strong>Starter pack move on #<\/strong><strong>3 Hapus playlist lagu bersama yang selama ini jadi soundtrack pacaran<\/strong><\/h4>\n<p>Soalnya kalau kita ini nggak dilakukan, dampaknya akan berbahaya sekali. Musik punya kemampuan kuat memancing memori yang sudah dihapus untuk muncul kembali. Bayangkan, ketika secara tidak sengaja <em>playlist<\/em> itu terdengar di suatu hari, semacam segala malapetaka akan menghampirimu. Kamu seharian akan berada di posisi magerisasi, dirundung murung, sesal, dan kecewa. Untuk menghindarinya menghapus <em>playlist<\/em> musik tadi sudah tindakan paling elegan.<\/p>\n<h4><strong>Starter pack move on #<\/strong><strong>4 S<\/strong><strong>top ngehalu<\/strong><\/h4>\n<p>Saat masih kasmaran dengannya, kamu mungkin sempat membahas rancangan-rancangan hidup di masa depan. <em>Nanti di depan rumah kita harus ada taman ya sayang, sayang aku pengen anaknya banyak, sayang nanti kita ke sini bareng anak kita ya, yang rumahnya minimalis-modern aja ya, nanti kita mudik bareng ya. <\/em>Obrolan itu belakangan terbukti sok-sokan mendahului takdir Tuhan. Udah, stop, kalian udah putus, semua khayalan itu nggak usah diterusin. Termasuk nggak perlu mengkhayal bahwa kamu cuma perlu berusaha lebih keras buat ngedapetin dia lagi. <em>Move on<\/em> hayuk.<\/p>\n<h4><strong>Starter pack move on #5 Menghindari tempat-tempat penuh kenangan berdua<\/strong><\/h4>\n<p>Untuk kalian yang pacaran hanya via Zoom<i> <\/i>atau Google Hangout, udah, ini bukan kiat buat kalian.\u00a0Nah, bagi kamu yang pacarannya sering jalan-jalan bareng, pastilah ketika pergi ke suatu tempat kamu seperti merasakan <em>deja vu<\/em>. <em>Anjir dulu gua pernah di mari bareng dia,<\/em> begitu batinmu, dan seketika pikiranmu melanglang buana, membawamu ke alam bawah sadar, otakmu dijejali ingatan harmonis kala itu dengannya.<\/p>\n<p>Halo, ingatan kayak gini akan sangat-sangat mengganggu iktikadmu untuk <em>move on<\/em> ya. Maka mari bersikap bijak untuk meng-<em>counter<\/em> ini dengan menghindari lokasi-lokasi penuh kenangan bedebah itu.<\/p>\n<p>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bj-habibie-pionir-teknologi-pembuka-keran-demokrasi-dan-pemikir-islam-kontemporer\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">B.J. Habibie: Pionir Teknologi, Pembuka Keran Demokrasi, dan Pemikir Islam Kontemporer<\/a> dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/faiz-romzi-ahmad\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Faiz Romzi Ahmad<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dengan berkaca pada pengalaman pribadi, saya akan berbagi starter pack agar tidak terkungkung kenangan-kenangan yang menghambat proses move on.<\/p>\n","protected":false},"author":325,"featured_media":33744,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[1866,167,2087],"class_list":["post-33359","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-move-on","tag-pacaran","tag-putus-cinta"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33359","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/325"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33359"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33359\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33744"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33359"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33359"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33359"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}