{"id":333579,"date":"2025-05-12T17:34:37","date_gmt":"2025-05-12T10:34:37","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=333579"},"modified":"2025-05-12T17:34:37","modified_gmt":"2025-05-12T10:34:37","slug":"retur-barang-shopee-yang-kelewat-mudah-malah-bikin-kepikiran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/retur-barang-shopee-yang-kelewat-mudah-malah-bikin-kepikiran\/","title":{"rendered":"Pengalaman Retur Barang Shopee yang Terlalu Mudah Malah Bikin Saya Kepikiran"},"content":{"rendered":"<p><em>Retur barang Shopee yang kelewat mudah bikin kepikiran nasib seller-nya.\u00a0<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cuaca di Pulau Jawa belakangan begitu labil. Pagi hingga siang hari begitu terik, tapi sorenya hujan deras. Itu mengapa saya memutuskan membeli payung baru\u2014meski sebenarnya sudah memiliki <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-rekomendasi-jas-hujan-paling-awet-dan-nggak-rembes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">satu set jas hujan<\/a>. Pikir saya, payung itu bisa membantu saya melawan terik matahari di siang hari dan melindungi dari hujan badai di sore hari. Jelas saya butuh payung, ini bukan pembelian impulsif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya lalu mencoba mencari payung yang secara bersamaan cocok untuk kedua kondisi itu di\u00a0 Shopee. Tidak perlu lama, saya menemukan sebuah toko berlabel mal yang menjual payung yang sesuai angan saya: bisa menjadi pertolongan pertama saat hujan, melindungi mata dari silau matahari, serta ukurannya saat tidak digunakan yang kecil sehingga bisa mudah disimpan di dalam tas. Oh, tidak lupa, tersedia dalam warna yang saya sukai.<\/span><\/p>\n<h2><b>Barang pesanan tidak sesuai ekspektasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hari berlalu hari hingga akhirnya paket itu datang. Saat sudah tiba, saya antusias sekali membuka dan mencobanya. Sayang, saat dicoba untuk dibuka, payung itu tidak mau terbuka seutuhnya. Besi-besi yang menjadi rangka juga tampak sangat ringkih. Sekali sentuhan, mereka meleyot begitu saja tanpa perlawanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum memasukkan payung itu ke keranjang digital, sebenarnya saya sudah memeriksa ulasan pembeli-pembeli terdahulu. Namun, hingga ulasan di bintang terkecil, saya tidak menemukan keluhan berarti tentang kualitas payung. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Fix<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, barang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">defect. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kemudian mencoba mengomunikasikannya via chat kepada penjual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Respons penjual, tentu saja, menanyakan video <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bikin-video-boxing-sama-pentingnya-dengan-video-unboxing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">unboxing<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Celakanya, saya yang kelewat bersemangat menyambut paket, menjadi lupa dengan tata cara dasar belanja daring ini. Alhasil, beberapa hari setelahnya saya habiskan untuk berpikir, mau diapakan payung ini? Habis, sepertinya, kena angin sedikit saja, dia akan terbang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Retur barang Shopee sangat mudah, terlampau mudah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Payung itu hanya diam di meja saya selama beberapa hari. Sampai akhirnya entah di pagi hari keberapa, notifikasi Shopee di ponsel saya berbunyi. Jika tidak keliru, sih, mengingatkan agar saya mengonfirmasi penerimaan payung itu. Saya yang tumben-tumbennya membuka notifikasi Shopee itu lalu melihat sebuah tombol yang selama ini seingat saya tidak pernah saya manfaatkan: Ajukan pengembalian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Merasa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nothing to lose<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, saya pun kemudian menjajalnya. Di sana, pembeli hanya diwajibkan untuk mengunggah foto produk yang dibeli dan alasan pengembalian. Video, termasuk video <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">unboxing<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, hanyalah opsional. Sejurus kemudian, pembeli diminta memilih mau mengantar sendiri barang ke konter jasa kirim terdekat atau dijemput kurir. Tentu saja, saya memilih yang terakhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siang yang sama, kurir sudah datang menjemput paket. Saya mengira, saldo akan dikembalikan ketika barang sudah sampai di tangan penjual dan diverifikasi layak tidaknya barang tersebut diretur. Jujur, saya sedikit cemas dan berpikir tidak apa-apa jika uang tidak kembali, asalkan penjual mau menerima barang itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengejutkannya, tidak sampai sejam, saldo sudah masuk ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengguna-shopeepay-dianaktirikan-shopee-seabank-disayang-sayang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Shopee Pay<\/a> saya! Persis sejumlah yang saya bayarkan, termasuk biaya layanan sebesar seribu rupiah itu pun, dikembalikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saya senang karena jadi tidak perlu memikirkan harus bagaimana terhadap barang yang tidak bisa dipakai. Tapi, betapa mudah dan cepatnya saldo kembali ini cukup membuat saya kepikiran. Kok, rasanya, Shopee terlalu memihak kepada pembeli secara buta, ya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan saja, itu sudah beberapa hari sejak barang tiba. Di rentang hari itu, bisa saja kerusakan terjadi karena saya sendiri, kan? Misalnya, payungnya saya gunakan sebagai perahu untuk mengarungi jalanan Pogung yang tergenang. Ditambah, tidak ada video <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">unboxing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau bukti lain yang bisa membuktikan kalau barang memang sudah demikian adanya sejak saya terima. Namun, Shopee memilih mengiyakan begitu saja permintaan retur saya. Tanpa mendengar sisi penjual.<\/span><\/p>\n<h2><b>Proses retur Shopee terlalu mudah membuat saya serba curiga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin saya saja yang lewah pikir, tapi retur barang Shopee yang terlalu mudah bisa jadi semacam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">loophole<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang bisa dengan mudah di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">abuse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> oleh pembeli yang tidak bertanggung jawab. Seketika, saya teringat utas yang viral beberapa waktu lalu di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/twitter-tempat-orang-berlomba-menjadi-jahat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Twitter<\/a>, yang sayangnya saya sudah kehilangan jejak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ceritanya, sebuah mitra resto di jasa pengiriman makanan mencuit di Komunitas Marah-Marah tentang bagaimana seorang pembeli secara konsisten meminta pengembalian saldo dengan mengirim ulasan yang tidak sesuai, disertai foto yang jelas-jelas bukan sebagaimana kondisi makanan yang dikirim penjual itu. Berdasarkan balasan di utas itu, ternyata tidak hanya satu-dua saja mitra resto yang jadi korbannya. Dan, iya, pihak aplikasi mengabulkan permintaan pembeli begitu saja, tanpa memberi kesempatan resto untuk menyanggah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlindungan konsumen memang perlu. Ini tampak jelas dari kasus<a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/hype\/read\/2025\/05\/05\/085635966\/kekacauan-konser-day6-di-jakarta-venue-berubah-tiket-bermasalah-dan?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> konser Day6<\/a> yang belum lama ini diselenggarakan (semoga semua pembeli tiket dan vendor yang dilanggar haknya lekas mendapatkan keadilan). Namun, saya rasa bukan berarti penjual tidak berhak membela dirinya. Proses dan syarat yang jelas dan adil bagi penjual dan pembelilah\u00a0 yang seharusnya menjadi batasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Annisa Rakhmadini<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/shopee-dan-kebijakan-absurdnya-bikin-penjual-menggerutu\/\"><b>Shopee dan Kebijakan Absurd-nya: Niatnya Membantu, tapi Malah Bikin Penjual Menggerutu<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Syarat retur barang Shopee yang longgar bikin kepikiran nasib seller-nya, ini bisa dimanfaatkan oleh konsumen tidak bertanggung jawab. <\/p>\n","protected":false},"author":1833,"featured_media":333954,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[6749,28480,28479,2539],"class_list":["post-333579","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-belanja-online","tag-retur-barang","tag-retur-barang-shopee","tag-shopee"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/333579","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1833"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=333579"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/333579\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/333954"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=333579"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=333579"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=333579"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}