{"id":333229,"date":"2025-05-07T13:21:49","date_gmt":"2025-05-07T06:21:49","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=333229"},"modified":"2025-05-08T10:51:15","modified_gmt":"2025-05-08T03:51:15","slug":"sisi-gelap-tinggal-di-kota-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-tinggal-di-kota-jogja\/","title":{"rendered":"Sisi Gelap Tinggal di Tengah Kota Jogja: Sebuah Wilayah yang Dikepung Sampah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya lahir dan besar di Kota Jogja. Tepatnya di daerah bernama <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Baciro,_Gondokusuman,_Yogyakarta\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baciro<\/a>, dekat sekali dengan Stadion Mandala Krida. Di usia 33 tahun saya menikah dan memilih tinggal di Minggir. Sebuah daerah di pinggiran Sleman sebelah barat. Minggir ini berbatasan langsung dengan Kulon Progo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya cukup menikmati tinggal di Minggir. Alamnya masih sangat asri, banyak sawah, dan makanan di sini murah. Bahkan, di beberapa warung pecel lele, harganya bisa 2 kali lebih murah ketimbang di Kota Jogja. Satu-satunya \u201ckesulitan\u201d tinggal di Minggir adalah jarak. Mau ke kantor, PP, 40 kilometer padahal masih sama-sama Sleman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, saya bisa menikmati dan bersyukur bisa meninggalkan Jogja bagian kota. Menurut saya pribadi, inilah 3 sisi gelap tinggal di kota.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Tempat pembuangan sampah \u201cmengepung\u201d Baciro<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Total ada 3 tempat pembuangan sampah yang \u201cmengepung\u201d Baciro. Pertama, ada di sebelah persis <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stadion-mandala-krida-jogja-dikepung-sampah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stadion Mandala Krida<\/a>. Itu, lho, yang pernah viral karena sampah di sana sampai menggunung dan tidak tertangani oleh Kota Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah begitu, trotoar sekitaran Mandala pernah jadi \u201ctempat sampah dadakan\u201d. Warga buang sampah sembarangan karena tempat pembuangan besar penuh. Baunya? Jangan tanya. Super busuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, ada di dekat SPBU Lempuyangan, tepatnya di seberang Warung Ijo yang legendaris itu. Kalau pagi dan mau beli makan di Warung Ijo, kamu harus menerobos bau busuk. Dan ketiga, di daerah Sapen, di sebelah persis rel kereta. Bayangin kamu harus berhenti karena ada kereta lewat sementara sampah belum diambil oleh DLH Jogja. Super sekali busuknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, di kota ini, sangat mungkin terjadi tempat pembuangan sampah \u201cmengepung\u201d sebuah kampung. Mau barat, timur, dan utara, bau semua.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Terlalu banyak traffic light di Kota Jogja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu teman saya dari Surabaya, suatu kali main ke Kota Jogja. Selama 2 hari, salah satu keluhannya adalah soal traffic light. Katanya, di Surabaya juga banyak. Tapi, traffic light di Jogja itu rada kebangetan banyaknya. Seakan-akan, setiap 50 meter, harus berhenti lagi karena lampu merah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi sebagian orang, berhenti di traffic light itu kegiatan yang menyebalkan. Apalagi kalau sering karena jaraknya dekat. Tapi ya mau gimana lagi karena wilayah Kota Jogja itu memang kecil. Kalau tidak salah cuma 32 kilometer persegi. Sudah begitu, banyak pertigaan dan perempatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggal di Baciro sendiri memang harus rada sabar. Banyak perempatan dengan traffic light. Misal, perempatan Stadion Mandala, perempatan Brimob, perempatan Angkatan Laut, perempatan Balai Kota, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-kusumanegara-wujud-ruwetnya-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perempatan Kusumanegara<\/a>, hingga perempatan kalau mau ke Jembatan Layang Lempuyangan. Jarak antara perempatan tersebut, kalau naik motor, paling 2 sampai 3 menit. Kalau pas kena merah terus, kamu memang kudu sabar.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Ujaran \u201corang Jogja di rumah saja\u201d memang nyata<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika libur panjang, misalnya tahun baru, tinggal di Kota Jogja, bisa benar-benar merasakan ujaran: \u201cOrang Jogja ngalah saja. Mending di rumah.\u201d Sebagai penghuni lama Baciro, saya bisa mengamini ujaran itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjelang pergantian tahun misalnya, di Stadion Mandala, selalu ada event. Acara puncak adalah balapan motor dan pesta kembang api. Sudah pasti jalanan jadi padat dan ramai sampai dini hari. Jadi, paling enak memang di rumah saja dan menonton kembang api dari lantai 2 rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-rekomendasi-hotel-murah-di-sekitar-tugu-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tugu<\/a>? Malioboro? Alun-Alun? Jalan Solo? Sudah, lupakan aja, sih. Itu kalau saya, ketimbang kamu terjebak macet. Jadi, memang, pada akhirnya, orang lokal jadi \u201crada terpaksa ikhlas\u201d tinggal di rumah dan tidak merayakan sebuah momen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jogja-itu-nggak-istimewa-dan-tidak-lagi-sama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jogja Itu Nggak Istimewa dan Tidak Lagi Sama karena yang Istimewa Itu Orang-orangnya<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jogja bagian kota menyimpan 3 sisi gelap yang membuat saya sering merasa malas. Tak lain karena terpaksa ikhlas dan dikepung sampah.<\/p>\n","protected":false},"author":425,"featured_media":333231,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[28415,20812,115,13870,28416,20090,7235,24573],"class_list":["post-333229","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-baciro-jogja","tag-jalan-kusumanegara","tag-jogja","tag-kota-jogja","tag-minggir-sleman","tag-sampah-jogja","tag-sleman","tag-stadion-mandala-krida"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/333229","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/425"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=333229"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/333229\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/333231"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=333229"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=333229"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=333229"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}