{"id":333207,"date":"2025-05-15T12:07:09","date_gmt":"2025-05-15T05:07:09","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=333207"},"modified":"2025-05-15T12:07:09","modified_gmt":"2025-05-15T05:07:09","slug":"membayangkan-wajah-alun-alun-gunungkidul-tanpa-pkl","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membayangkan-wajah-alun-alun-gunungkidul-tanpa-pkl\/","title":{"rendered":"Membayangkan Wajah Alun-Alun Gunungkidul Tanpa PKL: Cuma Bakal Jadi &#8220;Kuburan&#8221; di Tengah Kota"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemkab Gunungkidul hendak merelokasi (baca: menggusur) para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Wonosari. Rencana yang disampaikan Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih pada April lalu itu (konon) bertujuan untuk menata para pedagang supaya lebih tertib dan nyaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut penuturan Ibu Bupati, nantinya para PKL akan dipindah di beberapa tempat. Adapun sejumlah opsi lokasi yang dipilih yaitu kawasan Besole, Tugu Tobong Gamping, halaman Taman Budaya Gunungkidul, dan Taman Kuliner Wonosari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja, rencana relokasi tersebut disambut beragam pendapat oleh para pedagang. Ada yang \u201cpasrah\u201d ikut arahan dari Pemkab, tapi nggak sedikit juga yang resah dan khawatir setelah dipindah omzet pendapatan mereka bakal menurun. Pasalnya, sebagian pedagang ada yang sudah belasan bahkan puluhan tahun berdagang di kawasan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai warga sipil Gunungkidul, saya tiba-tiba membayangkan, apa jadinya ya kalau Alun-alun Gunungkidul tanpa PKL? Sebab, selama ini saya menganggap bahwa para pedagang dan ruang publik ini seperti satu-kesatuan yang sulit dipisahkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak sedikit orang yang berkunjung ke alun-alun, ya, karena pengin jajan menikmati aneka kuliner. Jadi, apa yang bakal terjadi kalau para pedagang direlokasi?<\/span><\/p>\n<h2><b>Kalau pedagang digusur, datang ke Alun-alun Gunungkidul mau ngapain?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, rencana relokasi PKL di Alun-alun Gunungkidul sudah bergulir sejak April lalu. Setidaknya ada 81 pedagang yang nantinya bakal pindah tempat. Tapi, sampai tulisan ini diturunkan saya melihat para pedagang (masih) berjualan di kawasan alun-alun. Saya menyaksikan tadi malam ruang publik itu masih \u201chidup\u201d dan \u201cidentitasnya\u201d masih terjaga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika dengar PKL di Alun-alun Gunungkidul mau direlokasi, pertanyaan saya cuma satu, semisal datang ke sini nanti mau ngapain? Nongkrong doang melihat dan merasakan lalu-lalu lalang asap kendaraan? Melihat para pejabat Pemda keluar-masuk kantor? Begitu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali lagi, maksud saya, banyak orang tertarik datang ke Alun-Alun Wonosari karena pengin menikmati aneka kuliner. Para PKL di tempat ini buat saya pribadi sudah seperti ikon kota. Banyak orang luar daerah yang kepincut dengan Gunungkidul, salah satunya karena keramahan para pedagang di kawasan alun-alun.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bakal jadi kota mati dan kehilangan identitas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, tanpa PKL di Alun-alun Gunungkidul, saya rasa Kota Wonosari juga bakal kehilangan identitasnya. Ya, mirip wajah Malioboro saat ini. Ketika para pedagang \u201cdiusir\u201d dari emperan toko beberapa tahun lalu, kini pusat keramaian Kota Jogja itu nggak menarik lagi. Malioboro kehilangan magnetnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekilas memang tampak lebih \u201cbersih\u201d, tapi ada semacam kebudayaan organik dari akar rumput yang hilang. Terlebih setelah dipindah ke <a href=\"https:\/\/terasmalioboro.jogjaprov.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Teras Malioboro<\/a>, sampai hari ini nasib ribuan PKL itu semakin ngga jelas. Jumlah pembeli semakin turun drastis dan nggak ada jaminan kesejahteraan dari otoritas terkait. Ini sangat memilukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya nggak berharap nasib serupa bakal menimpa para PKL di Alun-alun Gunungkidul. Tapi, yang pasti, pusat Kota Wonosari itu akan sepi seperti kota mati. Pedagang yang selama ini menggantungkan hidupnya di alun-alun, kini juga semakin ketar-ketir penuh ketidakpastian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cari kerjaan makin susah, sekalinya punya usaha jualan yang sudah sedikit mapan malah mau dipindah. Jadi, apa untungnya relokasi bagi warga Gunungkidul, Bu?<\/span><\/p>\n<h2><b>Bakal jadi kuburan di tengah kota<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, tanpa PKL, Alun-alun Gunungkidul cuma bakal jadi kayak \u2018kuburan\u2019 di tengah kota. Roda perputaran ekonomi di area ini bakal makin lesu. Seolah-olah ruang publik berubah menjadi kawasan privat. Dan, tentu saja, alun-alun kota akan kehilangan taringnya. Sepi, Lur..<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagian, apa jaminan para pedagang setelah dipindah nanti? Taruhlah, para PKL jadi dipindah ke kawasan Tugu Tobong Gamping, seperti yang Ibu Bupati sampaikan, apakah ada tanggung jawab dari Pemkab? Apakah yakin ke depannya para PKL itu nggak bakal direlokasi lagi? Setelah ikut arahan panjenengan, jangan-jangan nanti digusur lagi, Bu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah situasi ekonomi lagi nggak ngotak kayak sekarang, yang mana jumlah angka pengangguran naik menjadi tujuh juta lebih, menurut saya keputusan relokasi ini terburu-buru. Momentumnya amat sangat tidak tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dalihnya ingin membuat kota jauh lebih bersih, nyaman, dan rapi, lalu bagaimana dengan resort dan beach club di pantai yang berdiri di kawasan karst? Bukankah ini jauh lebih membahayakan kehidupan anak-cucu kelak?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya begitulah realitas yang kini sedang dihadapi sebagian warga Gunungkidul. \u201cJalan\u201d investor eksploitatif seolah selalu dipermudah, sementara warga lokal yang jualan dengan cara halal (justru) sering dianggap mengganggu pemandangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu saya tekankan bahwa saya bicara seperti ini tanpa kepentingan apa pun. Semua yang saya tulis hanya uneg-uneg membayangkan wajah Alun-alun Gunungkidul tanpa PKL. Kalau pun nantinya para pedagang jadi direlokasi, mudah-mudahan usaha sedulur-sedulur di sana akan tetap laris dan (tetap) bisa menghidupi keluarga. Rahayu PKL Alun-alun Gunungkidul!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Jevi Adhi Nugraha<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-alasan-gunungkidul-nggak-perlu-bangun-mal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Alasan Gunungkidul Nggak Perlu Bangun Mal, Salah Satunya Merugikan Warga Bumi Handayani!<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika dengar PKL di Alun-alun Gunungkidul mau direlokasi, pertanyaan saya cuma satu, semisal datang ke sini nanti mau ngapain?<\/p>\n","protected":false},"author":547,"featured_media":256025,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[28502,5281,22542],"class_list":["post-333207","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-alun-alun-gunungkidul","tag-gunungkidul","tag-relokasi-pkl"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/333207","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/547"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=333207"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/333207\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/256025"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=333207"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=333207"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=333207"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}