{"id":332985,"date":"2025-05-05T16:06:00","date_gmt":"2025-05-05T09:06:00","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=332985"},"modified":"2025-05-06T11:54:00","modified_gmt":"2025-05-06T04:54:00","slug":"stigma-anak-uin-nggak-punya-masa-depan-cerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stigma-anak-uin-nggak-punya-masa-depan-cerah\/","title":{"rendered":"Stigma Busuk Menyebutkan kalau Anak UIN Nggak Akan Maju dan Punya Masa Depan Cerah, Apalagi Kuliah Pendidikan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, waktu sekolah, saya nggak pernah kepikiran sama sekali kalau bakal kuliah di UIN, apalagi di jurusan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bahasa-inggris-jadi-syarat-lulus-kuliah-itu-merepotkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pendidikan Bahasa Inggris<\/a>. Bahasa Inggris? Tapi ya, namanya juga hidup. Saya nggak ikut menentukan arah kehidupan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu mendaftar, saya yakin banget bisa lolos di pilihan pertama. Pilihan kedua dan ketiga hanya formalitas saja. Saya memang begitu, orangnya kepedean, sudah sangat yakin bakal lolos di pilihan pertama. Lalu, tibalah hari pengumuman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tengah malam, hape saya tak kunjung berhenti berdenting. Notifikasi masuk bersahut-sahutan. Saya belum sempat menengok web UIN untuk memastikan, teman saya sudah chat duluan, \u201cSelamat yaaa. Keterima!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai di titik ini, saya masih yakin lolos di pilihan pertama. Tapi kenyataan berbicara lain. Adalah pilihan ketika yang menjadi nasib saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya langsung memberi tahu ibu. UIN menerima saya, di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYawes, dilakoni ae. Pancen dinehi kuwi dalane,\u201d jawab ibu dengan bijak.<\/span><\/p>\n<h2><b>Perasaan bimbang kuliah di UIN<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasanya antara senang dan sedih. Senang karena UIN menerima saya. Sedih, karena Pendidikan Bahasa Inggris bukan pilihan pertama saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, cukup lama saya merenung dan menyesali kenapa menulis Pendidikan Bahasa Inggris di pilihan ketika masuk UIN. Apalagi saya nggak pernah benar-benar Belajar bahasa Inggris secara serius sebelumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang saya pelajari di sekolah, kan, hanya dasar saja. Selebihnya, saya tidak pernah berusaha untuk belajar sendiri. Makanya, saya agak culture shock. Sebagai anak sosial, pindah ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jurusan-bahasa-indonesia-adalah-jurusan-paling-menderita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jurusan bahasa<\/a> itu, buat beberapa orang, nggak gampang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum juga menjalani perkuliahan di UIN, saya sudah membayangkan apakah saya bisa bertahan di jurusan ini. Apakah saya akan kesulitan?\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya sudah, dengan legowo saya menerima jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UIN. Lagian, orang tua juga mendukung. Selain itu, saya juga belum menjalaninya. Itulah dia. Intinya, jalani aja dulu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Realita yang saya temukan di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menjalani perkuliahan, ada 1 hal yang membuat saya bersyukur masuk Pendidikan Bahasa Inggris UIN. Saya semakin memahami pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan lebih dari itu, ternyata bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi mensyukuri nikmat bahasa yang diberikan oleh-Nya. Bahwa sebenarnya juga bahasa Tuhan itu banyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya juga mulai menyadari bahwa Pendidikan Bahasa Inggris bukan cuma ilmu tentang menjadi guru. Banyak alumni yang bekerja di berbagai bidang. Mulai dari menjadi penerjemah, content creator, editor, hingga dosen dan peneliti. Bahkan, keterampilan berbahasa Inggris membuka banyak peluang untuk bekerja lebih luas lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih dari itu, UIN ternyata memberikan pengalaman berharga yang mungkin nggak bisa saya dapatkan di tempat lain. Jadi, di UIN, saya belajar sambil mempertimbangkan mudarat berbagai hal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, saya merasakan cakrawala ini menjadi lebih luas. Mulai dari lingkungan akademiknya, perspektif antara ilmu agama dan sains, dan lain sebagainya. Ini sangat mengejutkan untuk saya yang nggak pernah masuk pondok pesantren.<\/span><\/p>\n<h2><b>Stigma dan persepsi masyarakat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan memilih UIN dan jurusan Pendidikan Bahasa Inggris ternyata bukan hanya membingungkan diriku sendiri, tetapi juga orang lain. Banyak komentar yang saya terima.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLoh, kok di UIN? Kenapa nggak PTN aja?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cUIN nggak maju.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPendidikan? Mau jadi apa? Gaji guru dikit.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBahasa Inggris? Bisa belajar sendiri. Ngapain kuliah?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komentar-komentar ini membuat saya merenung. Kadang saya jadi sering diam sambil memandang langit-langit kamar. Semacam mempertanyakan eksistensi. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/kampus\/kuliah-uin-cuma-dijejali-teori-yang-tak-berguna-buat-cari-kerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa benar saya salah jurusan<\/a>? Apakah masa depan saya akan cerah?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai menemukan jawaban atas semua keraguan itu. Dan jujur saja, saya bersyukur.<\/span><\/p>\n<h2><b>Melawan stigma negatif mahasiswa UIN<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, setelah beberapa semester menjalani kuliah di UIN, saya nggak lagi menyesali keputusan ini. Justru saya semakin bersyukur. Tanpa sadar, saya telah berada di jalur yang membuka banyak peluang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya juga belajar bahwa semua pilihan yang kita ambil itu bukan untuk memuaskan ekspektasi orang lain. Memuaskan ekspektasi orang lain itu nggak ada habisnya dan cuma bikin capek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang lain nggak akan puas mencela, bahkan meremehkan. Ini semua tentang kita berproses menjalani dan memaksimalkan pilihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, untuk mereka yang masih meremehkan UIN, jurusan pendidikan, dan Bahasa Inggris, mungkin hanya belum melihat lebih dalam. Dan untuk saya di masa lalu yang sempat meragukan pilihan ini, saya hanya ingin bilang:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTenang, kamu akan baik-baik saja. Bahkan lebih dari itu, kamu akan menemukan jalanmu sendiri. Dan ketika semua terlihat akan gagal, you will survive, kok. Yang penting usaha dan berdoa. Pasrah saja sama Gusti Allah. Kamu akan sukses meski belajar di tempat yang dipandang sebelah mata.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, saya berhasil bertahan sampai semester 4 di Pendidikan Bahasa Inggris UIN. Masih banyak tantangan di depan dan saya masih harus lebih giat belajar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin pilihan ini bukan seperti asal nyebur aja ke laut. Saya sedang menyeimbangkan dan melatih diri. Kelak, saya akan menemukan lautan luas yang nggak pernah saya duga sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Berliana Atika Permatasari<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/sosok\/anak-punk-kuliah-s3-di-uin-walisongo-semarang-untuk-mendirikan-penerbitan-buku\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dulu Dicap Berandal karena Suka Musik Punk, Kini Tempuh S3 Buat Buktikan Kalau Kuliah Itu Nggak Penting<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kuliah di Pendidikan Bahasa Inggris UIN artinya kuliah dengan melawan stigma. Anak UIN dianggap nggak punya masa depan cerah. Itu salah!  <\/p>\n","protected":false},"author":2924,"featured_media":333090,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[361,20944,28404,28405,28406,5442,28403],"class_list":["post-332985","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-bahasa-inggris","tag-jurusan-bahasa","tag-pendidikan-bahasa-inggris","tag-pendidikan-bahasa-inggris-uin","tag-stigma-uin","tag-uin","tag-universitas-islam-negeri"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/332985","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2924"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=332985"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/332985\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/333090"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=332985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=332985"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=332985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}