{"id":332696,"date":"2025-05-03T22:12:26","date_gmt":"2025-05-03T15:12:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=332696"},"modified":"2025-05-05T05:13:51","modified_gmt":"2025-05-04T22:13:51","slug":"purwokerto-menyimpan-sisi-gelap-yang-merusak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/purwokerto-menyimpan-sisi-gelap-yang-merusak\/","title":{"rendered":"Sisi Gelap yang Merusak Nama Baik Purwokerto karena Ulah Tukang Parkir Liar Hobi Menyerobot Lahan yang Bukan Milik Mereka"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum lebih jauh menulis, saya ingin menegaskan bahwa julukan baru untuk Purwokerto itu nggak cocok. Jadi, tahun lalu, muncul istilah \u201c<a href=\"https:\/\/kumparan.com\/ainurfathtita20\/fakta-menarik-banyumas-ibu-kota-purwokerto-dijuluki-kota-wisata-1000-curug-242ylW2ANHw\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kota 1000 curug<\/a>\u201d. Nah, saya tidak setuju karena julukan yang lebih cocok adalah \u201ckota 1000 tukang parkir liar\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Izinkan saya menjelaskannya. Alasan pertama, Purwokerto sebenarnya tidak benar-benar memiliki curug. Letak curug kebanyakan ada di wilayah pinggir. Artinya, sudah masuk kecamatan lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan kedua, \u201ckota 1000 tukang parkir liar\u201d lebih cocok karena konyol sekali. Bayangkan saja. Kamu membeli es teh jumbo di sebuah gerai di pinggir jalan seharga Rp2.500. Setelah membeli, kamu harus membayar tukang parkir liar sebesar Rp2.000.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut, keberadaan tukang parkir luar yang hampir selalu &#8220;gaib&#8221; ini sudah sangat meresahkan. Sewaktu datang, tidak ada hilal tukang parkir dengan rompi oranye yang khas itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, waktu kamu mau pulang, barulah sosok itu muncul. Mereka akan bergerak sangat cepat untuk memegang bagian belakang jok sambil berpura-pura memundurkan motor. Ngeselin banget, kan?<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/purwokerto-menyimpan-sisi-gelap-yang-merusak\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Masalah lama yang tak kunjung terselesaikan.<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Masalah tarif yang bikin kesal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu memberi Rp1.000, mereka pasti merengut dan memasang tampang galak. Nah, kalau mau ngasih Rp2.000 kok rasanya nggak ikhlas karena kerja mereka hanya memegang dan menarik mundur jok motor. Iya, soal tarif ini memang bikin malas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, saya pernah mengambil uang di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tukang-parkir-atm-tetap-minta-2-ribu-sekalipun-mereka-tak-berguna\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ATM dekat rumah<\/a>. Letaknya di kawasan pedesaan Purwokerto dan cukup sepi. Waktu datang, saya lihat keadaan sepi. Eh, saya kaget ketika keluar dari mesin ATM, si bapak dengan rompi oranye tiba-tiba sudah berdiri di samping motor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu kalian tahu, letak ATM ada di pinggir jalan. Jadi, di sana tidak ada lahan parkir. Saya bisa saja menolak untuk memberikan uang parkir. Tapi, saya langsung malas berdebat karena si bapak memasang tampang galak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadilah saya kasih uang kembalian beli bensin di saku celana saya. Merasa sudah oke walaupun sedikit kesal, saya berniat langsung pulang dan memakai helm. Si bapak protes.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kurang ini. Dua ribu, lah,&#8221; ucap si bapak. Tentu dengan bahasa ngapak khas Purwokerto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya cuma memberi seribu rupiah karena di mesin ATM itu nggak ada lahan parkir. Dan saya nggak sampai 2 menit di dalam mesin ATM untuk mengambil uang. Rasanya tidak ikhlas membayar tidak pada peruntukannya. Iya, cuma 2 ribu rupiah. Tapi kan ini nggak sah. Itu yang bikin saya kesal.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tulisan &#8220;Parkir Gratis&#8221; nggak mempan di Purwokerto<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah tukang parkir liar di Purwokerto yang tak kalah menjengkelkan adalah mereka tidak mengindahkan aturan. Misalnya yang terjadi di sebuah minimarket. Pihak manajemen sudah memasang tulisan &#8220;<a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2023\/08\/08\/201500765\/parkir-di-depan-indomaret-harus-bayar-atau-gratis-ini-kata-manajemen?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Parkir Gratis<\/a>&#8221; dengan font yang besar dan bisa terbaca dengan jelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu tahu apa yang terjadi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, tukang parkir liar sudah prat-prit dan mondar-mandir di depan minimarket itu. Entah pihak minimarket yang sudah lelah menegur atau mereka si tukang parkir yang memang bandel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Isu menjamurnya tukang parkir di Purwokerto memang sudah terjadi sejak lama. Namun, masih saja bisa bikin orang dari luar daerah kaget. Salah satunya teman saya. Dia pikir Purwokerto itu aman dan damai. Ya seperti konten-konten romantis soal kota ini. Namun, nyatanya, malah semakin menjamur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adakah solusi atau penyelesaian dari permasalahan ini? Atau biarlah para tukang parkir liar mencari uang recehan dari orang-orang yang cuma numpang berhenti 2 menit di lahan yang bukan miliknya itu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ines Noviadzani<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/purwokerto-memelihara-tukang-parkir-beringas-suka-main-pukul\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tukang Parkir Liar Purwokerto Ternyata Ada yang Beringas, Suka Main Pukul ketika Teman Saya Nggak Mau Membayar<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjamurnya tukang parkir liar di Purwokerto ini sudah sangat mengganggu. Nama baik Purwokerto bisa rusak karena ulah mereka.<\/p>\n","protected":false},"author":2914,"featured_media":332714,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2858,28367,8526,28366,792,28368],"class_list":["post-332696","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-banyumas","tag-kota-seribu-curug","tag-purwokerto","tag-purwokerto-kota-seribu-curug","tag-tukang-parkir","tag-tukang-parkir-liar-purwokerto"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/332696","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2914"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=332696"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/332696\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/332714"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=332696"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=332696"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=332696"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}