{"id":332626,"date":"2025-05-06T10:52:39","date_gmt":"2025-05-06T03:52:39","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=332626"},"modified":"2025-05-07T10:01:07","modified_gmt":"2025-05-07T03:01:07","slug":"5-alasan-logis-upin-ipin-belum-masuk-sd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-alasan-logis-upin-ipin-belum-masuk-sd\/","title":{"rendered":"5 Alasan Logis Upin Ipin Belum Masuk SD dan Memang Sebaiknya Tak Perlu Juga"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang yang pernah nonton TV, tidak ada yang tidak mengenal serial animasi asal Malaysia, yakni <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kartun dua anak laki-laki botak yang begitu khas tingkahnya dan tiap episodenya ada-ada saja kegiatannya ini memang nggak bisa dimungkiri, menguasai TV kita setidaknya selama 8 tahun terakhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, animasi yang tiap hari tayang bahkan setiap waktu ini memberikan pertanyaan yang mungkin sebagian dari kita sepakat akan hal ini, yakni kenapa Upin Ipin sampai sekarang belum masuk SD. Ya sebenarnya sudah beredar foto mereka saat SD, tapi kok di episode terbaru, masih belum ada tanda-tanda mereka masuk SD. Jadi, anggep itu hoax deh ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, demi menjawab kegelisahan kita semua, saya akan memberikan alasan logis kenapa Upin Ipin selama 8 tahun gitu-gitu aja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cerita\u00a0<em>Upin Ipin<\/em> berbeda setiap episode<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini merupakan animasi yang sudah memiliki episode 690 dari 19 musim. Ini menandakan bahwa animasi ini memiliki konsep cerita yang berbeda setiap episodenya. Tidak ada hubungan cerita antara satu episode dengan yang lainnya, walaupun ada karakter yang bertambah. Beda halnya dengan anime seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Naruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang setiap episode melanjutkan episode sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dibandingkan anime yang lain, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini lebih mirip dengan Detektif Conan, setiap episode berbeda kasusnya. Jadi wajar jika Upin Ipin maupun Detektif Conan tubuhnya tidak berubah, karena fokus dalam animasi ini adalah ceritanya yang khas setiap episode, bukan melanjutkan cerita sebelumnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Targetnya untuk anak-anak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena ini animasi, maka yang perlu diutamakan adalah karakter yang mudah dikenali alias identik. Target penontonnya harus jelas, yaitu anak-anak, maka karakternya juga harus anak-anak. Akan aneh rasanya jika targetnya anak-anak tapi tidak ada karakter anak-anak dalam kartun itu, kecuali animasi non-manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsistensi ini perlu, karena akan menjadi aneh suatu tontonan animasi ketika ada karakter yang sudah dikenal tapi ada perubahan karakter yang tiba-tiba. Contohnya, liat perbandingan antara Naruto dan <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Boruto\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Boruto,<\/a> anak-anak lebih banyak kenal Naruto dibandingkan Boruto, dan tidak mungkin dibuat episode baru tentang Naruto versi kecil, karena sudah ada versi dewasanya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak ada urgensinya Upin Ipin tambah besar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu hal yang penting dalam pembuatan animasi adalah kemudahan dan kecepatan. Sebab biasanya, produksi dilakukan karena target. Kalau karakter diubah, maka itu akan menyulitkan pembuatan animasi itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena karakter yang berubah, otomatis banyak yang berubah, mulai dari pengisi suaranya, karakter yang harus diubah detailnya, dan ini tentu akan menyulitkan. Makanya, kalau tidak ada urgensinya, ya buat apa diubah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mengubah karakter, mengubah cerita<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karakter yang berubah otomatis jalan ceritanya juga berubah. Kalau<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> masuk SD maka Tadika Mesra, Cikgu Melati, Cikgu Besar, Guru Olahraga, dan Bomba otomatis akan dihilangkan. Lalu akan dibuatkan lagi karakter baru yang lebih menyusahkan diri sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tontonan yang berulang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang sering nonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pasti sudah berulang kali episode yang sama. Hari ini kita lihat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> episode Piala Dunia, mungkin lusa kita akan lihat lagi. Begitu aja terus sampai ada lagi episode baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena penayangannya dilakukan secara berulang-ulang alias tidak berurutan, maka akan jadi aneh ketika karakter itu berubah dalam satu episode. Tidak mungkin kita akan menonton versi dewasa, lalu ditayangkan kembali lagi versi kecil. Ini akan membuat bingung, seperti kasus Naruto dan Boruto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah jawaban logis kenapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sampai sekarang begitu-begitu saja. Nikmati saja ya, tidak perlu lagi minta agar mereka masuk SD. Lagian, buat apa?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rahmatullah Syabir<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-model-rambut-yang-cocok-untuk-upin-ipin-versi-sd\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Model Rambut yang Cocok untuk Upin Ipin Versi SD<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebenernya ya Upin Ipin itu nggak harus segera SD juga. Nggak ada urgensinya, dan justru berpotensi bikin kacau semua.<\/p>\n","protected":false},"author":1105,"featured_media":326866,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[5340,16487,5855],"class_list":["post-332626","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-sd","tag-tadika-mesra","tag-upin-ipin"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/332626","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1105"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=332626"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/332626\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/326866"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=332626"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=332626"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=332626"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}