{"id":33195,"date":"2020-04-05T10:49:15","date_gmt":"2020-04-05T03:49:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=33195"},"modified":"2020-09-15T12:30:40","modified_gmt":"2020-09-15T05:30:40","slug":"menghitung-jumlah-waktu-yang-dihemat-ketika-menggunakan-fitur-autotext","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menghitung-jumlah-waktu-yang-dihemat-ketika-menggunakan-fitur-autotext\/","title":{"rendered":"Menghitung Jumlah Waktu yang Dihemat ketika Menggunakan Fitur Autotext"},"content":{"rendered":"<p>Fitur autotext yang tertanam di <em>smartphone <\/em>bisa menghemat waktu pengetikan di ponsel dengan cara membantu kita untuk tidak lagi menulis kata yang sama berulang-ulang. Sebagai contoh, untuk kata SAYANG, kita bisa menghemat penulisan 4 huruf, yaitu A-Y-A-N-G melalui deteksi huruf S. Jadi, setelah mengetik huruf S, ponsel akan otomatis menambahkan AYANG, sehingga kita tinggal nambahin spasi, lalu K, yang akan otomatis diberi AMU oleh fitur autotext ini. Mengetik dua kata ini jadi sangat singkat, namun sayang belum ada fitur yang bisa membuat dia autoreply dengan kata-kata yang sama.<\/p>\n<p>Sebagai pemakai fitur ini, saya mau coba menghitung potensi waktu yang bisa dihemat ketika memakainya.\u00a0Untuk meneguhkan keabsahan perhitungan saya, saya mengambil sampel <em>chatting <\/em>saya dengan gebetan, yang pada teknik pengambilan sampelnya, saya mengadopsi teknik <em>multistage sampling<\/em>, yaitu perhitungannya ditentukan tingkatan-tingkatannya per waktu <em>chattingan<\/em>.<\/p>\n<p>Adapun populasi yang saya ambil itu berasal dari besaran jumlah kata yang saya tulis dalam <em>chattingan<\/em> dengan gebetan dan telah saya generalisasi dengan tiap-tiap waktunya. Kata yang saya generalisasi tersebut adalah:<\/p>\n<ol>\n<li>Sudahmaki makan?<\/li>\n<li>Apa dibiking?<\/li>\n<li>Nda rinduki?<\/li>\n<li>Dariki tadi kuliah?<\/li>\n<li>Pakai apaki kuliah online?<\/li>\n<li>Adaji kuotata?<\/li>\n<li>Pigi makang coto deh?<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dari kata yang saya generalisasi di atas, ada 19 kata yang huruf pertama masing-masing kata akan terdeteksi autotext, yaitu: S, M, A, D, N, R, D, T, K, P, A, K, O, A, K, P, M, C, dan D. Berikut perhitungan selisih waktu ketika mengetikkan 7 ujaran di atas, dengan dan tanpa menggunakan autotext.<\/p>\n<h4>#1 Sudahmaki makan?<\/h4>\n<p>Jika kita mengetik dua kata di atas tanpa menggunakan autotext yang bisa mendeteksi huruf S dan M di awal masing-masing kata itu, kita akan menghabiskan waktu sebanyak 05,1 detik. Dengan menggunakan autotext, kita hanya menghabiskan waktu 02,09 detik. Jadi kita menghemat waktu sebanyak <strong>02,02<\/strong> detik.<\/p>\n<h4>#2 Apa dibiking?<\/h4>\n<p>Jika kita mengetik dua kata di atas tanpa menggunakan autotext yang bisa mendeteksi huruf A dan D di awal masing-masing kata itu, kita akan menghabiskan waktu sebanyak 04,20 detik. Dengan menggunakan autotext, kita hanya menghabiskan waktu 01,08 detik. Jadi kita menghemat waktu sebanyak <strong>03,12<\/strong> detik.<\/p>\n<h4>#3 Nda rinduki?<\/h4>\n<p>Jika kita mengetik dua kata di atas tanpa menggunakan autotext yang bisa mendeteksi huruf N dan R di awal masing-masing kata itu, kita akan menghabiskan waktu sebanyak 04,83 detik. Dengan menggunakan autotext, kita hanya menghabiskan waktu 02,53 detik. Jadi kita menghemat waktu sebanyak <strong>02,03<\/strong> detik.<\/p>\n<h4>#4 Dariki tadi kuliah?<\/h4>\n<p>Jika kita mengetik tiga kata di atas tanpa menggunakan autotext yang bisa mendeteksi huruf D, T, dan K di awal masing-masing kata itu, kita akan menghabiskan waktu sebanyak 05,69 detik. Dengan menggunakan autotext, kita hanya menghabiskan waktu 03,18 detik. Jadi kita menghemat waktu sebanyak <strong>02,51<\/strong> detik.<\/p>\n<h4>#5 Pakai apaki kuliah online?<\/h4>\n<p>Ada empat kata pada kalimat ini, yang jika kita ketik dengan tidak menggunakan autotext, akan menghabiskan waktu 08,66 detik. Namun, beda hasilnya jika kita menggunakan autotext lewat deteksi huruf P, A, K, dan O, yang hanya akan menghabiskan waktu 05,74 detik. Maka waktu yang kita hemat mencapai <strong>02,92<\/strong> detik.<\/p>\n<h4><strong>#6 Adaji kuotata?<\/strong><\/h4>\n<p>Dua kata &#8220;Adaji kuotata?&#8221; jika dituliskan tanpa menggunakan autotext kita bisa menghabiskan waktu sekitar 06,10 detik. Beda lagi jika kita menggunakan autotext melalui deteksi huruf A dan K<i>, <\/i>hanya akan habis waktu sebanyak 03,74 detik. Waktu yang kita hemat dapat mencapai <strong>02,36<\/strong> detik.<\/p>\n<h4>#7 Pigi Makang Coto Deh?<\/h4>\n<p>Empat kata ini jika diketik tanpa menggunakan autotext akan menghabiskan waktu 06,83 detik. Sedangkan dengan menggunakan autotext, lewat deteksi huruf P, M, C, dan D, melalui perhitungan <em>stopwatch <\/em>kita bisa tahu hanya 03,37 detik waktu yang dihabiskan. Penghematan waktu: <strong>03,46<\/strong> detik.<\/p>\n<p><strong>Total waktu yang dihabiskan tanpa menggunakan autotext<\/strong>: 41,41 detik<br \/>\n<strong>Total waktu yang dihabiskan dengan menggunakan autotext<\/strong>: 21,73 detik<br \/>\n<strong>Jumlah waktu yang dihemat<\/strong>: 19,68 detik (efisiensi waktu 47,5%)<\/p>\n<p>Akan terjadi perbedaan hitungan antara saya, kamu, mereka, dan dia (haaah diaaa???) sebab setiap hasilnya dipengaruhi kecekatan masing-masing orang dalam mengetik. Akan tetapi, saya ambil rata-rata saja.<\/p>\n<p>Menurut studi Nielsen, 71% pengguna <em>smartphone<\/em> menghabiskan 37 menit waktunya per hari di <em>smartphone<\/em> untuk mengunnakan berbagai aplikasi<em> chatting<\/em>. Berhubung ini baru data umum, belum dispesifikkan menjadi data jomblo, data bucin, atau data orang yang baru patah hati, saya putuskan untuk membulatkannya menjadi 40 menit.<\/p>\n<p>Sesuai kasus saya, dari kata yang telah digeneralisasi dalam <em>chattingan<\/em> dengan gebetan, saya menemukan bahwa menggunakan autotext bisa membuat saya menghemat 47,5% waktu dibanding tidak menggunakan autotext. Dengan demikian, rata-rata orang yang biasanya menghabiskkan 40 menit waktu <em>chattingan<\/em>, dengan autotext bisa menghemat 19 menit tiap hari.<\/p>\n<p>Penghematan ini niscaya mengurangi rasa sakit hati saya ketika suatu kali gebetan saya membalas di WhatsApp dengan mengatakan satu kalimat:\u00a0&#8220;<em>Tabe&#8217; daeng, jammiki bati-batika adami sudah na jodohkanka bapakku.<\/em>&#8221; Setidaknya, saya tidak menghabiskan waktu sebanyak rata-rata orang demi\u00a0meng-<em>odo&#8217;-odo&#8217;-<\/em>nya di WhatsApp.<\/p>\n<p>Silakan dicoba.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tipe-orang-berdasarkan-cara-bilang-ok-ketika-membalas-whatsapp\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Tipe Orang Berdasarkan Cara Bilang \u201cOk\u201d Ketika Membalas WhatsApp<\/a> dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/sahyul-pahmi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sahyul Pahmi<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya mau coba menghitung potensi waktu yang bisa dihemat ketika memakai fitur autotext.\u00a0Menggunakan teknik multistage sampling, hasilnya mengejutkan!<\/p>\n","protected":false},"author":539,"featured_media":34219,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[5986,305,356,307],"class_list":["post-33195","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-autotext","tag-chatting","tag-penelitian","tag-whatsapp"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33195","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/539"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33195"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33195\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34219"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33195"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33195"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33195"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}