{"id":331838,"date":"2025-04-29T13:02:53","date_gmt":"2025-04-29T06:02:53","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=331838"},"modified":"2025-04-29T13:02:53","modified_gmt":"2025-04-29T06:02:53","slug":"panduan-berwisata-di-jogja-agar-terhindar-dari-pengalaman-buruk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panduan-berwisata-di-jogja-agar-terhindar-dari-pengalaman-buruk\/","title":{"rendered":"Panduan Berwisata di Jogja agar Terhindar dari Pengalaman Buruk dan Kapok Kembali"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jogja masih tetap menjadi primadona bagi wisatawan yang ingin mencari destinasi liburan. Meskipun saat ini sudah banyak sisi gelap Jogja yang terbongkar, tapi nyatanya jumlah wisatawan yang datang tiap tahun selalu membludak. Ya harus diakui, kota ini memang punya magis tersendiri bagi banyak orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun sayangnya, saya kerap kali mendapati beberapa keluh kesah wisatawan yang mengaku mendapatkan pengalaman buruk selama berlibur di Jogja. Pengakuannya pun bermacam-macam, dan menurut saya, ternyata masih banyak hal-hal penting yang belum diketahui oleh wisatawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, tulisan ini dibuat untuk memberikan tips-tips berguna bagi para wisatawan selama di Jogja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jangan sembarangan naik jasa becak motor<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa waktu lalu, saya menonton sebuah video YouTube yang sedang melakukan vlog di Jogja. Di situ, tampak si vlogger ingin menuju ke <a href=\"https:\/\/yogyakarta.kompas.com\/read\/2023\/03\/11\/161843478\/alun-alun-selatan-yogyakarta-sejarah-fungsi-dan-tradisi-masangin?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alun-alun Kidul<\/a> menggunakan jasa becak motor. Akan tetapi, ternyata bapak pemilik becak motor tersebut meminta agar tujuan perjalanan juga melewati sentra batik dan bakpia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, jika kalian berwisata di Jogja dan menemui kejadian serupa, saran saya cari becak atau moda transportasi yang lain. Kenapa? Karena beberapa sentra oleh-oleh memiliki kerjasama dengan pemilik becak motor. Intinya, kalau ada wisatawan yang datang ke sentra oleh-oleh tersebut menggunakan becak motor, maka si sopir becak akan dapat komisi. Kalau nggak mau, siap-siap kita yang dijudesin.<\/span><\/p>\n<h2><b>Wajib hukumnya menerapkan disiplin rambu lalu lintas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya memperingatkan dengan tegas bahwa gunakan segala fokus dan ketelitian ketika berkendara di Jogja, terutama saat bertemu rambu lalu lintas. Intinya patuhilah rambu-rambu lalu lintas jika berkendara. Kalau kalian salah melihat rambu dan plat kendaraan kalian bukan AB, siap-siap menjadi sasaran klakson pengendara lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pernah melihat sebuah mobil plat luar Jogja yang berhenti di lajur kiri perempatan lampu merah padahal tulisan di rambunya bertuliskan \u201cBelok Kiri Jalan Terus\u201d. Tanpa basa-basi, beragam suara klakson langsung menyerbu si pengendara mobil tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang itulah salah satu kewaspadaan berkendara di Jogja. Bahkan, saya sebagai warlok pun sering diklakson oleh pengendara lain. Walaupun demikian, saya cukup kesal juga melihat cara berkendara plat-plat Jogja yang kadang sangat ngawur. Hal ini menjadi ironi dan memang itu realitasnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sebaiknya gunakan motor atau transum kalau mau keliling Jogja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai kota yang lebar jalannya tidak seluas Semarang, berwisata ke Jogja menggunakan mobil sebaiknya dipikir ulang. Bukannya tidak boleh, tapi jika sedang musim liburan dan jalanan macet, sebagai pengendara mobil otomatis akan banyak tersita waktunya menunggu di jalan. Daripada waktu ke tempat wisata terbuang percuma, akan lebih baik jika menggunakan motor atau transportasi umum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, jalanan di Kota Istimewa juga banyak yang tidak ramah bagi mobil untuk melintas. Salah satu contoh adalah Jalan Panembahan Mangkurat ke arah utara menuju Plengkung Wijilan, yang melarang mobil untuk lewat karena sempitnya luas jalan. Padahal, daerah situ merupakan salah satu daerah tujuan wisatawan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mau kulineran di Jogja? Cek dulu review Google Maps<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jogja memang surganya kuliner. Berbagai variasi tempat makan ada di kota ini. Namun, bukan berarti semuanya cocok untuk dikunjungi. Banyak juga tempat makan di Jogja yang tidak sesuai dengan promosi atau ekspektasi, mulai dari manipulasi harga, rasa, dan keluhan lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu opsi terbaik adalah melihat review tempat makan yang akan dikunjungi melalui Google Maps. Khususnya untuk tempat makan yang memang target marketnya wisatawan, melihat berbagai komentar pelanggan lain adalah cara yang cukup efektif untuk mengurangi resiko zonk. Masalahnya, banyak tempat makan di Jogja yang mengaku autentik, khas, dsb; begitu dikunjungi, ternyata tidak memuaskan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah panduan dan tips bagi wisatawan yang ingin liburan secara damai di Jogja. Liburan di Jogja memang butuh strategi dan rencana yang matang. Kalau tidak, siap-siap pulang dari Jogja sambil ngedumel.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Georgius Cokky Galang Sarendra<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-rekomendasi-tempat-wisata-terbaik-di-jogja-yang-sayang-dilewatkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">7 Rekomendasi Tempat Wisata Terbaik di Jogja yang Sayang Dilewatkan\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya kerap kali mendapati beberapa keluh kesah wisatawan yang mengaku mendapatkan pengalaman buruk selama berlibur di Jogja.<\/p>\n","protected":false},"author":2698,"featured_media":326436,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[23404,115,28311],"class_list":["post-331838","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-becak-motor","tag-jogja","tag-panduan-berwisata-di-jogja"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331838","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2698"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=331838"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331838\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/326436"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=331838"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=331838"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=331838"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}