{"id":331579,"date":"2025-04-27T15:06:55","date_gmt":"2025-04-27T08:06:55","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=331579"},"modified":"2025-04-27T15:06:55","modified_gmt":"2025-04-27T08:06:55","slug":"mahasiswa-baru-harus-tahu-4-hal-ini-supaya-nggak-repot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mahasiswa-baru-harus-tahu-4-hal-ini-supaya-nggak-repot\/","title":{"rendered":"4 Hal\u00a0yang Mahasiswa Baru Harus Tahu supaya Tidak Repot di Perkuliahan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai salah satu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mahasiswa-tua-do-enggan-skripsian-tak-mau\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mahasiswa tua<\/a> yang kerjaannya bolak-balik kampus, saya menyadari sesuatu. Ada beberapa hal yang sebaiknya saya ketahui dan kuasai sejak jadi mahasiswa baru. Hal-hal yang terlihat sepele, tapi dampaknya begitu besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namanya juga penyesalan, pasti datang belakangan. Itu mengapa saya tuliskan beberapa hal sepele itu supaya kalian, para pembaca, tidak menyesal seperti saya kelak:<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Mahasiswa harus bisa menggunakan Mendeley<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlihat sepele memang, namun ternyata pemahaman dalam mengoperasikan <a href=\"https:\/\/instiki.ac.id\/2022\/11\/30\/mengenal-mendeley-aplikasi-yang-wajib-diketahui-mahasiswa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mendeley<\/a> ini sebenarnya sangat penting. Sebagai mahasiswa, nggak bisa lagi tuh seenak jidat copy paste kajian-kajian yang ditemukan dalam mesin pencari Google. Terdeteksi plagiasi, nilai mata kuliahmu yang jadi taruhannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mencari pembahasan atau teori-teori tertentu? Mahasiswa harus menyelami berbagai website penelitian untuk menemukan artikel atau jurnal yang relevan. Sebut saja Google Scholar, Open Knowledge, serta berbagai platform lainnya. Setelahnya tinggal disitasi deh sesuai dengan penelitian-penelitian terdahulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, proses sitasi ini yang kemudian harus dicantumkan dalam daftar pustaka. Seringkali, mahasiswa baru akan menggunakan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">manage source<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> manual untuk memasukkan penelitian yang dikutipnya. Padahal, para dosen biasanya sudah memperingatkan untuk menggunakan Mendeley sebagai alat konstruksi daftar pustaka. Nah, selama nggak dicerca dosen dan nilai aman terkendali, sebagian besar mahasiswa cenderung menggunakan cara manual. Masalahnya, seiring bertambahnya semester, mahasiswa nggak akan bisa melakukan metode ini lagi. Lebih-lebih, saat mengerjakan skripsi. Sitasinya sekebon, bray.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau nggak mau, di tengah proses pengerjaan sempro, mahasiswa harus kembali belajar penggunaan Mendeley. Aduh, asli, sayang bener waktunya. Mending dibuat turun lapangan cari data skripsi.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Menulis artikel akreditasi Sinta<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika diberi tugas akhir berbentuk artikel, nggak sedikit mahasiswa yang melakukannya secara asal-asalan. Sebab, semua mata kuliah memberi tugas serupa. Aduh, capek. Berpegang pada konsepsi \u2018yang penting selesai\u2019, mereka memverifikasinya dengan tulisan yang sebenarnya alakadarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, apabila tulisan-tulisan ilmiah tersebut bisa ditulis dengan sedikit lebih serius, dengan penggambaran narasi yang lebih baik, dan pembahasan fenomena komprehensif, bisa memudahkan kegiatan akademik dan memicu lulus tanpa skripsi lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di kampus saya, Sinta 2 menjadi standar kelulusan tanpa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kotak-suara\/yuk-intip-isi-disertasi-rieke-diah-pitaloka-kekerasan-negara-hadir-lewat-pendataan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">disertasi<\/a>. Terlihat ribet memang. Namun, bukan berarti tidak bisa. Nyatanya, adik tingkat saya yang masih duduk di semester 4 sudah terverifikasi lulus tanpa skripsi. Beuh, asiknya. Begitupun beberapa kampus lain yang membebaskan mahasiswanya atas tanggungan skripsi hanya dengan Sinta 3 atau Sinta 4.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Sebaiknya mahasiswa internship di berbagai perusahaan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa seringkali akan memiliki ketertarikan untuk bergabung dengan organisasi kampus. Begitu pula dengan saya dahulu. Namun, saya menyadari bahwa selain organisasi kampus, ada baiknya kalau kita sebagai mahasiswa juga mempertimbangkan keikutsertaan dalam internship di berbagai perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di era ini, banyak kok agency atau perusahaan yang menawarkan program magang secara hybrid atau WFA, sehingga masih cukup fleksibel apabila dikerjakan bersamaan dengan kegiatan perkuliahan. Pasalnya, jabatan korganisasian saja belum cukup untuk berjibaku dalam CV yang nantinya disebarluaskan untuk pencarian kerja, Gais. Hehehe.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Explore Freelance, Volunteer, dan Pembuatan Project<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alternatif lain dari magang ialah keikutsertaan volunteer maupun menyelami dunia freelance. Apabila ingin durasi yang lebih ringkas, mahasiswa bisa mencari informasi-informasi seputar kegiatan volunteer. Memang sih, tidak bisa mengharapkan fee. Namun, pengalamannya tentu akan menjadi sesuatu yang menguntungkan. Bisa masuk <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menggugat-aktivis-muda-brengsek-yang-jadikan-penderitaan-rakyat-sebagai-portofolio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">portofolio<\/a>. Coba deh diubah orientasinya. Cari pengalaman dulu, supaya nanti lulus kuliah nggak nganggur lama karena jadi job seeker.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas beberapa hal yang saya harap lebih tahu sejak awal jadi mahasiswa baru. Kalau hal-hal itu saya ketahui sejak awal, pasti hidup sebagai mahasiswa tua seperti sekarang ini tidak begitu merepotkan dan suram. Benar-benar penyesalan itu datangnya belakangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Chusnul Awalia Rahmah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cerita-mahasiswa-beasiswa-di-universitas-swasta-elit-jogja\/\"><b>Cerita Mahasiswa Beasiswa di Universitas Swasta Elit Jogja: Berkah yang Tetap Berat<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada beberapa hal yang sebaiknya diketahui mahasiswa baru sejak awal supaya nggak repot ketika menjalani perkuliahan dan lulus kelak. <\/p>\n","protected":false},"author":2780,"featured_media":331599,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[34,1387,1286,236],"class_list":["post-331579","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-mahasiswa","tag-mahasiswa-baru","tag-mahasiswa-tua","tag-skripsi"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331579","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2780"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=331579"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331579\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/331599"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=331579"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=331579"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=331579"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}