{"id":331350,"date":"2025-04-25T15:04:44","date_gmt":"2025-04-25T08:04:44","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=331350"},"modified":"2025-04-28T13:25:29","modified_gmt":"2025-04-28T06:25:29","slug":"7-tahun-kuliah-di-uny-berakhir-jadi-tertawaan-dan-beban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-tahun-kuliah-di-uny-berakhir-jadi-tertawaan-dan-beban\/","title":{"rendered":"Saya Sempat Menyesal dan Malu setelah 7 Tahun Kuliah di UNY, Berakhir Jadi Beban Keluarga dan Ditertawakan Banyak Orang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kuliah di Jurusan Sastra Indonesia <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/uny-kampus-pendidikan-yang-tidak-selalu-mendidik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Negeri Yogyakarta<\/a> (UNY) selama 7 tahun. Yup, 7 tahun!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini dia. Kisah saya yang hampir selalu menjadi bahan tertawaan. Setelah 7 tahun kuliah, dan sejujurnya, saya agak malu juga karena menjadi beban keluarga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan saja. Saat saya masih sibuk di UNY untuk kuliah, banyak teman seangkatan yang sudah mengisi CV dengan berbagai pengalaman kerja, magang di perusahaan ternama, atau bahkan mulai menata karier.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya, masih berjuang memahami teori sastra yang mungkin hanya segelintir saja yang benar-benar mengerti. Belum lagi, saya harus menghadapi anggapan dari banyak orang yang mengatakan bahwa Sastra Indonesia itu hanya untuk para pengangguran. &#8220;Lulus kuliah, kerja jadi apa? Nulis novel? Jadi pengajar?&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Penuh warna 7 tahun di UNY<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi jangan salah, masa 7 tahun saya di UNY ini penuh warna. Selain teori sastra yang tak ada habisnya, saya juga menyaksikan perubahan-perubahan besar di kampus saya. Salah satu yang ikonik tentu saja gonta-ganti rektor. Seingat saya, selama saya kuliah, rektor UNY itu ganti 3 kali!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiga kali ganti rektor itu seolah jadi simbol perjalanan akademik saya. Perubahan kurikulum, nama fakultas yang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/fbs-uny-berubah-menjadi-fbsb-adalah-kesalahan-besar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berubah dari FBS menjadi FBSB<\/a> (yang entah kenapa nama terakhir terasa lebih \u201cresmi\u201d dan \u201cbirokratis\u201d) turut menjadi bagian dari perjalanan ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mungkin menjadi angkatan 2017 terakhir yang mengalami transisi ini. Memang cukup absurd dan penuh misteri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya juga merasakan pergantian dekan. Lalu, mata kuliah yang semula menyenangkan mendadak berubah menjadi penuh persyaratan yang tampaknya lebih mengarah pada siapa yang paling bisa bertahan, bukan siapa yang paling pintar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, selama 7 tahun di UNY ini saya belajar banyak hal. Kuliah Sastra Indonesia selama 7 tahun itu bukan hanya tentang membaca novel atau menulis makalah. Di balik tumpukan buku, saya sebenarnya sedang memperkaya cara pandang terhadap dunia, cara berbicara yang lebih tajam, dan tentu saja, cara melihat potensi dalam diri.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Menjadi beban keluarga atau cita-cita?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama saya kuliah di UNY, ada 1 beban yang tak bisa saya sembunyikan, yaitu menjadi beban keluarga. Masa studi yang panjang sering menjadi bahan obrolan keluarga besar. Tidak jarang mereka berkata, \u201cKok lama banget sih? Masa nggak selesai-selesai?\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, saya selalu merasa seperti beban. Namun, di sisi lain, saya merasa sedang menapaki jalan saya sendiri, meskipun agak melenceng.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak mudah untuk terus berjalan di jalur yang terasa tidak menjanjikan. Terlebih, saya sempat merasa pesimis. Apalagi ketika melihat teman-teman saya sudah bekerja dengan gaji tetap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di sini, saya merasa menemukan titik balik. Ketika merasa hampir menyerah dengan pertanyaan-pertanyaan seputar 7 tahun kuliah di UNY, saya menemukan podcast dari penulis idola saya, <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Puthut_EA\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mas Puthut EA<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, Mas Puthut bercerita dengan santai bahwa dirinya juga kuliah selama 7 tahun di jurusan Filsafat UGM. Momen itu seperti pencerahan bagi saya. \u201cTunggu dulu, kalau dia bisa, kenapa saya nggak?\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sadar, 7 tahun kuliah di UNY bukan aib. Itu bukan sesuatu yang harus saya sembunyikan. Justru itu adalah proses yang membentuk siapa saya sekarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, 7 tahun itu lebih dari sekadar angka, tapi waktu yang penuh dengan proses pematangan. Saya banyak belajar tentang kesabaran, kegigihan, dan yang terpenting, tentang apakah tujuan akhir itu penting ataukah yang lebih penting adalah perjalanan menuju tujuan tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mencoba bangga dengan masa 7 tahun kuliah di UNY<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, saya tidak lagi merasa malu meski kuliah sampai 7 tahun di UNY. Saya belajar lebih banyak tentang Sastra Indonesia, budaya, dan diri saya sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya belajar menganalisis karya sastra, berbicara dengan lebih percaya diri, dan lebih penting lagi, belajar untuk tidak menilai diri saya hanya dari lamanya kuliah atau gelar. Bagi saya, perjalanan ini membentuk saya untuk bisa berbicara dengan cara yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kalau ada yang bertanya, \u201cKok lama banget kuliah?\u201d Saya hanya akan tertawa dan bilang, \u201cSastra itu bukan tentang cepat atau lambat. Itu tentang bagaimana memahami dunia yang lebih besar melalui kata-kata.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuh tahun di UNY ini bukan hanya tentang menghabiskan waktu. Ini juga soal menemukan diri dan menyadari bahwa setiap proses itu berharga, meskipun orang lain tidak selalu mengerti atau menghargainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang, saya bisa sedikit lebih bangga. Karena di akhir perjalanan ini, saya tahu satu hal yang penting. Bahwa waktu tidak pernah sia-sia jika kita belajar sesuatu yang berharga darinya. Dan kalau ada yang masih menganggap jurusan Sastra Indonesia itu tidak menjanjikan, ya\u2026 saya hanya bisa tertawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuh tahun di Sastra Indonesia UNY? Itu lebih dari cukup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Janu Wisnanto<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliah-7-tahun-itu-bukan-aib-justru-banyak-hal-positif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kuliah 7 Tahun Itu Bukan Aib, Justru Banyak Hal Positif yang Lulusan Cumlaude sekalipun Nggak Bakalan Dapet<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah 7 tahun kuliah di Sastra Indonesia UNY, dan sejujurnya, saya agak malu juga karena menjadi tertawaan dan beban keluarga.<\/p>\n","protected":false},"author":2789,"featured_media":331709,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[115,1713,28270,626,28297,23515,9570],"class_list":["post-331350","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-jogja","tag-kampus-negeri","tag-kuliah-7-tahun","tag-sastra-indonesia","tag-sastra-indonesia-uny","tag-universitas-negeri-yogyakarta","tag-uny"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331350","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2789"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=331350"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331350\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/331709"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=331350"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=331350"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=331350"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}