{"id":331128,"date":"2025-04-27T09:44:51","date_gmt":"2025-04-27T02:44:51","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=331128"},"modified":"2025-04-27T09:44:51","modified_gmt":"2025-04-27T02:44:51","slug":"beasiswa-indonesia-bangkit-bib-bikin-sengsara-lulusan-s2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/beasiswa-indonesia-bangkit-bib-bikin-sengsara-lulusan-s2\/","title":{"rendered":"Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag Tahun Ini Berhasil Membuat Fresh Graduate S2 Patah Hati"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa patah hati yang lebih menyakitkan selain mantan? Yap betul. Jawabannya adalah Beasiswa Indonesia Bangkit alias BIB Kementerian Agama. Para mahasiswa S2 <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lanjut-kuliah-s2-beda-jurusan-jangan-sampai-salah-keputusan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">yang baru wisuda<\/a>, sukses dibikin over thinking dan kecewa sama si doi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana tidak, bagi mereka yang telah menantinya sekian purnama, setelah 2023 lalu datang terlambat, tahun setelahnya menghilang, dan tahun ini akhirnya datang lagi, eh, malah memupuskan harapan untuk sat-set lanjut S3.<\/span><\/p>\n<h2><b>Harapan sudah tinggi, realita yang bikin nyesek<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi mahasiswa yang lulus S1 pada akhir 2022 dan langsung daftar S2 pada semester genap tahun ajaran 2022-2023 semacam saya, adalah kaum yang paling dibikin menderita. Pasalnya, Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2023 dibuka pada bulan Juni. Untuk daftar yang 2022 tidak mungkin, yang ndilalah buka pendaftaran di bulan September.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau ikut yang 2023, udah terlanjur jalan satu semester. Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) nggak menerima mahasiswa on going. Males ngulang lagi. Maka, yang paling dinanti adalah tahun 2025 ini. Momennya pas. Baru lulus, wisuda, terus lanjut daftar BIB S3.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ah, tapi harapan hanya tinggal harapan. Ketika pengumuman resminya keluar, semua terdiam seribu bahasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggal pikiran yang nyerocos tiada henti. Bertanya-tanya apakah syaratnya sudah benar-benar pasti atau ada kemungkinan berubah. Ternyata, nihil. Syarat untuk yang pengin daftar S3 adalah tetap mereka yang sudah dosen (yang ber-NIDN, bukan honorer) atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/asn-wajib-waspadai-4-godaan-yang-menghancurkan-karier\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ASN<\/a>.<\/span><\/p>\n<h2><b>Suara hati fresh graduate setelah tersakiti Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sini saya bukan maksud ngomongin siapa yang paling tersakiti macam nasib saya. Awardee Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) S2 yang 2022 sekalipun, yang notabene seangkatan dengan saya, juga tersakiti. Tentu, mereka belum jadi dosen. Apalagi yang angkatan di atas mereka. Masih banyak yang belum nge-dosen juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDaftar beasiswa syaratnya harus dosen, sedang kampus-kampus nggak lagi menerima lulusan S2, minimal lulusan S3 atau on going. Nggak nemu logikanya.\u201d Salah satu curhatan mas-mas magister di Grup WA persiapan BIB 2025.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari curhatan mas-mas itu, syarat yang tertera, memang nggak make sense dengan realita yang ada. Sekarang, rata-rata kampus mau menerima <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jual-cincin-ibu-demi-menyuguh-dosen-penguji\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">calon dosen<\/a> yang telah atau sedang menempuh studi doktoral. Mungkin masih ada yang menerima lulusan S2, tapi itu ibarat nyari plankton di luasnya samudra.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kan kalau ngga dosen, bisa yang ASN? Hadeh. Coba ini jelasin sendiri, deh.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kapan Indonesia mau punya ribuan doktor?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi ingat program Kemenag yang ingin mencetak 1.000 doktor tiap tahunnya. Inisiasi yang bagus dan keren sekali. Karena goal-nya memang jelas, yaitu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia bangsa Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cuma, kalau program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) untuk S3 tahun ini syaratnya udah begini, ribuan doktor itu mau lahir dari mana coba?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, meskipun untuk mewujudkan yang demikian nggak harus bergantung ke Kemenag sih. Masih banyak program beasiswa lain yang bisa diambil. Mimpi kita untuk melanjutkan kuliah S3 jangan sampai patah karena syarat BIB Kemenag.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemarin saya dapat kabar dari seorang teman. Kebetulan dia sedang mengikuti sosialisasi tentang beasiswa ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Katanya, jatah anggaran untuk tahun ini nggak cukup, makannya syaratnya diperketat. Untuk tahun depan, ada kemungkinan berubah. Ya, syukurlah kalo begitu. Alasan ini lebih masuk akal bagi saya, daripada alasan untuk menjaga kualitas <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/edu\/read\/2024\/10\/20\/124341571\/kuliah-s3-berapa-tahun-cek-syarat-agar-dapat-gelar-doktor\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mahasiswa S3<\/a> atau apalah itu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Patah hati karena Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) itu boleh, menyerah jangan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski belum bisa daftar tahun ini, bukan berarti kiamat. Anggap saja ini jeda sejenak untuk menambah deret CV. Cari pengalaman kerja yang relevan sambil lalu membangun relasi akademik yang lebih luas. Bisa juga kita manfaatkan untuk publish jurnal, ikut konferensi, meningkatkan skor TOEFL atau IELTS, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, buat fresh graduate S2 yang merasa ditinggal oleh Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) tahun ini, jangan terlalu lama berkubang dalam luka. Kadang, jalan tercepat bukanlah yang terbaik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa tahu, 1 atau 2 tahun lagi kamu daftar beasiswa tanpa ada kendala dengan tetek bengek persyaratannya. Berkas lengkap, mental siap, tinggal gas. Ya, kan!?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Abd. Muhaimin<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/lulusan-s2-ugm-kesulitan-bertahan-hidup-di-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Malangnya Lulusan S2 UGM yang Kesulitan Bertahan Hidup di Jogja<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) jahat banget, deh. Kamu ninggalin fresh graduate S2 yang sedang berusaha menempuh pendidikan selanjutnya.<\/p>\n","protected":false},"author":2079,"featured_media":331532,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[28281,28280,28285,28283,28282,604,25213,28284],"class_list":["post-331128","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-beasiswa-indonesia-bangkit","tag-beasiswa-indonesia-bangkit-bib","tag-beasiswa-s3","tag-bib","tag-bib-kemenag","tag-fresh-graduate","tag-lulusan-s2","tag-syarat-dosen"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331128","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2079"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=331128"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331128\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/331532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=331128"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=331128"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=331128"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}