{"id":331092,"date":"2025-04-25T15:23:48","date_gmt":"2025-04-25T08:23:48","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=331092"},"modified":"2025-04-25T15:23:48","modified_gmt":"2025-04-25T08:23:48","slug":"mie-ayam-sabrang-kinanthi-mie-ayam-paling-enak-di-bantul","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mie-ayam-sabrang-kinanthi-mie-ayam-paling-enak-di-bantul\/","title":{"rendered":"Mie Ayam Sabrang Kinanthi, Mie Ayam Paling Enak di Bantul"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang yang lahir dan tinggal di Bantul, saya tidak pernah merasa kesulitan menemukan mie ayam enak. Kabupaten dengan julukan Bumi Projotamansari ini memang punya banyak pilihan warung mie ayam enak. Sebut saja <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/mie-ayam-pak-sarmintul-bikin-senyum-persiba-bantul\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mie Ayam Pak Sarmintul<\/a>, Mie Ayam Om Karman, hingga Mie Ayam Pak Ragil. Bahkan, warung mie ayam random saja rasa menunya sudah lumayan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di antara banyaknya warung mie ayam di Bantul, pilihan favorit saya jatuh pada Mie Ayam Sabrang Kinanthi. Sebelum didebat oleh banyak penggemar mie ayam, saya ingin menekankan satu hal, Mie Ayam Sabrang Kinanthi ini paling cocok dengan lidah saya. Pilihan itu tidak sembarangan, tapi sudah melalui perjalanan panjang mencicipi berbagai mie ayam di Bantul. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namanya juga selera, kalian boleh tidak sependapatan dengan saya. Tapi, melalui tulisan ini izinkan saya menjelaskan alasan jatuh cinta pada Mie Ayam Sabrang Kinanthi. Siapa tahu, mie ayam ini juga masuk di lidah kalian.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Mie Ayam Sabrang Kinanthi jadi pembeda<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, Mie Ayam Sabrang Kinanthi cocok untuk mereka yang tidak begitu suka mie ayam ala Jogja yang terlalu manis dan medok. Seperti yang kita tahu, kebanyakan mie ayam Jogja punya cita rasa manis dan gurih. Sudah dasarnya manis, masih ditambah dengan topping daging ayam yang mayoritas diolah kecap. Jadi dobel-dobel manisnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah,\u00a0 mie ayam yang terletak di Jalan Ganjuran Bantul (persisnya di sebelah timur dari<a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ziarah-melihat-yesus-bermahkota-raja-jawa-di-selatan-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Gereja Katolik Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran<\/a>) ini berbeda. Mie ayam cenderung memiliki warna bumbu kekuning-kuningan. Mungkin warna itu keluar dari bumbu yang digunakan didominasi oleh berbagai rempah-rempah. Hal lain yang saya suka, warung ini mengangkat konsep \u201cSpesial Bumbu Rempah tanpa Micin\u201d. Kesannya jadi lebih sehat dan alami gitu. Apalagi harga tiap porsinya nggak bikin gantong jebol, rata-rata belasan ribu rupiah saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pilihan menu andalan saya adalah mie ayam biasa berduet dengan pangsit goreng. Saya sarankan untuk mencicipi semangkok mie ayam ini tanpa tambahan macam-macam terlebih dahulu. Saya jamin rasa original mie ini sudah bisa menghipnotis lidah kalian. <\/span><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<h2><b>Menikmati mie ayam\u00a0<\/b><\/h2>\n<p>Bagi kalian yang suka mie ayam dengan berabgai macam isian, jangan khawatir, Mie Ayam Sabrang Kinanthi Bantul menyediakan berbagai pilihan menu. Salah satu yang popyler adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mie-ayam-yang-dijual-warung-bakso-dan-mie-ayam-bikin-kecewa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mie ayam ceker<\/a>. Saya paham kenapa menu ini begitu populer, c<span style=\"font-weight: 400;\">eker yang disajikan dalam seporsi mie ayam tidak kaleng-kaleng. Teksturnya empuk dan bumbunya meresap sampai ke tulang. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk kalian penggemar ceker sejati, ini bisa jadi alasan kenapa harus mampir ke sini. Plating ketika diantarkan oleh pramusajinya begitu segar ditambah dengan sayuran yang masih fresh. Selain itu, disini juga menyediakan berbagai porsi, dari porsi biasa hingga porsi dobel jumbo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa kali saya berkunjung kesini, satu hal yang pasti karena konsistensi rasanya. Banyak tempat mie ayam lainnya pernah saya kunjungi, tapi konsistensi rasanya memang kadang agak kurang. Itu tidak terjadi pada mie ayam yang pernah disambangi oleh <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Tanboy_Kun\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tanboy Kun<\/a>, YouTuber kuliner yang sudah memiliki jutaan subscriber. Setiap saya mengunjungi Mie Ayam Sabrang Kinanthi, lidah saya selalu berhasil dihipnotis dengan rasanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, soal selera tidak ada yang benar atau salah, tidak ada yang lebih tinggi atau rendah. Selera soal cocok-cocokan. Tapi, kalau suatu makanan sudah cocok di lidah banyak orang, seperti Mie Ayam Sabrang Kinanthi, rasa makanan ini tidak perlu ditanya lagi. Mungkin tulisan yang saya tuangkan ini terkesan seperti memuja, tapi percayalah memang kalau mie ayam yang satu ini pantas untuk mendapatkannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yumna Aditya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mie-ayam-wonogiri-itu-seharusnya-nggak-manis\/\"><b>Tolong, Penjual Mie Ayam di Jogja, Mie Ayam Wonogiri Itu Seharusnya Nggak Manis, kalau Manis, Hilangkan Embel-embel Wonogiri!<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mie Ayam Sabrang Kinanthi layak jadi mie ayam paling enak di Bantul. Rasanya kaya rempah, pilihannya banyak, harganya ramah di kantong. <\/p>\n","protected":false},"author":2907,"featured_media":331342,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[5766,796,23277,28273,28272],"class_list":["post-331092","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-bantul","tag-mie-ayam","tag-mie-ayam-bantul","tag-mie-ayam-sabrang-kinanthi","tag-mie-ayam-sabrang-kinanthi-bantul"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331092","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2907"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=331092"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331092\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/331342"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=331092"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=331092"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=331092"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}