{"id":329046,"date":"2025-04-19T13:29:11","date_gmt":"2025-04-19T06:29:11","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=329046"},"modified":"2025-04-21T08:45:46","modified_gmt":"2025-04-21T01:45:46","slug":"pasar-kentu-purworejo-nama-uniknya-bikin-salah-fokus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pasar-kentu-purworejo-nama-uniknya-bikin-salah-fokus\/","title":{"rendered":"Pasar Kentu Purworejo, Pasar yang Pasti Bikin Orang Salah Paham ketika Pertama Mendengar Namanya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu dengar ada yang nyeletuk, \u201cAyo ke Pasar Kentu!\u201d, jangan langsung bereaksi berlebihan. Jangan pula buru-buru mikir yang aneh-aneh. Ini beneran. Ada yang namanya Pasar Kentu Purworejo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, dari segi fonetik, kata \u201ckentu\u201d terdengar seperti sesuatu yang rawan. Tapi, tenang, ini bukan soal hasrat biologis manusia, tapi ekonomi kerakyatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasar Kentu Purworejo adalah pasar betulan. Ada bakul sayur, penjual tempe, ibu-ibu belanja bawang, bahkan siswa SMP jualan makanan homemade demi tugas sekolah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terletak di <a href=\"https:\/\/kalikotes-pituruh.purworejokab.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Desa Kalikotes<\/a>, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Pasar Kentu bukan pasar besar nan modern. Tapi, justru di situlah pesonanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasar ini cuma berjarak 3 kilometer dari pusat kecamatan dan sekitar 26 kilometer dari pusat kabupaten. Lokasinya strategis buat warga desa sekitar, sekaligus cukup \u201cterpencil\u201d untuk jadi tempat yang nggak terjamah keribetan kota. Pasar ini bukan cuma pusat jual beli, tapi ruang temu komunitas.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Asal nama Pasar Kentu Purworejo<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama \u201cKentu\u201d sendiri konon berasal dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/30-istilah-unik-dalam-bahasa-jawa-yang-diawali-kata-mak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bahasa Jawa<\/a>, yakni kependekan dari \u201cken tuku\u201d yang artinya \u201cdisuruh membeli\u201d. Coba deh kamu ucapkan cepat-cepat, \u201cKen tuku, ken tuku&#8230; kentu!\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ketahuan kan siapa yang udah mulai senyum-senyum sendiri? Tapi ya begitulah realitas bahasa. Kadang bisa berubah makna hanya karena pindah wilayah atau pindah konteks. Yang di sini menyebutnya sebagai bagian dari budaya lisan, yang di luar bisa saja mengira ini kode sandi tertentu.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pasar-kentu-purworejo-nama-uniknya-bikin-salah-fokus\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Pasar yang namanya menggelitik di telinga.<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Punya peran penting\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan meremehkan Pasar Kentu Purworejo karena namanya. Pasar Kentu adalah nadi ekonomi lokal. Ia menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, menjadi tempat warga desa menjual hasil bumi, dan bahkan panggung pertama bagi para pelajar untuk belajar berdagang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lama ini, SMP Negeri 40 Purworejo menggelar Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema kewirausahaan di sini. Anak-anak jualan makanan dan minuman. Mereka menunjukkan bahwa pasar tradisional bisa menjadi laboratorium ekonomi paling nyata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang lebih seru lagi, Pasar Kentu Purworejo ini juga jadi tuan rumah Bazar Ramadhan \u201cBupati Moro Tandhang\u201d. Pemerintah daerah datang langsung, membawa layanan publik dan sembako murah, demi membantu warga menyambut Lebaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan, di tengah naiknya harga kebutuhan pokok, masih ada pasar yang menawarkan barang dengan harga bersahabat dan bonus: bisa ketemu pejabat sambil jajan takjil.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Interaksi di Pasar Kentu Purworejo yang sangat penting<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasar Kentu Purworejo memang sederhana. Tapi jangan salah, kehadirannya bikin hidup terasa lebih nyata.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah dunia yang makin digital dan dingin, pasar tradisional menjadi pengingat bahwa interaksi manusia itu penting. Di sini, kamu bisa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pasar-klithikan-pakuncen-jogja-sepi-seperti-menunggu-mati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menawar harga<\/a> sambil ketawa, bisa saling tukar kabar sambil jajan gorengan, dan bisa pulang bawa belanjaan plus cerita baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang menarik dari Pasar Kentu Purworejo bukan cuma suasananya, tapi keragaman manusianya. Ada ibu-ibu yang berangkat habis subuh dengan motor matik dan keranjang bambu di boncengan. Bapak-bapak dengan rompi lusuh yang jualan onderdil bekas di tikungan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Simbah-simbah duduk di sudut, jualan jajan pasar sambil ngelihatin cucunya dari kejauhan. Dan tentu saja ada remaja-remaja tanggung yang ikut bantuin orang tuanya jualan, sekaligus nyicil tugas mulok kewirausahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu, Pasar Kentu Purworejo ini tidak sempurna. Jalan masuknya kadang becek saat hujan, parkirnya terbatas, dan tenda-tenda lapaknya seadanya. Tapi bukankah justru di ketidaksempurnaan itu kita menemukan sisi paling manusiawi dari sebuah ruang publik?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasar Kentu bukan hanya tempat transaksi, tapi relasi. Tempat di mana manusia kembali jadi manusia, bukan sekadar username yang nunggu diskon flash sale.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain menjadi tempat belanja, Pasar Kentu Purworejo juga menjadi panggung budaya. Kadang ada hiburan rakyat, pengajian keliling, hingga tukang sulap yang muncul tiba-tiba. Semua berlangsung spontan, tanpa protokol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Raihan Muhammad<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suka-duka-tinggal-di-purworejo-selatan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Suka Duka yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Purworejo Bagian Selatan<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasar Kentu Purworejo memang sederhana. Tapi jangan salah, kehadirannya bikin hidup terasa lebih nyata berkat interaksi yang terjaga.<\/p>\n","protected":false},"author":2215,"featured_media":329129,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[28191,28190,5109,28189,28188,1200,10034],"class_list":["post-329046","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-desa-kalikotes","tag-kalikotes-purworejo","tag-pasar","tag-pasar-kentu-kalikotes","tag-pasar-kentu-purworejo","tag-pasar-tradisional","tag-purworejo"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/329046","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2215"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=329046"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/329046\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/329129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=329046"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=329046"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=329046"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}