{"id":328140,"date":"2025-04-17T13:32:14","date_gmt":"2025-04-17T06:32:14","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=328140"},"modified":"2025-04-18T21:53:51","modified_gmt":"2025-04-18T14:53:51","slug":"4-kenakalan-upin-ipin-yang-paling-keterlaluan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-kenakalan-upin-ipin-yang-paling-keterlaluan\/","title":{"rendered":"4 Kenakalan Upin Ipin Zaman Dulu yang Paling Keterlaluan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak tayang pada 14 September 2007, serial animasi Upin dan Ipin masih bisa bertahan sampai sekarang. Lalu, per 31 Maret 2025, serial animasi ini sudah memasuki musim ke-19 dan mencapai 690 episode.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentunya ini pencapaian yang luar biasa. Seakan-akan, serial \u201cUpin Ipin\u201d ini menemani kita dari awal masuk TK sampai lulus SMA. Apalagi serial animasi ini tidak hanya populer di negara asalnya, tapi juga di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selamanya 19 musim tayang, sudah pasti banyak perbedaan atau perubahan yang terjadi. Salah satunya adalah perubahan sifat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-episode-upin-ipin-spesial-lebaran-yang-bikin-banjir-air-mata\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">duo kembar botak<\/a>, yang dulunya nakal kini berubah menjadi lebih cengeng.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, terkait perubahan ini, banyak yang berpendapat kalau serial \u201cUpin Ipin\u201d zaman dulu lebih seru. Saya termasuk orang yang mengamininya. Salah satu yang menjadi \u201cdaya tarik\u201d adalah kenakalan anak kembar ini. Meski memang, beberapa kenakalan mereka terbilang keterlaluan dan jadi reg flag tersendiri.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Upin Ipin serakah memborong dagangan untuk berbuka puasa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada episode berjudul &#8220;Tamak&#8221; di musim ke-2, diceritakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/andai-kak-ros-menikah-dengan-abang-iz-dalam-serial-upin-ipin-ini-yang-terjadi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kak Ros<\/a> membawa Upin dan Ipin ke bazar pasar Ramadan mencari takjil. Kak Ros memberikan uang dengan catatan hanya boleh membeli satu jenis takjil saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, Upin Ipin tidak menghiraukan perintah Kak Ros. Mereka berdua tergoda berbagai jenis daging ayam dan memborongnya. Kak Ros yang melihat kenakalan adiknya yang nggak nurut, langsung naik pitam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesampainya di rumah, Upin dan Ipin memamerkan borongan daging ayam kepada Opah supaya neneknya itu senang. Bukannya senang, Upin dan Ipin dapat nasihat dari Opah, supaya jangan serakah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setibanya waktu berbuka, dengan sombongnya, mereka berdua bisa memakan semua daging tersebut. Akan tetapi, mereka kepayahan menghabiskan semua makanan hasil borongannya tadi. Si kembar botak pun menyesal dan mengakui kesalahannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Jahil banget sama Mail<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Duo kembar botak ini nakalnya bukan main. Mereka pernah jahil kepada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-kelam-mail-upin-ipin-yang-nggak-disadari-banyak-orang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mail<\/a> yang punya ketakutan kepada berbagai hewan dan pupuk yang terbuat dari tahi ayam. Adegan itu bisa kita lihat pada episode yang berjudul &#8220;Berkebun&#8221; pada musim ke-3. Upin dan Ipin yang ingin bermain bersama kawan-kawan dilarang oleh kak Ros sebelum mereka berdua membantunya berkebun menanam sawi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mail dan Mei Mei yang ingin segera bermain, kemudian membantu si kembar berkebun. Saat mereka berkebun, si kembar menyadari bahwa Mail takut ulat, keong, dan cacing. Upin dan Ipin pun menjahili Mail dengan mendekatkan ketiga hewan itu kepada Mail. Jelas Mail ketakutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">kejahilan si kembar kepada Mail tidak sampai situ saja. Saat menanam sawi hampir beres, Kak Ros menyuruh hasil berkebun tadi untuk dikasih pupuk yang terbuat dari tahi ayam. Mail yang mencium bau pupuk merasa jijik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin pun membuat siasat mengejar dan menyiram mail dengan pupuk tersebut. Namun, untungnya rencana mereka tidak berhasil. Mail bisa menghindar dan pupuk yang terbuat dari tahi ayam tersebut menimpa mereka berdua, badan mereka pun kotor dan bau.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Upin dan Ipin membohongi Opah tentang surat pemeriksaan gigi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada episode yang berjudul &#8220;Gosok Jangan Tak Gosok&#8221; pada musim ke-3, sekolah Tadika Mesra akan mengadakan pemeriksaan gigi gratis. Upin Ipin merasa ketakutan karena takut giginya dicabut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Malam harinya, duo kembar bersiasat dengan mencoba memanipulasi surat izin periksa gigi dengan berbohong kepada Opah. Upin dan Ipin mengatakan surat itu untuk mengunjungi hutan, kemudian mengarahkan Opah untuk menandatangani surat itu supaya Opah tidak setuju.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untungnya, akal bulus Upin Ipin belum ditandatangani Opah karena keburu ketahuan Kak Ros. Opah tidak menyangka dan kecewa kepada kedua cucunya yang masih kecil sudah pandai berbohong.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seorang kakak, Kak Ros memberikan pelajaran dengan menampar pipi kedua adiknya itu. Bagi dia, perilaku si kembar sudah kurang ajar.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Saat episode geng pengembaraan bermula, kenakalan si kembar sudah kebablasan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puncak kenakalan Upin Ipin bisa kamu temukan di seri layar lebar tentang Geng Pengembaraan Bermula. Seri ini menceritakan teror hantu durian di Kampung Durian Runtuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat itu Badrol dan Lim yang akan ke rumah <a href=\"https:\/\/upinipin.fandom.com\/id\/wiki\/Tok_Dalang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tok Dalang<\/a>, diantar oleh Upin Ipin. Berbagai keusilan si kembar bisa kita lihat saat mereka mengantar Badrol dan Abang Lim. Saat diperjalanan, mereka berdua menceritakan dengan lancang bahwa Tok Dalang adalah kakek-kakek yang sudah pikun, hampir seluruh penduduk kampung mengetahuinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di perjalanan ke Rumah TOK Dalang, Upin Ipin tidak sengaja bertemu Kak Ros. Mereka usil dengan menembaki angsa dengan pistol mainan. Kak Ros yang melihat kedua adiknya yang nakal, kemudian marah dengan mengejar kedua adiknya itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keesokan harinya, saat Badrol dan Abang Lim yang diantar Rajoo ke kebun durian dengan menaiki Sapy. Upin Ipin tiba-tiba menghentikan Sapy, kemudian pura-pura memeriksa sambil memainkan puting si Sapy.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rajoo, sebagai pemilik lantas marah. Tanpa rasa bersalah, bukannya minta maaf, Upin malah ingin ikut menaiki Sapy dan ikut ke kebun durian bersama Rajoo, Badrol, dan Lim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah 4 kenakalan duo kembar di era grafik Majapahit. Pada era itu, kenakalan keduanya meninggalkan kesan mendalam bagi semua penonton. Sehingga, penonton zaman sekarang susah move on dan berharap cerita Upin Ipin kembali seperti dulu lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Acep Saepulloh<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/misteri-cikgu-jasmin-upin-ipin-setelah-lama-menghilang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Misteri Kondisi Cikgu Jasmi Setelah Lama Menghilang dan Tak Lagi Muncul dalam Serial \u201cUpin Ipin\u201d<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Serial Upin Ipin zaman burik menyimpan 4 jenis kenakalan yang sudah keterlaluan. Kenakalan yang jadi red flag duo kembar botak ini.<\/p>\n","protected":false},"author":2577,"featured_media":328770,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[14435,28169,9297,9553,23796,5855],"class_list":["post-328140","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-kak-ros","tag-kenakalan-upin-ipin","tag-mail","tag-mei-mei","tag-opah-upin-ipin","tag-upin-ipin"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/328140","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2577"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=328140"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/328140\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/328770"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=328140"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=328140"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=328140"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}