{"id":327906,"date":"2025-04-15T09:18:37","date_gmt":"2025-04-15T02:18:37","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=327906"},"modified":"2025-04-15T09:18:37","modified_gmt":"2025-04-15T02:18:37","slug":"gunungkidul-akhirnya-punya-bioskop-nggak-perlu-capek-ke-kota","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gunungkidul-akhirnya-punya-bioskop-nggak-perlu-capek-ke-kota\/","title":{"rendered":"Gunungkidul Akhirnya Punya Bioskop, Warga Nggak Perlu Repot Mendaki Gunung Melewati Lembah Lagi Hanya untuk Nonton Film"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSalah satu hal yang nggak ada di Gunungkidul tapi sering dicari wisatawan adalah gedung bioskop. Bagi para wisatawan yang tengah berlibur di Gunungkidul dan ingin menonton film, mulai sekarang gagalkan rencana Anda. Sebab, sudah puluhan tahun, warga di sini hidup tanpa bioskop.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-yang-nggak-ada-di-gunungkidul-tapi-sering-dicari-wisatawan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">isi tulisan saya di Terminal Mojok<\/a> dengan judul \u201c5 Hal yang Nggak Ada di Gunungkidul tapi Sering Dicari Wisatawan\u201d sekitar 3 tahun lalu. Bulan April 2025 ini, saya menyatakan poin pertama dari artikel tersebut saya coret dari daftar. Ya, setelah penantian cukup panjang, akhirnya Gunungkidul punya bioskop.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa waktu lalu, gedung bioskop bernama New Star Cineplex (NSC) di Padukuhan Rejosari, Kelurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari itu sudah dibuka. Antusias warga, terutama kawula muda, lumayan tinggi. Terbukti dari antrean panjang yang terjadi di depan loket karcis ruang bioskop saat pembukaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak heran sih. Pasalnya, sudah lama sebagian masyarakat Gunungkidul harus pontang-panting pergi ke Kota Jogja ketika mau menonton film layar lebar.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bangunan bioskop di Gunungkidul memakai bekas gudang logistik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gedung bioskop yang terletak di sebelah selatan KUA Wonosari itu berdiri di atas lahan seluas 2.000 hingga 3.000 hektar. Yang mana proses pembangunannya nggak dimulai dari nol, melainkan hanya <a href=\"https:\/\/kumparan.com\/pandangan-jogja\/bioskop-baru-di-gunungkidul-dibangun-dengan-konsep-2-studio-24pyjpC1r9S\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">merehab bekas gudang logistik<\/a>. Meski begitu, fasilitas yang disediakan cukup mantap untuk ukuran bioskop di wilayah kabupaten.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun layanan yang tersedia mulai dari parkiran yang luas, jajanan beragam, studio bersih dan nyaman, serta didukung kejernihan audio yang nggak bikin sakit telinga. Hanya, bioskop anyar di Gunungkidul ini baru menyediakan 2 toilet. Saya rasa ini perlu ditambah biar nggak ada antrean terlalu panjang seperti saat pembukaan kemarin.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Konsep 2 studio berkapasitas total 409 kursi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bioskop di Gunungkidul ini terdiri dari 1 studio. Studio 1 berkapasitas 192 kursi dan Studio 2 berjumlah 217 kursi. Sementara itu, untuk harga karcis dibandrol mulai dari Rp34.000 hingga Rp44.000.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rinciannya, harga tiket hari Senin-Rabu adalah Rp34.000. Harga tiket hari Kamis hingga Jumat sebesar Rp39.000. Sedangkan untuk harga tiket di akhir pekan, Sabtu-Minggu yakni Rp44.000.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kerennya lagi, semua harga karcis itu sudah termasuk minuman. Nah, buat dulur-dulur yang pengin merasakan sensasi nonton film di bioskop baru Gunungkidul ini bisa datang setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 21.00 WIB. Gimana, mau datang sama teman, keluarga, apa gebetan nih?<\/span><\/p>\n<h2><b>Nggak perlu repot lagi mendaki gunung dan melewati lembah hanya untuk nonton film<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hadirnya bioskop di Gunungkidul tentu saja saya sambut dengan cukup gembira. Sebab, sebelum ada bioskop baru ini, mayoritas warga Gunungkidul ketika mau nonton film di bioskop harus rela pergi jauh ke Kota Jogja atau Solo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus terang, capek betul. Misalnya saya yang tinggal di Semanu ini. Perjalanan dari rumah ke bioskop <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bioskop-xxi-premiere-lebih-asyik-daripada-bioskop-reguler\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">XX1 di Jogja<\/a> bisa memakan waktu hingga 1 jam. Itu juga kalau jalanan lagi lengang, lho. Kalau pas hari libur, bisa-bisa sampai 2 jam!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan saja, ruwetnya perjalanan dari Gunungkidul ke Kota Jogja itu. Selain banyak kelokan yang menukik tajam, mendaki gunung, dan melewati lembah, sampai di wilayah perkotaan (pasti) disambut dengan padatnya kendaraan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sumpah, saya pernah sampai ketiduran di kursi bioskop sebelum film selesai. Bukan karena filmnya jelek, tapi saking lelahnya di perjalanan. Tenan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja, adanya bioskop baru di Gunungkidul ini jelas lebih menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Yang pasti, warga nggak ketinggalan film-film terbaru lagi di bioskop. Film apa yang hari ini viral, masyarakat bisa langsung menontonnya. Mantap.<\/span><\/p>\n<h2><b>Warga Gunungkidul punya hiburan alternatif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain nggak perlu repot pergi ke Jogja atau Solo, kini warga Gunungkidul juga punya hiburan alternatif. Salah satu hiburan yang paling disukai muda-mudi Gunungkidul saat ini adalah nonton elektun dangdut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyaknya acara hajatan di dusun yang mengundang kelompok musik elektun, bikin warga sangat akrab dengan hiburan satu ini. Tak ayal, elektun dangdut sudah mandarah daging dan mendominasi acara-acara di kampung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, adanya bioskop baru ini, sekarang warga Gunungkidul punya hiburan lain. Kawula muda yang biasanya mengajak main pacarnya ke acara dangdut melulu, kini bisa kencan nonton film di bioskop terdekat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, pasangan yang ((biasanya)) sepulang nonton elektun membahas perkara tawuran antar penonton, nanti akan lebih banyak diskusi soal film, ngasih rating, dan mengunggah foto bereng pacar di depan poster film. Tos!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga keramaian yang terjadi di bioskop Gunungkidul saat ini bisa berumur panjang. Lebih pentingnya lagi, semoga kehadiran bioskop NSC di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bukit-pengilon-gunungkidul-indah-tapi-saya-kapok-berkunjung-ke-sana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bumi Handayani<\/a> ini bisa berdampak baik untuk UMKM sekitar dan sineas lokal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warga harus terlibat dan mengambil peran. Jangan sampai justru hanya menguntungkan segelintir orang dan malah menciptakan ketimpangan. Amit-amit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rahayu warga Gunungkidul!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Jevi Adhi Nugraha<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-hal-yang-bikin-saya-nggak-malu-mengaku-sebagai-warga-gunungkidul\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">3 Hal yang Bikin Saya Nggak Malu Mengaku sebagai Warga Gunungkidul<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gunungkidul akhirnya punya bioskop. Gedung bioskop ini berada di Padukuhan Rejosari, Kelurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari. Yuk, nonton.<\/p>\n","protected":false},"author":547,"featured_media":327907,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[22,28144,5281,28146,28148,28147,28145],"class_list":["post-327906","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bioskop","tag-bioskop-di-gunungkidul","tag-gunungkidul","tag-new-star-cineplex-gunungkidul","tag-nsc-gunungkidul","tag-nsc-new-star-cineplex","tag-semanu-gunungkidul"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/327906","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/547"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=327906"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/327906\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/327907"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=327906"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=327906"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=327906"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}