{"id":32714,"date":"2020-03-30T12:45:27","date_gmt":"2020-03-30T05:45:27","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=32714"},"modified":"2020-03-30T12:59:45","modified_gmt":"2020-03-30T05:59:45","slug":"tipe-teman-berdasarkan-status-whatsapp-mereka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tipe-teman-berdasarkan-status-whatsapp-mereka\/","title":{"rendered":"Tipe Teman Berdasarkan Status WhatsApp Mereka"},"content":{"rendered":"<p>Salah satu hal yang mungkin dilakukan dengan ponsel pintar kita pertama kali adalah membuka aplikasi percakapan seperti <em>Telegram<\/em>, <em>WhatsApp<\/em> dan masih banyak lainnya. Ada banyak cara untuk bertukar pesan atau cerita melalui media sosial. Ya, sebut saja <em>platform<\/em> favorit kita akhir-akhir ini, yakni <em>WhatsAp<\/em>p <em>from Facebook<\/em>. Dahulu, bertukar pesan hanya melalui <em>Black Berry Messenger<\/em>. Dan sekarang <em>WhatsApp<\/em>-lah yang menjadi prioritas di antara kita semua.<\/p>\n<p>Dan duluuu sekali aplikasi yang memiliki fitur <em>story<\/em> hanya beberapa seperti <em>Facebook <\/em>dan <em>Instagram<\/em>. Saat ini <em>WhatsApp<\/em> juga mengeluarkan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/nil\/ulasan\/pojokan\/penelitian-soal-alasan-orang-suka-update-status-di-whatsapp\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">fitur untuk <em>update<\/em> status<\/a> seperti aplikasi lainnya. Apakah karena <a href=\"https:\/\/techcrunch.com\/2018\/05\/01\/whatsapp-stories\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>WhatsApp<\/em> kian populer<\/a> ya? Terkait atas apapun alasan dari <em>WhatsApp <\/em>juga ngebuat fitur <em>update <\/em>status, yang saya tahu adalah <em>WhatsApp<\/em> semakin berbenah dan enggak mau punah layaknya <em>BBM<\/em>. Syediii~<\/p>\n<p>Selain bertukar pesan melalui <em>WhatsApp<\/em> dengan orang tua, teman seperghibahan, maupun teman ngebucin bareng, hal yang kita lakuin sekarang ini di saat sedang ber-<em>WhatsApp<\/em>-an ria, adalah nontonin beberapa status teman-teman di <em>WhatsApp<\/em> hingga muncul beberapa perasaan seperti, enek, <em>insecure<\/em>, <em>jealous,<\/em> hasad, sambat, hingga menjadi ghibah <em>and<\/em> julid <em>people<\/em>. <em>Can\u2019t relate or can relate<\/em> nih?<\/p>\n<p>Atas dasar keseringannya melihat status teman-teman di<em> WhatsApp, <\/em>saya akan mengkategorikan tipe-tipe teman berdasarkan status mereka di sana. Ya, dimulai dari status yang paling baik hingga status yang membikin saya seketika ngerasa mau muntah, hanya saja tetap nggak pernah muntah ngeliat itu semua. Teruntuk semua teman-teman saya di <em>WhatsApp<\/em> ini Cuma tulisan ya. Saya sih penginnya tulisan kali ini dapat terbit lagi di ((((Terminal Mojok))))<\/p>\n<p><strong>Pertama<\/strong> adalah tipe teman yang ukhti maupun akhi, di mana setiap kali mereka ngebikin status selalu <em>posting<\/em> tentang ayat-ayat Al-Qur\u2019an, Hadist, kata-kata motivasi maupun video-video ceramah singkat.<\/p>\n<p><strong>Kedua <\/strong>adalah tipe teman yang ngebuat status semua kegiatannya di hari itu. Lagi di tempat A buat status, lagi di tempat B buat status, bahkan hingga di tempat Z juga buat status. Saya rasa ini ya, kalau bisa kegiatan dia untuk esok harinya pun juga akan dibuat hari ini, hanya saja hari esok belum datang haha. Saya tuh berasa lagi temenan dengan <em>selebgram<\/em> di mana statusnya udah titik-titik.<\/p>\n<p><strong>Ketiga<\/strong> adalah tipe teman yang nggak pernah memublikasikan pujaan hatinya. Eh sekali <em>update<\/em> status udah foto tunangan, nikahan pun juga lahiran dong. Kalau kata tema-teman, ini \u00a0namanya tipe orang gerakan bawah tanah. Jarang <em>update<\/em>, eh sekalinya <em>update<\/em> buat para jomblooo langsung ngerasa minder cuk.<\/p>\n<p><strong>Keempat<\/strong> adalah tipe teman yang sering kali buat status dari hasil <em>screenshot\u00ad<\/em>-an percakapan dia dengan temannya. Lalu ada tuh beberapa kalimat yang kayak <em>important <\/em>gitu dicoret nggak jelas. Di-<em>upload<\/em> lalu dicoret, ini sebenarnya maksudnya apa? Kalau nggak mau dibaca bagian pentingnya, ya nggak usah di-<em>posting<\/em> dong. Mau pamer percakapan kok di sini. Haduh, pliz deh ah kurang-kurangi.<\/p>\n<p><strong>Kelima<\/strong> adalah tipe teman yang nunjukin tiket, baik itu pesawat terbang ataupun kereta api. Ya kalau mau pergi ke sana kemari silakan! Harus banget nih orang-orang pada tahu kalau mau ke sini atau ke sana.<\/p>\n<p><strong>Keenam <\/strong>adalah tipe orang yang buat status <em>upload<\/em> foto <em>selfie<\/em> maupun <em>wefie<\/em>, eh pas bagian mukanya sendiri dikasih emoji, stiker bunga, dan stiker nggak jelas lainnya. <em>Upload<\/em> muka terus dikasih stiker, ya sama aja boong dong. Kalau nggak mau dilihat mukanya, ya sekalian nggak usah <em>upload<\/em>.<\/p>\n<p><strong>Ketujuh<\/strong> adalah tipe orang yang buat status <em>upload<\/em> foto masakan dia baik itu <em>before and after <\/em>dengan <em>caption<\/em> ekspektasi dan realitanya.<\/p>\n<p><strong>Kedelapan<\/strong> adalah tipe orang yang buat status dengan gambar atau tulisan. Eh belum lagi statusnya bertahan sampai 24 jam seperti <em>hashtag<\/em> #<em>untiltomorrow<\/em> udah dihapus lagi dong. Ini biar apa sih? Atau biar <em>people you can\u2019t have<\/em> ngeliat gitu? Ya tetap, aja dia nggak nengok. <em>Hello, stop fall in love with people we can\u2019t have<\/em>, sia-sia loh.<\/p>\n<p><strong>Kesembilan<\/strong> adalah tipe orang yang buat status dengan gambar berbagai <em>snack<\/em> dengan <em>caption<\/em> #dirumahaja nimbun lemak. Entar kalau gendut nyesel, nangis-nangis. Giliran gini aja makan micin teruus.<\/p>\n<p><strong>Kesepuluh<\/strong> adalah tipe orang yang buat status mau <em>go food<\/em> makan enak dikarenakan ada diskon buaaanyak. Namun, karena jarak rumah yang terlalu jauuuh, maka gagallah <em>delivery<\/em>-nya. <em>LDR <\/em>dengan makanan enak itu sakit. Dan lebih sakit lagi <em>LDR <\/em>beda alam dong. Hilih curhat.<\/p>\n<p><strong>Kesebelas<\/strong> adalah tipe orang yang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nggak-perlu-nyinyir-ke-owner-olshop-yang-sedang-ngelapak-di-whatsapp-ini-tipsnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">buat status jualan <em>online<\/em><\/a>, posting barang dagangan setiap 60 detik sekali. Ya ampun itu rasanya sepertiii\u2026. (isi sendiri ya haha)<\/p>\n<p><strong>Kedua belas<\/strong> adalah tipe orang yang buat status <em>after<\/em> <em>video call<\/em>-an dengan teman-temannya dengan cara di-<em>screenshoot<\/em> dong ya. Nggak heran ada yang tengah menggunakan mukenah loh (((pencitraaan banget sih)))<\/p>\n<p><strong>Ketiga belas<\/strong> adalah tipe orang yang buat status dari hasil motoin <em>cover<\/em> buku atau <em>part<\/em> terbaik dari buku yang dibaca (((salam literasi yaaa))<\/p>\n<p><strong>Keempat belas<\/strong> adalah tipe orang yang buat status dari hasil barang-barang yang dibelinya. Biasanya sih ciwi-ciwi yang sering buat ginian :\u201d\u201d)<\/p>\n<p><strong>Kelima belas<\/strong> adalah tipe orang yang buat status dari ngevideoin lagu yang sedang didengerin dengan <em>background<\/em> hitam thok. Dan ada juga yang gunain <em>background<\/em> langit-langit di kamarnya. Setelahnya itu video di-<em>upload<\/em> tengah malam, di mana orang-orang udah pada bobok cantik.<\/p>\n<p><strong>Keenam belas<\/strong> and <em>maybe this the last right<\/em>, adalah tipe orang yang suka julidin semua status orang <em><span style=\"text-decoration: line-through;\">(like me, not sure<\/span><\/em><span style=\"text-decoration: line-through;\"> sih<em>)<\/em><\/span>. Sedikit saran nih, kalau ngerasa terganggu dengan semua status tersebut, ya udah nggak usah diliat. Tinggal di-<em>mute<\/em> atau dihapus saja kontak-kontak yang ngebuat kita ngerasa <em>toxic<\/em> dari <em>WhatsApp<\/em> dan pastinya nggak bakalan muncul dah. Semangat untuk mental yang lebih sehat ya kawan-kawin. Dah ah, mau lanjut nulis yang lainnya untuk Terminal Mojok, <em>this<\/em> 1!1!1!<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/daftar-orang-yang-harus-dihilangkan-dari-grup-wa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Daftar Orang yang Seharusnya Dihilangkan dari Grup WA<\/strong><\/a> <strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/yulia-sonang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Yulia Sonang<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Atas dasar keseringan melihat status teman-teman di WhatsApp, saya jadi bisa mengkategorikan tipe-tipe teman berdasarkan status mereka di sana.<\/p>\n","protected":false},"author":229,"featured_media":32726,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[249,5878,5879,307],"class_list":["post-32714","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-pertemanan","tag-status-whatsapp","tag-tipe-orang","tag-whatsapp"],"modified_by":"Nia Lavinia","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32714","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/229"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32714"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32714\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32726"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32714"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32714"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32714"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}