{"id":326907,"date":"2025-04-13T07:54:43","date_gmt":"2025-04-13T00:54:43","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=326907"},"modified":"2025-04-13T22:51:48","modified_gmt":"2025-04-13T15:51:48","slug":"unnes-semarang-perlakukan-prodi-sejarah-kayak-anak-tiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/unnes-semarang-perlakukan-prodi-sejarah-kayak-anak-tiri\/","title":{"rendered":"Fisip UNNES Semarang Memperlakukan Prodi Sejarah, Prodi Tertua dan Sudah Teruji, Seperti Anak Tiri"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gedung baru Fisip UNNES Semarang itu megahnya minta ampun. Catnya kinclong, jendelanya gede-gede kayak niat masa depan, lorongnya panjang seperti masa tunggu CPNS.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau mau melihatnya dari luar, aura intelektualnya terpancar kuat. Namun, di balik megahnya gedung baru itu, ada satu ironi kecil yang rasanya, kok, nyesek juga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengutip <a href=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/2024\/11\/06\/rektor-resmikan-gedung-baru-fisip-unnes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">laman resmi<\/a> UNNES Semarang, gedung baru itu berdiri di lahan seluas 3.065 m2. Luas bangunan mencapai 5.356 m2 dan masing-masing lantai seluas 1.022m2. Gedung itu terdiri dari 43 ruang pembelajaran dan 17 ruang pendukung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gedung yang sungguh megah di mata saya. Melihatnya sungguh bikin hati ini bangga. Namun, di balik euforia itu, UNNES seakan-akan \u201cmelupakan\u201d sebuah prodi. Padahal, prodi ini menjadi yang tertua dan sudah teruji.<\/span><\/p>\n<h2><b>Prodi tertua yang nggak diajak pindahan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, yang saya maksud adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jurusan-sejarah-diremehkan-tapi-berjasa-menyelamatkan-ingatan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Prodi Sejarah<\/a>. Sebuah jurusan yang katanya paling tua, duluan berdiri, dan berstatus legendaris di rumpun ilmu sosial kampus ini. Eh, kampus malah nggak mengajak prodi ini pindahan ke rumah baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prodi Sejarang Fisip UNNES Semarang tetap bertahan di Gedung C2. Sebuah bangunan yang kalau dibilang layak, sih, ya masih bisa. Namun jelas, bukan tempat yang bikin orang betah duduk berjam-jam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fasilitasnya itu terbatas. Misalnya, kipas angin muter tapi nggak ada anginnya, AC belum menyeluruh dan lebih sering mati suri, kursinya bahkan masih kayu. Duduk satu jam saja, punggung bisa berasa kayak habis disuruh gotong tandu perang zaman VOC.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa Sejarah sendiri bilang gini: \u201cDi kelas itu kami belajar sejarah peradaban, tapi juga merasakan langsung zaman sebelum revolusi industri, secara literal.\u201d<\/span><\/p>\n<h2><b>UNNES Semarang tolong jangan melupakan sejarah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konon, gedung baru Fisip UNNES Semarang itu berdiri untuk \u201cmenyatukan FISIP dalam satu atap\u201d. Ironisnya, gedung itu malah nggak menampung jurusan yang sejarahnya paling panjang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, Prodi Sejarah itu bukan sekadar nama. Ia adalah pondasi dan awal mula. Prodi ini adalah jurusan yang ikut meletakkan batu bata pertama Fisip UNNES saat fakultas ini belum punya nama. Tapi sekarang, setelah gedung megah berdiri, ia justru kayak mantan yang dilupakan. Pernah mencintai, tapi sekarang seperti tak berarti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah ini bentuk ironi sesungguhnya? Bisa jadi. Karena di kampus, seperti dalam politik, yang paling tua belum tentu paling diperhatikan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Anak tertua yang ditinggal di rumah lama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ibaratnya adalah sebuah keluarga membangun rumah baru. Keluarga itu membuatkan banyak kamar. Kamarnya mewah. Ada yang full AC. Kamar lain\u00a0 ada yang udah ada meja belajar tempel dinding. Bahkan ada kamar yang mendapat view langsung ke taman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi si anak sulung? Keluarga itu seperti bilang: \u201cKamu tetap di rumah lama yang reyot itu. Biar anak-anak lain yang dapat kamar bagus. Ngalah.\u201d Keluarga itu menganggap si sulung sudah terbiasa di tempat yang seadanya. Malah jatuhnya kayak anak tiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gedung C2 tempat Prodi Sejarah sekarang bukan berarti nggak bisa dipakai. Tapi untuk sebuah jurusan yang sudah berdiri sejak negara ini baru bisa jalan sendiri, rasanya kurang pantas kalau masih harus kuliah dengan kipas angin yang cuma muter tanpa menghasilkan angin.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Mahasiswa Sejarah UNNES Semarang: Belajar dari ruang, bukan di dalam ruang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin karena terbiasa belajar tentang masa lalu, mahasiswa Sejarah UNNES Semarang jadi punya kemampuan adaptasi luar biasa. Mau kelas siang, pagi, sore, atau tengah malam pun, mereka jalan terus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah pindah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliah-di-jurusan-sosial-humaniora-di-kampus-negeri-tak-seharusnya-mahal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruang kelas<\/a> ke ruang yang lampunya redup kayak warung kopi indie? Pernah. Rebutan kipas angin kayak rebutan makanan bukber? Sering.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Justru dari keterbatasan itu mereka belajar. Bahwa sejarah itu bukan cuma soal masa lalu, tapi juga tentang bagaimana manusia bertahan di tengah keadaan yang tidak ideal. Dan dalam hal itu, mahasiswa Sejarah UNNES Semarang adalah contoh hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi tetap saja, bukan berarti mereka harus terus bertahan dalam keterbatasan. Karena, sekali lagi, yang paling tua juga berhak duduk nyaman.<\/span><\/p>\n<h2><b>Gedung baru, harapan lama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu kita patut merayakan gedung baru Fisip. Ini langkah maju dan investasi besar. Tapi semoga euforia megahnya tidak membuat kita lupa. Ada yang sudah lama ikut membangun Fisip dari nol, dan mereka pantas ikut menikmati hasilnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Fisip ini kapal besar, Prodi Sejarah adalah awak kapal yang sejak awal ikut mendayung. Tapi sekarang, ketika pemilik kapal memoles ulang dengan layar mewah, awak yang dulu itu malah cuma naik sekoci di belakang. Nggak tenggelam sih, tapi juga nggak ikut berdiri di dek utama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin suatu hari nanti, Prodi Sejarah akan pindah ke gedung utama. Mungkin. Tapi semoga bukan karena ada desakan mahasiswa, karena tulisan ini, atau karena viral. Semoga semata-mata karena kesadaran. Bahwa semua bagian dari sejarah pantas mendapat tempat yang layak di masa kini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena kalau sejarah saja tak dihargai, bagaimana kita bisa belajar dari masa lalu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan kalau Prodi Sejarah UNNES Semarang saja mendapat ruang yang layak, apakah kita benar-benar paham makna kata \u201cfakultas\u201d?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Rahul Diva Laksana Putra<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/unnes-semarang-tak-ramah-mahasiswa-pas-pasan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UNNES Bukan Lagi Tempat yang Ramah buat Mahasiswa Pas-pasan<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>UNNES Semarang, perlakukan Prodi Sejarah kayak anak tiri. Padahal ia adalah prodi paling tua dan sudah teruji. Ia layak hidup dengan nyaman.<\/p>\n","protected":false},"author":2839,"featured_media":327055,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[28124,28126,23478,28127,28123,4652,19610,28125],"class_list":["post-326907","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-fisip-unnes-semarang","tag-gedung-baru-fisip-unnes","tag-kampus-di-semarang","tag-kampus-unnes","tag-prodi-sejarah-unnes-semarang","tag-semarang","tag-unnes","tag-unnes-semarang"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/326907","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2839"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=326907"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/326907\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/327055"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=326907"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=326907"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=326907"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}