{"id":326859,"date":"2025-04-12T09:09:58","date_gmt":"2025-04-12T02:09:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=326859"},"modified":"2025-04-14T22:23:30","modified_gmt":"2025-04-14T15:23:30","slug":"4-karakter-upin-ipin-yang-terlihat-red-flag-tapi-aslinya-green-flag","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-karakter-upin-ipin-yang-terlihat-red-flag-tapi-aslinya-green-flag\/","title":{"rendered":"4 Karakter &#8220;Upin Ipin&#8221; yang Terlihat Red Flag, padahal Aslinya Green Forest"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa waktu lalu ada tulisan menarik di Terminal Mojok yang berjudul <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-karakter-upin-ipin-terkenal-green-flag-tapi-aslinya-red-flag\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">5 Karakter \u201cUpin Ipin\u201d yang Terkenal Green Flag, tapi Aslinya Red Flag Banget. <\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah membaca tulisan itu, saya jadi memandang karakter dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan sudut pandangang lain. Walau terus terang saja, saya sedikit syok dengan isi tulisan tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana tidak syok, Abang Iz yang terkenal ganteng itu ternyata toxic, begitu pula Tok Dalang yang terkenal serba bisa. Bahkan, Opah yang terkenal baik dan bijak pun punya sisi-sisi menyebalkan juga. Benar juga kata penulis di akhir tulisan, mencermati kembali karakter-karakter dalam serial anak-anak buatan Malaysia itu membuat saya refleksi, tidak semua yang tampak baik-baik saja di dunia itu benar-benar baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi merenung hal lain, tidak semua yang tampak buruk di dunia berarti benar-benar buruk. Mungkin juga kan karakter yang tampak red flag dalam cerita Upin Ipin ternyata green flag, bahkan <a href=\"https:\/\/tekno.kompas.com\/read\/2025\/01\/09\/14350017\/arti-green-forest-bahasa-gaul-yang-sering-dipakai-di-media-sosial\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">green forest<\/a> kalau istilah anak mudah zaman sekarang. Nah, di bawah ini beberapa karakter dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang tampak red flag, tapi aslinya green flag.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Mail teman Upin Ipin yang terlihat jutek, tapi aslinya baik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa saja yang baru pertama kali menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan melihat Mail pasti akan mengira bocah ini jutek karena minim ekspresi. Belum lagi kebiasan \u201cmemanfaatkan kesempatan dalam kesempitan\u201d yang terkadang tidak melihat situasi. Dia juga terkenal perhitungan karena terbiasa berdagang. Sekilas, adiknya Abang Iz ini memang nggak ada bagus-bagusnya, beda sekali dengan abangnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, kalau penonton mau mengulik lebih dalam, Mail adalah salah satu dari karakter paling green flag di Kampung Durian Runtuh lho. Dia begitu berbakti pada ibunya dengan selalu membantu berjualan. Dia juga tidak pernah mengeluh maupun kecewa dengan itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Mail tidak medit, suka mentraktir teman-temannya. Si kembar pernah ditraktir ayam goreng saat nobar Piala Dunia 2010. Teman-temannya yang lain pernah ditraktir Es ABCD setelah main lomba balap daun pisang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah kesibukannya sekolah, bermain, dan berdagang, Mail masih peduli dengan teman-temannya. Dia siap yang pertama kali maju saat orang lain perlu pertolongan, misal saat memetik rambutan hingga saat Upin Ipin dipaksa berkebun oleh Kak Ros.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2<\/b><b>\u00a0 <\/b><b>Abang Saleh pemuda kampung teladan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemuda Kampung Durian Runtuh yang kaya raya dan multitalenta ini juga sering dikira red flag hanya karena penampilannya. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-abang-saleh-dalam-serial-upin-ipin-yang-nggak-disadari-penonton\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Abang Saleh<\/a> memang punya gaya yang kemayu. Kukunya yang diwarnai, perangainya yang centil, hingga bisnis yang tidak jauh dari aksesoris pernikahan membuatnya seolah menyalahi kodrat. Banyak penonton mempertanyakan keberadaan tokoh yang satu ini. Padahal, Abang Saleh hanyalah pemuda kampung pekerja keras dan berhati lembut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Abang Saleh bukan sosok yang sok sibuk yang suka mengumbar kegiatannya. Padahal dia pernah jadi sukarelawan komunitas anti DBD, sering membantu Uncle Muthu jualan di kedai, hingga rela repot-repot enyewakan baju untuk pentas seni anak-anak Tadika Mesra. Dia warga kampung teladan yang senang menolong orang.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3<\/b><b> \u00a0<\/b><b>Jarjit yang suka mencairkan suasana<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keseringan menonton Upin Ipin membuat saya terkadang suka kesal sendiri dengan kelakukan Jarjit. Menurut saya, kehadiran Jarjit cenderung menyusahkan. Suka tiba-tiba gabung main tanpa diundang. Sekalinya betulan diajak, dia suka bikin aturan sendiri. Belum lagi, semakin kesini, entah kenapa badan Jarjit dibikin sangat fleksibel. Dia tiba-tiba bisa melata, loncat tinggi, hingga guling-guling pula.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, saking terlalu sering mengamati tingkahnya yang aneh, saya jadi tapi sisi positif dari Jarjit. Setelah saya pikir-pikir, Jarjit orangnya bisa mencairkan suasana dengan baik, bisa lewat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jarjit-upin-ipin-nggak-jago-pantun-banyak-pantunnya-yang-gagal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pantunnya<\/a> atau tingkahnya yang ada-ada saja. Selain itu, saya merasa Jarjit juga memiliki empati tinggi. Ketika Ehsan pindah, dia yang mudah mengekspresikan kesedihan ketimbang teman-teman lelakinya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 <\/b><b>Mei Mei, teman Upin Ipin yang mau berkawan dengan siapa saja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-mei-mei-di-serial-upin-ipin-yang-sebaiknya-nggak-ditiru\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mei Mei<\/a> juga sering dianggap red flag gara-gara suka ngomel-ngomel dan cerewet. Nggak suka jadi biri-biri, marah-marah ke Mail. Ada yang melakukan kesalah sedikit, langsung diomelin habis-habisan. Tugas selalu dikerjakan dengan all out sehingga Cikgu Jasmin maupun Melati menetapkan Meimei sebagai standar murid teladan. Teman-temannya sudah sering jadi korban Mei Mei yang ambisius mentok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Boleh jadi, kehadiran Mei Mei jadi beban buat teman-teman sekelasnya. Meski begitu, Mei Mei sebenarnya sangat green flag lho. Dia tidak pilih-pilih teman. Lihat saja bagaimana dia berkawan dengan Susanti yang berasal dari beda negara. Mei mei juga menghormati perbedaan, tercermin dari bagaimana dia menghormati umat muslim yang berpuasa. Terlebih dari itu, Mei Mei sayang betul dengan teman sebangkunya, Mail. Saya yakin dia kalau punya pacar saat dewasa, cintanya pasti bakal ugal-ugalan tuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah 4 karakter Upin Ipin yang sekilas terlihat red flag, tapi aslinya sangat green flag. Dari sini, kita bisa membuktikan bahwa \u201cdon\u2019t judge a book by its cover\u201d memang nyata adanya. Menurut kalian, siapa lagi karakter Upin Ipin yang cocok masuk list ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bella Yuninda Putri<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/episode-upin-ipin-yang-sebaiknya-tidak-tayang-di-indonesia\/\"><b>Episode Upin Ipin yang Sebaiknya Tidak Tayang di Indonesia<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa karakter Upin Ipin yang terlihat red flag itu sebenarnya green flag. Jadi ingat kata pepatah &#8220;Don&#8217;t judge book from its cover&#8221;.<\/p>\n","protected":false},"author":1616,"featured_media":326866,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[20211,19730,5855],"class_list":["post-326859","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-green-flag","tag-red-flag","tag-upin-ipin"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/326859","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1616"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=326859"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/326859\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/326866"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=326859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=326859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=326859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}