{"id":326455,"date":"2025-04-10T15:23:42","date_gmt":"2025-04-10T08:23:42","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=326455"},"modified":"2025-04-10T15:23:42","modified_gmt":"2025-04-10T08:23:42","slug":"esemka-itu-urban-legend-bukan-perusahaan-otomotif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/esemka-itu-urban-legend-bukan-perusahaan-otomotif\/","title":{"rendered":"Esemka Lebih Cocok Disebut sebagai Urban Legend daripada Perusahaan Otomotif\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebiasaan pemerintah Indonesia adalah bermimpi besar, tapi kadang lupa memikirkan dengan matang cara mencapainya. Salah satu contoh, mobil bikinan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">PT Solo Manufaktur Kreasi atau<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Esemka. Mobil yang sempat digadang-gadang sebagai lambang kemandirian bangsa itu kini sulit ditemukan di pasaran, pabriknya tidak menunjukkan tanda-tanda \u201ckehidupan\u201d. Mobil Esemka lebih sering jadi bahan bahan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/susahnya-jadi-komika-melucu-di-stand-up-comedy\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> stand-up comedy<\/a> ketimbang diservis di bengkel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai warga yang tinggal tak jauh dari pabriknya di Boyolali, saya cukup sering sering ditanya (lebih tepatnya diceng-cengin) soal mobil \u201csiluman\u201d satu ini. Mungkin mereka berharap ada info-info \u201corang dalam\u201d dari sana. Saya selalu menjawab, tidak tahu. Jujur saja, saya jarang melihat mobil Esemka mengaspal di jalanan. Saya lebih banyak tahu tentang mobil itu lewat Google sama seperti yang lain. Pabrik <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">PT Solo Manufaktur Kreasi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> memang ada. Tapi, aktivitasnya ya gitu deh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa ketika saya ditanya-tanya (lebih tepatnya diceng-cengin) soal mobil dan perusahaan ini, saya cuma bisa pasrah. Sebab, memang segaib itu kenyataannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pabrik Esemka seperti tak pernah beroperasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar kata pabrik mobil, apa yang kalian bayangkan? Suara mesin, karyawan dengan helm dan pakaian safety mondar-mandir, hingga truk keluar masuk bawa rangka mobil? Gambaran pabrik yang ideal itu begitu jauh dari pabrik Esemka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pabrik Esemka di Boyolali memang berdiri megah, plangnya besar dan halamannya luas. Tapi, entah kenapa suasananya lebih cocok untuk lokasi syuting sinetron horor ketimbang kawasan industri. Setiap kali saya lewat, suasananya selalu sama: sepi, adem, dan bikin berpikir, \u201cIni beneran pabrik?\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya amati, aktivitas pabrik sangat minimal. Kalau bukan karena plang nama besar dan berita, mungkin orang-orang bakal kira itu gudang kosong atau proyek gagal. Beberapa warga pernah bilang, &#8220;Oh, dulu sempat rame pas awal-awal.&#8221; Dan, dulu yang dimaksud itu sudah cukup lama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lucunya, walau tidak seperti pabrik sungguhan, setiap tahun ada aja orang lewat yang berhenti sejenak, memotret plangnya. Mungkin foto itu untuk bahan update <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/bikin-status-whatsapp-bisa-menghindarkan-kita-dari-dianggap-caper-dan-pamer\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">status WhatsApp<\/a> &#8220;Suatu hari nanti, mobil ini akan jadi kebanggaan bangsa.&#8221;\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Mobil \u201csiluman\u201d yang sulit ditemui di jalanan\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya rasa, orang Indonesia itu mudah terpukau dengan embel-embel \u201cnasional\u201d. Begitu ada produk dicap \u201cbuatan anak bangsa\u201d, banyak yang bangga hingga lupa memeriksa proses dan kualitasnya. Mobil Esemka misal, kendaraan satu ini katanya sudah sempat diproduksi. Bahkan, Bahkan waktu diresmikan dulu, sempat ada yang bilang, \u201cIni awal dari sejarah baru otomotif Indonesia.\u201d Tapi, sampai hari ini, saya baru sekali melihat mobil tersebut mengaspal di jalanan. Itu pun saya masih kurang yakin mobil tersebut beneran Esemka atau mobil servis PLN yang dicat ulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-penyebab-mobil-wuling-semakin-diminati-masyarakat-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mobil-mobil dari China<\/a> yang baru masuk pasar dua minggu aja udah berseliweran di jalanan kota. Ada SPKLU-nya, ada dilernya, bahkan ada komunitasnya. Sementara Esemka? Wujudnya gaib. Ada grup Facebook-nya, ada stiker mobilnya, tapi mobilnya sendiri justru ngga ada.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Rumah saya dekat pabrik Esemka dan jadi bahan guyonan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai mahasiswa rantau dari Boyolali, identitas saya sering diasosiasikan dengan dua hal: susu segar dan pabrik Esemka. Yang satu enak, yang satu&#8230; ya, jadi bahan guyonan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di kampus, teman-teman saya sering nyeletuk, \u201cTiap pagi nyium aroma oli nasional, ya?\u201d atau \u201cPasti udah test drive Esemka sebelum lulus SD ya?\u201d Pernah suatu waktu, pas lagi nongkrong di warung kopi kampus, teman saya nyeletuk, \u201cEsemka itu urban legend. Tau Slenderman? Nah, Esemka itu kayak Slenderman versi otomotif,\u201d kata dia. Benar juga, semua orang pernah mendengarnya, tapi nggak ada yang benar-benar melihatnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya cuma bisa ketawa. Sebab, kenyataannya, saya sama sekali nggak punya bahan apapun untuk membalas candaan itu. Saya nggak kenal siapa pun di dalam pabrik dan nggak pernah liat ada proses produksi. Saya juga tidak tahu cara menunjukkan produk tersebut secara real time.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Nasionalisme yang gampang terpancing, tapi gagal tumbuh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Esemka ini sebenarnya cerminan dari semangat nasionalisme kita yang suka muncul musiman. Ketika muncul pertama kali, semua media sibuk meliput, semua orang ramai mendukung. Bahkan, dijadikan simbol kebangkitan teknologi pendidikan vokasi. Tapi, kemudian dibiarkan sendiri, tanpa roadmap, tanpa sokongan industri, tanpa follow-up serius dari pemerintah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia sebenarnya punya banyak anak muda jago teknik, l<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cerita-lulusan-smk-frustasi-cari-kerja-akhirnya-berbisnis-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ulusan SMK<\/a> yang piawai ngoprek kendaraam, dan passion otomotif yang luar biasa. Tapi, ketika industri dalam negeri tidak dikembangkan serius, semua semangat itu akhirnya hanya jadi potensi yang menguap. Persis seperti<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Esemka: pernah bikin bangga, tapi sekarang cuma jadi cerita pembuka kalau ada diskusi tentang mimpi bangsa yang setengah jadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian lewat Boyolali dan melihat bangunan besar dengan plang \u201c<a href=\"https:\/\/esemkaindonesia.co.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PT Solo Manufaktur Kreasi<\/a>\u201d bisa jadi itu adalah satu-satunya hal nyata dari Esemka yang bisa kamu lihat dengan mata kepala sendiri. Sementara mobilnya, mimpinya, dan semangat awalnya\u2014semua masih dalam fase: akan tetapi belum. Dan seperti kata dosen saya waktu saya telat ngumpulin makalah, \u201cYang penting bukan janji, tapi keberlanjutan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Rahul Diva Laksana Putra<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><i>BACA JUGA <\/i><\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suzuki-karimun-kotak-sl410r-bikin-saya-jatuh-cinta\/\"><b><i>Alasan Saya Jatuh Cinta pada Suzuki Karimun Kotak SL410R<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mobil buatan Esemka cocok jadi urband legend, orang-orang pernah mendengarnya, tapi jarang ada yang pernah melihat produknya.  <\/p>\n","protected":false},"author":2839,"featured_media":326482,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[8877,12534,28099,28100],"class_list":["post-326455","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-boyolali","tag-esemka","tag-mobil-esemka","tag-pt-solo-manufaktur-kreasi"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/326455","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2839"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=326455"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/326455\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/326482"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=326455"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=326455"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=326455"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}