{"id":325632,"date":"2025-04-06T12:50:42","date_gmt":"2025-04-06T05:50:42","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=325632"},"modified":"2025-04-06T22:36:11","modified_gmt":"2025-04-06T15:36:11","slug":"soal-sampah-pemkot-pekalongan-harusnya-yang-ngasih-solusi-bukan-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/soal-sampah-pemkot-pekalongan-harusnya-yang-ngasih-solusi-bukan-warga\/","title":{"rendered":"Soal Sampah, Pemkot Pekalongan Harusnya yang Ngasih Solusi, Bukan Warga!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah membaca tulisan Mas Rizky Prasetya berjudul <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/semua-memang-salah-pemerintah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Semua (Memang) Salah Pemerintah<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, dan coba memahami lebih dalam lagi esensi kritik, saya mantap untuk bilang bahwa warga Kota Pekalongan sudah berkali-kali ditipu oleh Pemkotnya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditipu bukan hanya saat Pilkada, tapi juga soal pengelolaan kota. Saya melihat Pemkot Pekalongan dalam mengatasi sebuah masalah, acap kali selalu melimpahkan solusinya ke warga. Tak terkecuali masalah sampah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal masalah itu juga sebetulnya sebagian ulah dari ketidakbecusan Pemkot Pekalongan itu sendiri. Mengajak, eh nggak ding, malah cenderung menyuruh warga untuk menyelesaikan masalah kota saja sudah keliru. Ini untuk menyelesaikan masalah yang disebabkan oleh Pemkot itu sendiri. Helowwww???<\/span><\/p>\n<h2><b>Masalah sampah Kota Pekalongan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hari sebelum Idulfitri kemarin, Pemkot memberlakukan darurat sampah di Kota Pekalongan, menyusul TPA Degayu yang <a href=\"https:\/\/www.detik.com\/jateng\/berita\/d-7841239\/tpa-degayu-ditutup-sampah-di-kota-pekalongan-menggunung\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mendadak ditutup<\/a> oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu kabar ini mengejutkan. Semua orang bereaksi. Media sosial ramai. Warga bingung, mau buang ke mana sampahnya kalau TPA ditutup?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari pelbagai respons, banyak pula yang memberi solusi. Setelah Pemkot memberlakukan darurat sampah, beberapa teman saya aktif mengunggah cara-cara mengelola sampah di media sosialnya. Kolom komentar juga penuh orang-orang Pekalongan yang membagikan pengalaman mereka mengelola sampah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, banyaknya respons tadi datang dari warga. Pemkot? Yah, Pemkot cuma bisa bilang Kota Pekalongan darurat sampah usai TPA Degayu ditutup oleh KLHK. Solusi dari Pemkot baru muncul setelah warga terus rewel di media sosial. Tapi saya tidak yakin itu adalah solusi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui semacam surat edaran, Wali Kota Pekalongan meminta, sekali lagi meminta, warga Pekalongan untuk mengelola sampah secara mandiri. Ha kalau cuma pernyataan normatif semacam itu, Anda jadi guru TK saja, Pak, jangan wali kota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan yang seperti titah kerajaan itu, malah seakan mengerdilkan warga yang sudah bisa mengelola sampahnya secara mandiri. Ha mbok kira warga Pekalongan itu nggak tahu bahwa sampah itu mestinya dikelola secara mandiri? Mikir!<\/span><\/p>\n<h2><b>Masalah yang dibuat Pemkot Pekalongan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lucunya, dari persoalan sampah, kalau dicermati dan dibaca informasinya dengan cara saksama dan dalam tempo singkat, yang menjadi pemicu masalah itu ya, Pemkot Pekalongan itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya coba jelaskan. Masalah sampah membesar setelah KLHK menutup TPA Degayu. Salah satu penyebab TPA Degayu ditutup karena menerapkan sistem open dumping, yakni pembuangan sampah secara terbuka. Sistem ini melanggar regulasi KLHK, yakni UU Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini mungkin karena Pemkot Pekalongan tak pernah bertanya pada Google, apa kepanjangan dari TPA. Padahal kalau sekali saja pernah tanya ke Google, mereka akan mendapat jawaban bahwa TPA adalah Tempat Pemrosesan Akhir bukan Tempat Pembuangan Akhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalaupun ada yang menyebutkan yang kedua, Pemkot mestinya paham bahwa dalam pengelolaan sampah kota, fungsi TPA bukan pembuangan sampah akhir tapi pemrosesan sampah akhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka sistem yang mestinya dipakai adalah sanitary landfill, yakni pengelolaan sampah dengan cara membuang dan menumpuknya di lokasi cekung, lalu memadatkannya, kemudian ditimbun dengan tanah. Sehingga sampah bisa kembali ke lingkungan dengan aman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemkot Pekalongan belakangan malah seakan baru sadar kalau selama ini sistem di TPA Degayu keliru. Belakangan, setelah TPA Degayu akan dicabut izin operasinya setelah sempat diberi kesempatan untuk tetap dibuka hingga 8 April, dari pihak DLH Kota Pekalongan baru akan mengubah sistem open dumping ke control landfill, sistem yang mirip dengan sanitary landfill.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/soal-sampah-pemkot-pekalongan-harusnya-yang-ngasih-solusi-bukan-warga\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Ngapain pilih wali kota kalau begini?<\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Kalau warga terus yang ngasih solusi, ngapain milih wali kota?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari masalah sampah saja sudah jelas, bahwa Pemkot tak becus mencari solusi. Lebih anehnya lagi, kegagapan mencari solusi ini malah jadi tradisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba saja cari di Google dengan kata kunci &#8220;Pemkot Pekalongan&#8221;, sampeyan pasti menemukan berita-berita semacam &#8220;Pemkot Pekalongan Ajak Warga untuk&#8230;&#8221; atau &#8220;Pemkot Pekalongan Imbau&#8230;&#8221; atau &#8220;Pemkot Pekalongan Kampanyekan&#8230;&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kerjanya lagi-lagi sekadar mengimbau, mengajak, mengkampanyekan, ngapain ada Pemkot Pekalongan dan dinas-dinasnya? Yang ada ngabisin anggaran daerah doang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya usul, daripada tiap lima tahun isinya ngajakin masyarakat ikut berperan mulu, mengajak masyarakat untuk cari solusi bersama tapi ketika sudah dirembuk usulannya nggak digubris, mending nggak usah pakai Pemkot, nggak usah ada pemilihan wali kota, ben Pekalongan diurus cah-cah wae, pie???<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Arsyad<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kebohongan-kota-pekalongan-yang-harus-diluruskan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kota Kreatif, Pembangunan Terbaik, dan Kebohongan Lain tentang Kota Pekalongan yang Harus Diluruskan<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya melihat Pemkot Pekalongan dalam mengatasi sebuah masalah, acap kali selalu melimpahkan solusinya ke warga. Tak terkecuali masalah sampah.<\/p>\n","protected":false},"author":448,"featured_media":325650,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2197,4576,18681],"class_list":["post-325632","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-masalah-sampah","tag-pekalongan","tag-pemkot-pekalongan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/325632","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/448"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=325632"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/325632\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/325650"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=325632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=325632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=325632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}