{"id":325507,"date":"2025-04-05T10:00:31","date_gmt":"2025-04-05T03:00:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=325507"},"modified":"2025-04-05T09:37:12","modified_gmt":"2025-04-05T02:37:12","slug":"punya-saudara-crazy-rich-nggak-selalu-enak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/punya-saudara-crazy-rich-nggak-selalu-enak\/","title":{"rendered":"4 Hal Nggak Enaknya Punya Saudara Crazy Rich: Dikira Hidup Serba Mudah hingga Diremehkan kalau Nggak Jadi Siapa-siapa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekitar 15 tahun lalu, saya adalah salah satu anggota dari keluarga besar yang biasa saja. Mayoritas anggotanya adalah karyawan swasta dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-guru-honorer-muda-masih-bertahan-meski-gajinya-bercanda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">guru honorer<\/a>, termasuk orang tua saya. Tak ada yang benar-benar kaya alias crazy rich, semuanya hanya cukup untuk hidup biasa-biasa saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga suatu ketika, nasib salah satu sepupu dari pihak ibu saya naik tangga. Usahanya di bidang fashion tumbuh pesat. Dia disebut sebagai salah satu crazy rich <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/konten-youtube-crazy-rich-surabayans-mengajari-kita-buat-sawang-sinawang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Surabaya<\/a>. Lalu kini, kariernya makin melenting karena duduk di kursi Komisi VII DPR RI.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya rasa tak perlu menyebut siapa dia, kalian pasti bisa menebaknya. Sebagai bagian dari keluarganya, tentu saya bahagia dan bangga. Hidup saya pun sedikit banyak terbantu. Tetangga dan teman-teman mulai melihat saya dengan kacamata yang agak berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi apakah dengan begitu hidup saya senantiasa bahagia? Tidak juga. Justru di balik itu semua, ada berbagai masalah hidup yang tak pernah saya sangka. Mulai dari yang kadar deritanya paling rendah, hingga yang paling menyebalkan.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Dikira hidup saya serba mudah karena saudaranya crazy rich<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak sepupu saya dikenal publik sebagai crazy rich, tetangga dan teman-teman melihat saya seolah hidupnya aman sentosa. Nggak perlu pusing mikirin biaya kuliah. Kalau kepepet, tinggal minta atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/utang-pemutus-silaturahmi-paling-utama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">utang<\/a>. Cari kerja pun dikira gampang. Pokoknya, hidup saya dianggap serba mudah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah benar demikian?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini. Perkara hidup saya terbantu oleh sepupu, itu benar. Tapi bukan berarti hidup saya bersih dari masalah dan tantangan hidup. Yang crazy rich itu saudara, bukan saya. Makanya saya tetap perlu berdikari soal finansial, tetap harus nabung kalau mau beli barang, dan tetap berjibaku untuk mencari pekerjaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi pula, terlalu sering meminta bantuan ke saudara itu ya nggak etis. Orang tua saya masih lengkap, jasmani dan rohani saya masih sehat, masa ya seluruh aspek dalam hidup saya ditanggung saudara? Nggak masuk akal.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Dipaksa bicara saat saudara crazy rich tersandung masalah<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian semua tahu, sepupu saya ini figur publik. Pengikutnya udah jutaan. Dan sebagaimana figur publik, setiap gerak-geriknya pasti diperhatikan oleh banyak orang. Kalau bertindak baik, akan dipuji banyak orang. Kalau kena masalah, pasti ramai dengan koreksi dan hujatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sialnya, tiap kali dia tersandung masalah, tetangga dan teman-teman saya ini kadang nggapleki. Mereka tanpa tedeng aling-aling menyuruh saya seperti jadi juru bicara saudara crazy rich itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada yang tiba-tiba kirim pesan, \u201cItu saudaramu kenapa kok bisa gitu?\u201d. Ada juga yang kelewat pede ngomong, \u201cKamu sebagai saudaranya harusnya mengingatkan begini dan begitu.\u201d Bahkan, pernah ada juga yang sok tahu nyeletuk, \u201cWah, ternyata keluargamu ada yang begitu, ya.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini bukannya saya nggak mau bantu jawab atau gimana, ya. Cuma saya ini memang nggak selalu tahu urusan pribadinya. Dan itu wajar. Dia punya kepentingan hidup sendiri, demikian juga dengan saya. Toh ya nggak etis, terlalu ikut campur urusan pribadi orang, kendati itu keluarga sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Sering dijadikan perantara untuk meminta bantuan<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkadang saya juga bingung. Teman, tetangga, bahkan kenalan lama, kok ya bisa tiba-tiba muncul buat nitip pesan ke saudara saya yang crazy rich itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti Lebaran kemarin. Saat saya upload foto bareng dia dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-siasat-bertahan-di-grup-whatsapp-keluarga-besar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">keluarga besar<\/a>, beberapa orang langsung reply. Ada yang minta tolong supaya dagangannya di-repost, ada yang minta THR, bahkan ada juga yang sampai minta beasiswa kuliah. Macam-macam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur saja, saya beneran kikuk kalau dihadapkan situasi begitu. Mau saya teruskan ke saudara, itu ya kesannya saya nggak sopan. Dikiranya saya ngemis. Tapi kalau nggak saya sampaikan, nanti teman mengiranya saya ini sombong dan sok jaga jarak. Serba salah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, mau tidak mau, saya harus berpura-pura membalas pesan orang-orang kalau saya sudah balik ke rumah. Saya bilang agar meminta ke saudara saya langsung lewat Instagram atau media sosial lainnya. Mau gimana lagi, demi kebaikan bersama.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Diremehkan kalau profesinya nggak seelit saudara crazy rich<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, ada satu hal lagi yang paling bikin dada saya panas: pekerjaan saya dan orang tua sering diremehkan, hanya karena kami punya saudara crazy rich.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah suatu ketika, teman saya nyeletuk, \u201cLha kok kamu masih jadi pekerja lepas? Nggak ikut jadi pengusaha juga kayak sepupumu ta?\u201d Bahkan ayah saya yang seorang teknisi cat, juga pernah dapat candaan pedas, \u201cWalah, saudaranya crazy rich kok masih jadi tukang cat!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun beberapa mungkin niatnya cuma bercanda, tetap saja, ucapan-ucapan semacam itu nyangkut di hati. Kayak-kayak saya dan seluruh keluarga besar ini dituntut harus jadi siapa-siapa, selevel sepupu saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal hidup saya ya hidup saya. Karier yang saya pilih ya berdasar kemampuan dan jalan yang saya tempuh sendiri. Sepupu saya yang crazy rich pun nggak pernah memaksa saya harus begini atau begitu. Justru dia amat sangat suportif kalau ada yang mau ambil jalan hidupnya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah tadi beberapa keresahan saya sebagai orang yang punya saudara sukses. Saya bukan sedang pamer, atau tak bersyukur. Saya cuma ingin menunjukkan, bahwa hidup seseorang yang terlihat enak, itu belum tentu juga senyaman yang dibayangkan. <\/span><a href=\"https:\/\/kumparan.com\/berita-update\/arti-sawang-sinawang-dan-contohnya-dalam-kehidupan-sehari-hari-1x6OeL6iECa\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sawang sinawang<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, kalau kata orang jawa.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-nggak-enaknya-jadi-orang-berstatus-crazy-rich\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Hal Nggak Enaknya Jadi Orang Berstatus Crazy Rich<\/a>.<br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Punya saudara crazy rich itu nggak selalu menyenangkan. Ada beberapa stigma yang mesti saya rasakan dan bikin saya resah.<\/p>\n","protected":false},"author":2221,"featured_media":325532,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[11179,228,12200,7454],"class_list":["post-325507","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-crazy-rich","tag-keluarga","tag-persaudaraan","tag-saudara"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/325507","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2221"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=325507"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/325507\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/325532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=325507"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=325507"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=325507"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}