{"id":325362,"date":"2025-04-03T11:59:38","date_gmt":"2025-04-03T04:59:38","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=325362"},"modified":"2025-04-03T06:58:31","modified_gmt":"2025-04-02T23:58:31","slug":"membayangkan-betapa-nelangsa-jogja-tanpa-ugm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membayangkan-betapa-nelangsa-jogja-tanpa-ugm\/","title":{"rendered":"Membayangkan Betapa Nelangsa Jogja kalau UGM Tidak Pernah Berdiri"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata orang, Jogja itu istimewa. Alasannya, Kota Gudeg tersebut menyimpan begitu banyak warisan sejarah, nilai seni, dan budaya. Tak heran, meski kerap dicerca lantaran <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/begini-rasanya-hidup-dengan-gaji-umr-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UMR<\/a> yang nominalnya bikin menganga, masih banyak orang berharap menghabiskan hidup di Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, keunikan Jogja bukan terbentuk dari faktor yang telah disebutkan tadi semata. Ada jalan Malioboro yang begitu ikonik, kisah-kisah mistis Laut Selatan maupun Gunung Merapi, dan tentunya eksistensi UGM (Universitas Gadjah Mada). Diakui atau tidak, UGM memberi sumbangsih cukup besar bagi kota yang banyak dijadikan inspirasi lagu tersebut. Seandainya perguruan tinggi mentereng ini tak pernah ada, boleh jadi Jogja akan terseret dalam pusaran petaka.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tanpa UGM, gelar Kota Pelajar mungkin akan direbut oleh kota lain<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain Kota Budaya dan Kota Gudeg, predikat yang sering disematkan kepada Jogja adalah Kota Pelajar. Meski banyak perguruan tinggi tersebar di kota tersebut, sulit dimungkiri, UGM menjadi alasan utama julukan tersebut digoreskan. Pasalnya, nama besar maupun prestasi yang telah diukir UGM mampu menjadi magnet publik guna menempuh studi di sana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, masih ada UPN, <a href=\"https:\/\/www.uii.ac.id\/profil\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UII<\/a>, UNY, dan sederet perguruan tinggi lain di Jogja yang berkontribusi di sisi akademik. Namun, aura intelektual Jogja tak akan sekental saat ini. Bila UGM tidak pernah berdiri di Jogja, sebutan Kota Pelajar boleh jadi disandang kota lain. Misalnya saja, Malang yang juga punya segudang perguruan tinggi bergengsi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jalan Kaliurang bawah tidak akan menggeliat seperti sekarang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin banyak permintaan, semakin tinggi pula harga yang ditawarkan. Prinsip ekonomi itu pula yang terjadi pada harga tanah di seputar Jalan Kaliurang kilometer kecil. Besarnya volume mahasiswa pendatang yang ingin kuliah di UGM mendorong melonjaknya permintaan kos di sekitar kawasan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di samping lokasi strategis, naiknya peminat kos premium turut membuat pemodal besar berlomba memiliki properti di Jalan Kaliurang. Tak ayal, harganya semakin melambung. Namun, mungkin saja harga tanah yang menggila ini tak akan mencuat andai saja UGM tak pernah berdiri\u00a0 di tanah Jogja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tanpa UGM mungkin perputaran ekonomi di Jogja bisa melambat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya pemilik kos atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/usaha-fotokopi-lakukan-praktik-kotor-bikin-resah-pelanggan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">usaha fotokopi<\/a> yang terdampak dengan ketiadaan UGM. Geliat perekonomian di Jogja akan turut lesu. Menjamurnya kafe dan tempat makan sangat bergantung kepada gaya hidup mahasiswa UGM yang berasal dari berbagai penjuru nusantara. Ditambah lagi, pemanfaatan ojek dan layanan antar makanan online ikut surut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejumlah bisnis yang tadinya didominasi oleh konsumen mahasiswa tampaknya harus berlapang dada dengan terbatasnya pembeli jika UGM tiada. Penyerapan tenaga kerja juga tidak akan sebanyak sekarang. Efek lebih lanjut, daya beli masyarakat Jogja akan melemah yang mendorong perlambatan ekonomi daerah secara lebih luas<\/span><\/p>\n<h2><b>Daya tarik pariwisata akan menurun<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jogja boleh berbangga dengan kekayaan wisatanya. Akan tetapi, tak dapat disangkal jika sebagian jumlah turis yang kembali ke Jogja adalah mereka yang juga pernah menjadi mahasiswa di UGM. Bagi alumni UGM, bertandang lagi ke Jogja merupakan perjalanan nostalgia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/malioboro-tak-lagi-sama-dan-istimewa-jogja-hanya-pencitraan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Malioboro<\/a> tak lagi sama apabila yang berkunjung adalah pelancong biasa. Paling, datang sekali atau dua kali sudah cukup puas. Sebaliknya, turis yang memiliki ikatan emosional karena pernah menjadi warga Jogja sementara akan terus ingin mengulang penelusuran ke Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">UGM bukan cuma sekadar wadah menimba ilmu, melainkan bagian dari Kota Jogja itu sendiri. Ibarat DNA, kehadiran UGM menorehkan karakteristik Kota Pelajar itu. Dengan tidak adanya UGM di Jogja, mungkin kota yang dikata istimewa tersebut hanya akan dianggap biasa saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Paula Gianita Primasari<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jadi-alumni-uin-itu-enak-asal-bisa-berdamai-dengan-stereotipenya\/\"><b>Berdamai dengan Stereotipe Alumni UIN, Satu-satunya Cara Hidup Tenang Setelah Lulus<\/b><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>UGM bukan sekadar tempat untuk menimba ilmu. UGM sudah menjadi bagian dari Jogja yang turut membentuk karakter dan menggenjot roda ekonomi. <\/p>\n","protected":false},"author":1777,"featured_media":325365,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[115,16237,195,28023],"class_list":["post-325362","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-jogja","tag-kota-pelajar","tag-ugm","tag-universitas-jogja"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/325362","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=325362"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/325362\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/325365"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=325362"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=325362"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=325362"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}