{"id":325357,"date":"2025-04-03T09:00:44","date_gmt":"2025-04-03T02:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=325357"},"modified":"2025-04-04T17:24:42","modified_gmt":"2025-04-04T10:24:42","slug":"5-kelemahan-tinggal-di-kos-putri-yang-jarang-disadari-orang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-kelemahan-tinggal-di-kos-putri-yang-jarang-disadari-orang\/","title":{"rendered":"5 Kelemahan Tinggal di Kos Putri yang Jarang Disadari Banyak Orang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat menempuh pendidikan atau menjalani pekerjaan di luar kota, kos putri lazimnya menjadi pilihan utama bagi sebagian besar mahasiswi atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/podium\/isu-pekerja-perempuan-yang-penting-dibahas-saat-musim-kampanye-dan-pemilu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pekerja perempuan<\/a>. Gambaran bangunan bersih dengan tata ruang cantik serta faktor keamanan merupakan beberapa alasannya. Sebab, biasanya pemilik kos khusus putri cenderung lebih tegas dan telaten mengawasi operasional properti miliknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, tak selamanya tinggal di kos khusus putri memberikan kelegaan. Dalam sejumlah kasus, menempati satu bangunan yang isinya perempuan semua justru memunculkan kerugian. Sebelum memutuskan untuk menyewa kamar di kos khusus putri, sederet gambaran berikut mungkin dapat dijadikan bahan pertimbangan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Aturan kos putri yang super ketat kadang bikin penat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara garis besar, tata tertib yang berlaku di kos putri jauh lebih ketat ketimbang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/tertipu-kos-campur-berkedok-kos-pria-di-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kos campur<\/a>. Di samping larangan membawa teman lawan jenis, ketentuan umum lainnya yang wajib ditaati adalah jam malam. Biasanya, pemilik kos menetapkan waktu sebelum tengah malam bagi penghuninya untuk pulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, kegiatan seseorang bisa saja menuntut waktu pulang lebih larut. Contohnya,\u00a0 menuntaskan tugas kuliah atau pekerjaan lembur dari kantor. Jelas, aturan ketat ini sedikit merugikan penghuni kos. Mau mengajak teman atau rekan menyelesaikan di kos pun tetap akan terhalang jam kunjungan tamu. Nekat pulang melewati dari jam malam, siap-siap saja jadi bahan gunjingan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Tinggal di kos putri cenderung lebih berisik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Percaya atau tidak, tingkat kegaduhan di kos khusus putri jauh lebih tinggi daripada kos campur. Di pagi hari, biasanya mereka sudah gempar berebut kamar mandi, terutama jika tak tersedia fasilitas kamar mandi dalam. Sialnya, tak sedikit dari penghuni perempuan yang menghabiskan waktu lama di kamar mandi. Tak pelak, suara gedoran menanti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak cukup sampai situ, suara pengering rambut biasanya ikut menyusul setelahnya. Bahkan, malam hari pun tak luput dari keributan. Mulai dari keseruan bertukar cerita di ruang bersama, hingga sesenggukan berjamaah ketika nonton bareng <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-drama-korea-yang-bagus-tapi-cukup-ditonton-sekali-saja-nggak-usah-rewatch\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">drama Korea<\/a>. Intinya, tinggal di kos putri bukan merupakan sesuatu yang ideal bagi mereka yang mendambakan ketenangan.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-kelemahan-tinggal-di-kos-putri-yang-jarang-disadari-orang\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: #3 Bentuk kebersamaan &#8230;<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>#3 Bentuk kebersamaan yang kebablasan, simpanan makanan di kulkas bersama sering dimaling<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dapur bersama di kos putra terlihat sering \u201cnganggur\u201d di kos campur atau kos putra atau jarang digunakan. Namun, berbeda dengan kos putri, fasilitas ini banyak dimanfaatkan. Selain penghuni kos yang cenderung nggak mager, opsi memasak jauh lebih hemat daripada membeli makanan matang setiap hari. Apalagi, adanya kulkas bersama turut memudahkan penghuni menyimpan makanan yang dapat diolah atau dikonsumsi lagi sewaktu-waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, keunggulan ini tidak diimbangi etika para penghuni. Tidak jarang, kasus pencurian makanan atau bahan pangan terjadi. Banyaknya orang yang memakai dapur bersama juga menyulitkan pencarian pelakunya. Di lain pihak, mengusut kasus kecolongan ini juga berisiko menimbulkan cap pelit kepada korban.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Wajib membiasakan diri melihat jemuran pakaian dalam yang terpampang serampangan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak semua orang nyaman menaruh pakaian di binatu. Terlebih, jika pakaian yang hendak dicuci merupakan dalaman. Oleh sebab itu, beberapa penghuni kos putri memutuskan mencuci sendiri pakaian dalam mereka alih-alih menggunakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-usaha-laundry-yang-nggak-banyak-disadari-pelanggan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jasa laundry<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, keterbatasan tempat terbuka kerap kali memaksa para penghuni kos putri untuk mengeringkan cucian mereka di sudut-sudut yang kurang layak. Misal, di depan kamar masing-masing. Selain mengurangi nilai estetika, hal ini juga mengganggu kenyamanan penghuni lain, terutama saat kedatangan tamu. Ditambah lagi, jika wujud pakaian dalam yang dijemur tampak agak vulgar, omongan usil mungkin saja mencuat. Sementara, di kost campur, penghuni perempuan malah akan lebih waspada untuk menjemur pakaiannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Ritual tidur berdempetan bila tersebar kisah horor di kosan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekurangan lain dari menempati kos khusus putri yaitu mesti familiar dengan tradisi tidur bersama saat desas-desus mengerikan di tempat tersebut tersebar. Masalahnya, kebiasaan ini berbeda jauh dengan gambaran pajamas party yang diselingi aktivitas menyenangkan. Sebaliknya, sejumlah penghuni kudu rela tidur tak nyaman demi menepis rasa takut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain tidur berjejalan, privasi tak ayal terkikis. Apesnya lagi, biasanya kejadian ini akan berlangsung beberapa hari hingga cerita seram mereda. Pastinya, momen ini sangat mengganggu aktivitas pribadi dan mengusik mereka yang berjiwa <a href=\"https:\/\/www.siloamhospitals.com\/informasi-siloam\/artikel\/apa-itu-introvert\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">introvert<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa disimpulkan, mendiami kos khusus putri tak seindah angan-angan. Di samping kebersihan yang tak selalu terjamin, kehebohan akan senantiasa menemai hari-hari penghuni. Namun, justru segala kelemahan ini yang bikin seru dan memperkuat jalinan antar anak perantauan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <\/span>Paula Gianita Primasari<span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BACA JUGA <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-anak-baik-baik-yang-tinggal-di-kos-lv-jogja\/\"><b>Pengalaman Saya sebagai \u201cAnak Baik-baik\u201d Tinggal di Kos LV Jogja yang Penuh Drama<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kos putri yang identik dengan tempat tinggal yang bersih, aestetik, dan nyaman punya beberapa kelemahan yang jarang disadari banyak orang. <\/p>\n","protected":false},"author":1777,"featured_media":325360,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[5591,15932,34,5632,13098,28022],"class_list":["post-325357","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-kos","tag-kos-putri","tag-mahasiswa","tag-pekerja","tag-pilihan-redaksi","tag-putri"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/325357","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=325357"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/325357\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/325360"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=325357"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=325357"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=325357"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}