{"id":325271,"date":"2025-04-02T11:35:28","date_gmt":"2025-04-02T04:35:28","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=325271"},"modified":"2025-04-02T01:22:33","modified_gmt":"2025-04-01T18:22:33","slug":"episode-upin-ipin-yang-sebaiknya-tidak-tayang-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/episode-upin-ipin-yang-sebaiknya-tidak-tayang-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Episode Upin Ipin yang Sebaiknya Tidak Tayang di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penonton setia <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di Indonesia <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pasti tidak asing dengan episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bahaya Jerebu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Episode itu menceritakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-berwisata-nyaman-ke-kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kampung Durian Runtuh<\/a> yang dipenuhi asap kebakaran hutan. Itu mengapa Upin dan Ipin selalu mengenakan masker ketika bepergian. Akibat asap itu pula anak-anak di kampung tidak bisa main dengan bebas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, episode itu membawa pesan moral yang baik yakni tentang bahaya asap. Hanya saja, potongan video <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bahaya Jerebu <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mengundang perdebatan di dunia maya karena warganet Malaysia seolah-olah menyalahkan Indonesia atas kabut asap yang muncul. Asal tahu saja, di perbatasan Malaysia dan Indonesia memang kerap terjadi kebakaran hutan yang menimbulkan asap tebal. Respon warganet Indonesia beragam, ada yang setuju, tapi lebih banyak yang tidak suka dengan episode ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ternyata bisa memperkeruh hubungan dua negara bertetangga itu. Memang, sejak dahulu hubungan Malaysia dan Indonesia tidak selalu baik, kerap memanas di saat-saat tertentu. Namun, sebagai dua negara yang bertetangga, bukankah lebih baik untuk meminimalisir potensi-potensi konflik dan fokus memupuk hubungan yang baik?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, hal-hal yang membuat hubungan kedua negara itu semakin memanas, seperti episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bahaya Jerebu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini, sebaiknya tidak usah dibuat atau setidaknya tidak ditayangkan di Indonesia. Selain episode tersebut, sebenarnya ada beberapa episode lain yang sebaiknya tidak tayang di Indonesia:\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Episode <\/b><b><i>Keris Siamang Tunggal<\/i><\/b><b> yang menyertakan beberapa ikon budaya Indonesia sekaligus ke dalam cerita film<\/b><\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Upin_%26_Ipin:_Keris_Siamang_Tunggal\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin: Keris Siamang Tunggal<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> pertama kali muncul dalam bentuk film yang ditayangkan di bioskop. Lambat laut, film tersebut sering diputar di MNCTV. Saking seringnya, penonton setia <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mungkin sudah bosan menontonnya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita Keris Siamang Tunggal sebenarnya bagus dan banyak menyisipkan budaya tradisonal yang sarat akan makna. Persoalannya, banyak elemen budaya Indonesia yang dimuat dalam film tersebut. Pertama-tama, keris itu sendiri. Kedua, ada kisah Malin Kundang, yang dalam versi Malaysianya disebut Si Tanggang dalam cerita tersebut. Ketiga, ada kisah mirip dengan Bawang Merah Bawang Putih, cerita rakyat yang begitu terkenal di Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyaknya elemen cerita yang mirip dengan budaya dan cerita rakyat Indonesia membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin: Keris Siamang Tunggal <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">jadi tontonan yang sensitif. Bukan tidak mungkin bisa berakhir seperti episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bahaya Jerebu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b><i>Di Sebalik Tabir<\/i><\/b><b> yang mengangkat kesenian wayang kulit<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Di Sebalik Tabir<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menceritakan si kembar yang ingin belajar soal wayang kulit. Mereka juga ingin jago mendalang seperti Tok Dalang dan Tok Mat. Secara tidak langsung, episode ini seolah-olah ingin memperkenalkan wayang kulit sebagai salah satu budaya Malaysia. Itu mengapa, episode tentang wayang kulit ini rawan dituduh sebagai alat propaganda Malaysia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, kalau mau mengulik lebih dalam, wayang adalah budaya yang ada di banyak negara. Setiap negara memiliki ciri khas wayangnya masing-masing. Jika kita perhatikan, bentuk wayang kulit yang ada di episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sangat berbeda dengan wayang kulit Jawa yang kita kenal. Wayang Upin Ipin memiliki gaya khas Melayu yang kental.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b><em>Upin Ipin<\/em> episode<\/b> <b><i>Barang Baik Barang Kita<\/i><\/b><b>, berisi promosi keunggulan produk buatan Malaysia<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Episode yang satu ini sarat akan promosi mengenai barang-barang asli buatan Malaysia. Penonton setia <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tinggal di Indonesia mungkin tidak akan terganggu dengan episode ini karena Indonesia juga punya produk-produk asli yang berkualitas. Sayangnya, Indonesia tidak punya alat promosi yang seampuh dan \u201csemulus\u201d serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penonton mungkin baru terganggu dengan munculnya kain batik sebagai salah satu barang-barang asli Malaysia. Memang batik sebenarnya tidak hanya milik Indonesia, hanya saja, corak atau motifnya yang membuat kain batik menjadi khas. Dan, corak kain batik dalam episode tersebut begitu mirip dengan milik Indonesia. Bagian ini bisa memunculkan salah paham masyarakat internasional. Itu mengapa saya tidak begitu kaget ketika <\/span><a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/IShowSpeed\"><span style=\"font-weight: 400;\">IShowSpeed<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, salah satu content creator ternama di dunia, pernah mengira batik hanya sebagai kain tradisional asal Malaysia.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Cerita <em>Upin Ipin <\/em>sebenarnya\u00a0bisa lebih kaya<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Episode dan cerita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang bersinggungan dengan budaya Indonesia memang cukup banyak. Sebenarnya wajar saja, Indonesia dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/paspor-malaysia-yang-kuat-bikin-iri-pemegang-paspor-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Malaysia<\/a> adalah negara satu rumpun yang memiliki banyak kemiripan. Sebenarnya, kalau penulis cerita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mau lebih ngulik dan kreatif, kemiripan budaya itu bisa menjadi diskursus menarik yang bisa diadopsi menjadi alur cerita. Toh, dalam semesta <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ada Susanti yang bisa menjadi medium untuk memberi perspektif sebagai orang Indonesia. Akan tetapi,\u00a0 kenyataannya, selama ini penulis cerita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">lebih memilih menceritakan budaya-budaya tersebut berasal asli dari Malaysia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, episode-episode terkait dengan budaya tersebut lebih baik tidak pernah dibuat, atau minimal, tidak ditayangkan di Indonesia supaya penonton Indonesia yang kebanyakan masih anak-anak tidak kebingungan dengan budaya mereka. Selain itu, tidak ditayangkan episode-episode tersebut bisa menghindari perselisihan-perselisihan seperti yang terjadi pada potongan video <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bahaya Jerebu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Erma Kumala Dewi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-episode-upin-ipin-spesial-lebaran-yang-bikin-banjir-air-mata\/\"><b>4 Episode Upin Ipin Spesial Lebaran yang Bikin Banjir Air Mata<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Episode Upin Ipin yang mengangkat cerita tentang budaya daerah sebaiknya tidak pernah dibuat, atau minimal jangan ditayangkan di Indonesia. <\/p>\n","protected":false},"author":1752,"featured_media":325274,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[31,5612,5855],"class_list":["post-325271","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-indonesia","tag-malaysia","tag-upin-ipin"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/325271","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1752"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=325271"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/325271\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/325274"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=325271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=325271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=325271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}